Teknologi belum mampu prediksi gempa secara akurat
Elshinta
Jumat, 28 Mei 2021 - 13:18 WIB |
Teknologi belum mampu prediksi gempa secara akurat
SMS (kiri) langsung memberi informasi lokasi terdampak, sedangkan SMS (kanan) menempatkan lokasi terdampak gempa atau tsunami di akhir. ANTARA/HO-CISSReC/ilustrator Kliwon

Elshinta.com - Hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi.

Oleh karena itu, jika ada info terkait dengan gempa bumi yang menunjukkan kekuatan gempa dengan tempat dan waktu secara detail, lebih baik tidak perlu panik. Seyogianya menanyakan kebenaran info tersebut kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Begitu pula, ketika menyikapi info yang mengatasnamakan "KominfoBMKG" melalui layanan pesan singkat atau short message service (SMS) pada Kamis (27/5), pukul 11.06 WIB.

SMS berisi peringatan dini tsunami di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, juga menginformasikan akan terjadi gempa dengan magnitudo 8,5 pada 4 Juni 2021, pukul 10.14.45 WIB dengan lokasi 10.50 LS, 114.80 BT, dan kedalaman 10 km.

Gempa bumi bermagnitudo 8,5 merupakan gempa hebat, apalagi dengan kedalaman 10 km, penerima pesan kemungkinan akan membayangkan kejadian itu bakal menghancurkan komunitas di dekat pusat gempa. Belum lagi, masyarakat yang berada di sekitar pantai mendengar kabar akan terjadi gempa berpotensi tsunami.

Namun, sebelum masyarakat panik, pada siang harinya BMKG menyatakan SMS blast itu tidak benar. Ditegaskan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/5), bahwa informasi tersebut tidak benar karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami melalui kanal SMS.

BMKG dan Kominfo telah merespons secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, SMS BMKG-Kominfo

Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang karena hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan magnitudo 8,5 di wilayah Indonesia. Dengan demikian, secara institusi BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Ditekankan pula bahwa informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini mengingat belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi.

Pengamanan

Kendati pihak BMKG membantah informasi tersebut, pakar keamanan siber Dr. Pratama Persadha memandang perlu mengamankan diseminasi informasi lembaga negara terkait dengan SMS tersebut.

Bahkan lembaga pemerintah nonkementerian itu menyebut ada kesalahan sistem sehingga pada saat pengetesan pesan tersebut keluar dan sampai ke nomor masyarakat di lima provinsi.

Walaupun pihak BMKG sudah mengeluarkan pernyataan adanya kesalahan sistem, lembaga ini belum menyampaikan hasil investigasi penyebab terjadi SMS tersebut.

Hal ini tentu sulit menebak-nebak penyebabnya, misalnya karena peretasan pada sistem BMKG atau peretasan pada server pemilik layanan SMS blast atau ada kesalahan sistem maupun human error.

"Jadi, belum tentu ini adalah kesalahan dari BMKG," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha.

Oleh karena itu, perlu melakukan forensik digital lebih dalam. Tidak hanya BMKG, tetapi juga pihak-pihak yang memproses SMS blast ini. Masalahnya, letak error atau celah keamanan bisa di mana saja.

Bila ada maintenance atau pengetesan, seharusnya proses update atau perbaikan sistem dilakukan di server uji coba lebih dahulu sebelum ke live server.

Dengan demikian, kalau terjadi masalah tidak berefek ke live systems. Setelah yakin berhasil di server testing, baru bisa diimplementasikan ke live server.

Jika dilihat lebih teliti, misalnya ada maintenance atau masalah sistem yang lain, seharusnya tidak akan sampai terkirim SMS blast dengan sendirinya. Oleh karena itu, layanan SMS blast juga harus dicek sistem log-nya siapa yang telah menggirimkan SMS tersebut.

Selain itu, perlu pengecekan menyeluruh di jaringan kerja sama BMKG maupun pemilik layanan SMS blast. Misalnya, mengecek log aktivitas di server layanan SMS blast supaya bisa diketahui lewat celah mana sistem ini dimanfaatkan oleh hacker bila ada peretasan atau bisa diketahui bila ada kesalahan sistem dan human error.

Secara teknis pengirim pada SMS yang biasanya berupa nomor, menurut Pratama, bisa diubah dengan teknologi SMS masking sehingga terlihat pengirimnya adalah nama institusi. Ini biasa digunakan di perusahaan-perusahaan layanan SMS blast yang bekerja sama dengan operator resmi.

Jika dilihat dan dibandingkan dengan SMS dari BMKG sebelumnya, SMS kali ini memang mempunyai format yang berbeda. Misalnya, pada kata pembuka biasanya diawali info gempa dan menempatkan lokasi terdampak gempa atau tsunami selalu di akhir, sedangkan yang ini langsung lokasi terdampak diinfokan di awal.

Peristiwa ini, kata Pratama mengingatkan, sangat berbahaya bila terjadi lagi karena bisa membuat orang panik. Kesalahan peringatan bencana tersebut akan menimbulkan keresahan masyarakat Indonesia mengenai pesan peringatan bencana.

BMKG dan semua pihak terkait harus selalu meningkatkan keamanan sistem informasinya, baik dari sisi teknologi, sumber daya manusia (SDM), maupun policy-nya supaya hal ini tidak terjadi lagi.

Sangat berbahaya bila ada SMS mengatasnamakan lembaga pemerintah bisa tersebar luas ternyata salah kirim atau palsu.

Dengan demikian, diseminasi informasi lembaga negara, baik lewat SMS maupun lewat platform lain, harus benar-benar diamankan.

Di sisi lain, masyarakat penerima pesan agar tetap memperbarui informasi BMKG melalui saluran resmi, seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, call center 196, maupun kantor BMKG terdekat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Jadi kampus digital, Menkominfo: STMM Yogyakarta siapkan SDM bertalenta digital
Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:23 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) MMTC Yogyakarta m...
Micromine gelar kompetisi mahasiswa secara virtual
Jumat, 30 Juli 2021 - 22:23 WIB
Adanya pandemi covid19 tidak menyurutkan langkah MICROMINE untuk menyelenggarakan agenda tahunan, ya...
Rusia denda Google 3 juta rubel karena langgar UU data pribadi
Jumat, 30 Juli 2021 - 09:58 WIB
Rusia pada hari Kamis (29/7) mendenda Google sebesar 3 juta rubel (sekira 41.017 dolar AS) karena me...
Tiga raksasa teknologi cetak laba gabungan lebih dari Rp700 triliun
Rabu, 28 Juli 2021 - 14:37 WIB
Apple, Microsoft, dan Google Alphabet melaporkan keuntungan gabungan lebih dari 50 miliar dolar AS a...
Pegasus perangkat pengintai pejabat negara via WhatsApp
Minggu, 25 Juli 2021 - 13:02 WIB
Pegasus belakangan ini menjadi perbincangan masyarakat dunia. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macr...
Terapkan digitalisasi perizinan, Menkominfo: Tahun 2020 PNBP capai Rp25,5 triliun
Jumat, 16 Juli 2021 - 15:37 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerapkan layanan perizinan terintegrasi secara digita...
Kominfo dan OJK ingatkan masyarakat waspadai `fintech` bodong
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:37 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Asosi...
Kedepankan pelayanan publik digital dalam masa pandemi
Kamis, 15 Juli 2021 - 12:15 WIB
Birokrasi diciptakan sebagai upaya pelaksanaan administrasi dalam pelayanan publik.
 Tingkatkan kualitas konektivitas digital, Menteri Johnny: Kominfo mulai refarming di 9 klaster
Rabu, 14 Juli 2021 - 19:10 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memulai penataan ulang (refarming) Pita Frekuensi Radio ...
BMKG perkuat sistem peringatan dini dengan teknologi HPC terkini
Sabtu, 10 Juli 2021 - 15:48 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan meningkatkan super komputer yang ada denga...
Live Streaming Radio Network