Kisah Desa Wangisagara lawan ketertinggalan melalui BUMDes Niagara
Elshinta
Jumat, 28 Mei 2021 - 21:35 WIB |
Kisah Desa Wangisagara lawan ketertinggalan melalui BUMDes Niagara
Pengurus BUMDes Niagara di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat menerima kunjungan BPR Ukabima Lambung Sejahtera. (Dok Instagram BUMDes Niagara)

Elshinta.com - Pada tahun 1999, Wangisagara, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih menjadi sebuah daerah berstatus desa tertinggal.

Selang empat tahun kemudian atau pada 2003, warga desa di sana berinisiatif menyampaikan ke pemerintah desa untuk membentuk sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Niagara agar kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik lagi dan utamanya tidak menjadi desa tertinggal.

Nama Niagara diambil dari akronim dari Niaga Desa Wangisagara.

Gayung bersambut, kala itu, Desa Wangisagara mendapatkan bantuan Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertingggal (P3DT) dari pemerintah pusat sebesar Rp150 juta.

Tokoh Desa Wangisagara mempergunakan dana tersebut untuk membangun pasar di atas tanah carik.

Pemilihan untuk membangun pasar dilakukan karena saat itu warga desa tersebut kesulitan saat hendak membeli kebutuhan sehari-hari.

Pada saat itu, jarak ke pasar terdekat mencapai empat kilometer dari desa tersebut.

Di awal terbentuk, pasar tersebut dikelola oleh empat pengurus dengan jumlah kios yang disewakan kepada warga mencapai puluhan. Namun, setelah dikelola oleh BUMDes Niagara untuk disewakan kepada warga saat ini telah mencapai 200 kios.

Keberhasilan dalam pengelola pasar, tak lantas membuat pengurus di BUMDes Niagara berpuas diri.

Muncul ide untuk melakukan pengembangan usaha dan dipilihkan produk simpan pinjam sebagai usaha kedua dari BUMDes Niagara.

Lini bisnis terbaru BUMDes ini ternyata juga berkembang dengan baik.

Hal tersebut dibuktikan dengan nasabahnya yang tidak hanya pedagang pasar namun juga warga dari luar kecamatan tempat BUMDes tersebut berada.

Pinjaman yang diberikan dalam produk simpan pinjam BUMDes tersebut awalnya hanya sebesar Rp2 hingga 3 juta per nasabah.

Saat ini, nasabah bisa meminjam dana dari produk simpan pinjam BUMDes Niagara hingga mencapai Rp50 juta dengan tenor antara 10 sampai 30 bulan. Jumlah nasabah di BUMDes Niagara saat ini telah mencapai 3 ribuan.

Sedangkan untuk total aset yang dimiliki oleh BUMDes Niagara per 2019 ialah mencapai Rp12,5 miliar dan berhasil meraih omzet hingga Rp30 miliar per tahun.

Direktur Utama BUMDes Niagara Neneng Santiani mengatakan dari total omzet per tahun pihaknya berhasil membukukan laba sebesar Rp1,8 miliar per tahun.

Pada tahun 2020 BUMDes ini berhasil menyetor untuk PADes Rp780 juta.

Salah satu kunci kesuksesan BUMDes Niagara tak terlepas dari kerja keras pengurus dan tidak banyaknya intervensi atau campur tangan dari pemerintah desa.

Kerja keras pengurus lebih dari 18 tahun ini membuat membuah hasil yang "manis". BUMDes Niagara pada tahun 2019 berhasil dinobatkan sebagai BUMDes terbaik kedua di Jawa Barat.

Tetap hadapi hambatan
Walaupun telah merasakan kesuksesan, BUMDes Niagara hingga saat ini tetap menghadapi sejumlah hambatan atay persoalan.

Salah satu hambatan yang dihadapi oleh mereka ialah kesulitan saar mengembangkan unit usaha jual beli produk kerajinan.

Contohnya, ialah sulitnya membuka pasar untuk menjual hasil produksi warga sekitar seperti sandal, sepatu, dompet, dan tas.

"Jadi pemasarannya masih sangat terbatas. Padahal dengan menjual produk-produk itu, kami ingin lebih memberdayakan masyarakat," katanya.

Selain itu,  pihaknya belum optimal dalam mengelola aset-aset yang ada karena pihaknya belum memiliki sumber daya manusia yang khusus dalam penataannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono bersyukur saat ini semakin banyak BUMDes di wilayahnya yang telah berhasil sehingga berkontribusi terhadap pemasukan kas desa.

Walaupun demikian, pihaknya memastikan perlunya pendampingan terhadap perusahaan pelat merah tersebut agar kinerjanya semakin baik sehingga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, Bambang memastikan pihaknya akan melakukan intervensi untuk mengoptimalkan BUMDes Niagara.

Pemerintah punya kewajiban untuk memberikan pendampingan tentang tata kelola keuangan, aset. Salah satunya melalui Program Aksara atau Akademi Desa Juara.

Pihaknya akan membantu perajin yang diberdayakan BUMDes Niagara agar menghasilkan produk dengan desain yang baik dan sesuai keinginan pasar.

Termasuk membantu untuk membuka akses pasar, seperti memberi pelatihan digital marketing dan mempertemukan dengan off-taker.

Apresiasi
Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Niagara yang dikelola oleh Desa Wangi Sagara, Kabupaten Bandung sehingga BUMDes ini bisa dijadikan sebagai percontohan BUMDes tingkat nasional.

Sejak dibentuk pada tahun 2002, saat ini BUMDes Niagara sudah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp700 juta dan beromzet Rp30 miliar.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Sidkon Djampi mengatakan sebelumnya banyak orang mempersepsikan bahwa BUMDes mustahil berkembang sebagai unit bisnis yang berkontribusi terhadap PAdes.

Namun pihaknya membuktikan bahwa ada BUMDes potensial yang mampu mengelola berbagai unit usaha mulai dari simpan pinjam, pengelolaan pasar desa dan sebagainya dan bahkan, sudah menghasilkan Rp30 miliar per tahun.

"Saya mendorong BUMDes yang lainnya untuk seperti Bumdes Niagara di Desa Wangi Sagara," kata Sidkon.

Pihaknya meminta agar pemerintah pusat khususnya bidang perpajakan atau OJK membuat semacam kebijakan khusus atau diskresi untuk BUMDes agar pajaknya tidak disamakan dengan wajib pajak usaha lainnya.

Sebab, menurutnya, selain berorientasi pada bisnis, BUMDes juga memiliki orientasi sosial yang dinilai tinggi untuk membantu kesejahteraan masyarakat.

"Artinya bukan untuk orang perorangan melainkan untuk kepentingan masyarakat langsung," katanya.

Diharapkan keberadaan BUMDes Niagara ini menjadi percontohan bagi BUMDes di seluruh Indonesia dan bahkan untuk mengembangkan BUMDes itu, pihaknya menyarankan agar BUMDes daerah lain untuk belajar ke BUMDes Niagara.

Kuncinya, BUMDes yang ada di Indonesia  harus saling berbagi informasi. Bagaimana menjaga dan mengembangkan semangat enterpreneurship dalam kepengurusannya dan yang terpenting adalah kejujuran dalam menjalankan pengelolaan BUMDes tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah dorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi tekan COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah tengah mendor...
Kota Sorong dapat bantuan alat informasi gempa WRS
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:35 WIB
Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, mendapatkan bantuan alat Warning Receiver System (WRS) ...
IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:23 WIB
Orang tua atau pengasuh memiliki peran penting dalam mengenali gejala dan cara menangani dehidrasi p...
BMKG bagikan 1.000 paket pelatihan vokasi daring untuk milenial
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:12 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan sebanyak 1.000 paket pelatihan vokas...
Presiden minta BMKG agar peringatan dini lebih cepat dan akurat
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:18 WIB
Presiden Joko Widodo meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan ...
Indonesia hasilkan teknologi olah dan daur ulang limbah medis COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:08 WIB
Beberapa teknologi untuk mengolah dan mendaur ulang limbah medis COVID-19 berhasil diciptakan para p...
Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 2,5 km
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:34 WIB
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan pan...
IHSG Kamis dibuka menguat 18,09 poin
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:23 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 18,09 poin ata...
Hujan lebat berpotensi guyur sejumlah daerah
Kamis, 29 Juli 2021 - 08:27 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat mengguyur sejumlah dae...
Berhasil tangani Covid-19 dan keluar dari zona merah, Presiden kirim staf khusus ke Kudus
Kamis, 29 Juli 2021 - 07:44 WIB
Keberhasilan kabupaten Kudus Jawa Tengah menangani lonjakan kasus penyebaran covid-19 beberapa waktu...
Live Streaming Radio Network