Jangan lupa protein dalam menu makan lansia
Elshinta
Minggu, 30 Mei 2021 - 17:51 WIB |
Jangan lupa protein dalam menu makan lansia
Ilustrasi (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri sekaligus staf pengajar di Universitas Padjajaran (UNPAD), Lazuardhi Dwipa, mengatakan, pemenuhan nutrisi sangat penting bagi para lansia terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini, termasuk asupan protein harian.

Pemberian nutrisi sehat seperti kebutuhan kalori, protein, serat pangan untuk mencegah penurunan berat badan, mencegah infeksi, memperbaiki kerentanan dan sarkopenia atau penurunan massa otot.

"Kebutuhan protein lansia lebih tinggi daripada orang yang dewasa lebih muda. Malah lansia dikurangi proteinnya, itu salah, sehingga akan terjadi penurunan, penyusutan massa dan kekuatan otot atau namanya sarkopenia," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip Minggu.

Kebutuhan nutrisi masing-masing lansia bisa berbeda, sehingga berkonsultasi dengan dokter menjadi anjuran. Namun, secara umum lansia membutuhkan kalori harian 30 X berat badannya.

Untuk protein yakni 1 gram/kg/BB/hari. Pada kondisi sarkopenia, asupan protein sebesar 1,6 gram/hari bisa meningkatkan hipertofi otot yang diinduksi olahraga pada lansia. Studi menunjukkan, 1 gram protein/hari merupakan jumlah minimal untuk mempertahankan massa otot.

Sementara untuk karbohidrat dan lemak, perhitungan 70 persen : 30 persen.

Jadi, seseorang yang memiliki berat badan 50 kg maka kebutuhan kalori totalnya 1500 kkal per hari, sementara proteinnya 50 gram/hari.

Kementerian Kesehatan melalui Isi Piringku juga memandu asupan nutrisi, yakni membagi piring menjadi tiga bagian yakni setengah untuk sayuran dan buah, lalu seperempat karbohidrat seperti nasi atau kentang dan seperempat protein (hewani dan nabati dikombinasikan) mulai dari ayam, ikan, kacang-kacangan dan lainnya.

Untuk memudahkan, menu makan siang sekitar 700 kalori bisa terdiri dari: makanan pokok misalnya nasi 3 centong atau 3 buah kentang ukuran sedang atau 1,5 gelas mi kering; lauk pauk yang terdiri dari jenis hewani dan pilihannya beragam misalnya 2 potong sedang ayam tanpa kulit, atau 1 butir telur ayam atau 2 potong daging sapi ukuran sedang, kemudian lauk nabati seperti 2 potong tempe ukuran sedang.

Komponen lainnya, sayuran 1 mangkuk dan buah misalnya 2 potong pepaya atau 2 buah jeruk atau 1 buah pisang ambon.

"Kebanyakan lansia itu memantangkan protein, makan sayur takut asam urat, padahal di GERMAS tingkatkan konsumsi buah dan sayuran," ujar Lazuardhi yang berpraktik di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung itu.

Dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada lansia, terkadang muncul sejumlah masalah seperti gangguan nafsu makan, sulit mengunyah karena giginya tanggal dan kelemahan otot mengunyah, berkurangnya air liur sehingga sulit menelan, mudah kenyang, masalah lambung seperti sering mual dan kembung, serta masalah komborbid seperti jantung, paru, kanker sehingga hilang nafsu makan, demensia dan depresi.

Satu orang lansia bisa mengalami lebih dari satu masalah-masalah ini, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya. Bila begini, mengubah bentuk penyajian makanannya sesuai dengan kondisi lansia bisa menjadi alternatif.

Misalnya, pada masalah sulit menelan atau gigi tanggal, maka makanan bisa disajikan dalam bentuk lunak atau sesuai selera lansia.

Pilihan lainnya, pemberian nutrisi oral suplemen atau ONS yang biasanya berbentuk cair tetapi tinggi kalori dan protein sehingga mudah dikonsumsi dan dicerna. Lazuardhi menyarankan lansia berkonsultasi dulu dengan dokter gizi apabila berniat mengonsumsi ONS.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Anak yang sedang menstruasi boleh divaksin
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A mengatakan bagi anak yang sedang mengala...
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Live Streaming Radio Network