Mengenal diet Sonoma dan jenis makanan yang dikonsumsi
Elshinta
Senin, 31 Mei 2021 - 17:36 WIB |
Mengenal diet Sonoma dan jenis makanan yang dikonsumsi
Ilustrasi diet

Elshinta.com - Saat ini ada berbagai jenis program diet untuk menurunkan berat badan, salah satu yang sedang dibicarakan adalah diet Sonoma.

Diet Sonoma didasarkan pada diet Mediterania yang menekankan pada makan berbagai makanan padat nutrisi yang utuh. Diet ini berfokus pada mengontrol porsi makan dan konsumsi makanan sehat untuk mendorong penurunan berat badan serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan hanya dalam 10 hari.

Apa itu diet Sonoma?

Diet Sonoma adalah program penurunan berat badan yang dirancang oleh Connie Guttersen, ahli gizi dan penulis dua buku "The Sonoma Diet" yang diterbitkan pada tahun 2005 dan "The New Sonoma Diet" yang diterbitkan pada tahun 2011.

Buku-buku Guttersen menjelaskan tentang filosofinya dalam menurunkan berat badan, bagaimana berat badan dapat meningkatkan kesehatan dengan cara berfokus pada makanan utuh dan rencana diet yang akan membantu Anda menghentikan kecanduan gula. Selain itu, buku ini juga mengajari Anda untuk memuaskan keinginan rasa lapar dengan makanan sehat.

Diet Sonoma dinamai seperti wilayah anggur terkenal di California, Amerika Serikat (AS). Diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, yang berfokus pada makanan berenergi seperti minyak zaitun, biji-bijian, buah-buahan, sayuran segar, ikan, unggas, kacang-kacangan dan polong-polongan. Selain pola makan yang sehat, diet ini juga berfokus pada pengendalian porsi.

Bagaimana cara kerja diet Sonoma?

Tujuan dari diet ini adalah untuk membuat Anda merasa kenyang sambil mengkonsumsi makanan sehat dalam porsi kecil untuk mendorong penurunan berat badan. Diet Sonoma terstruktur dalam tiga fase yang disebut gelombang.

Gelombang pertama berlangsung selama 10 hari dan merupakan fase paling ketat, gelombang kedua memungkinkan Anda mencapai bobot ideal dan gelombang ketiga berfokus pada mempertahankan bobot tersebut.

Selama diet, Anda akan mengkonsumsi 10 makanan berenergi seperti blueberry, stroberi, anggur, bayam, paprika, brokoli, biji-bijian, tomat, minyak zaitun, dan almond. Makanan ini kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat.

Selain itu, diet ini mendorong Anda untuk makan tiga kali sehari serta camilan sehat, tetapi hanya jika Anda memiliki keinginan untuk makan di antara jam makan.
 

Gelombang 1

Fase ini adalah fase paling ketat yang berlangsung selama 10 hari. Ini dirancang untuk mempromosikan penurunan berat badan dengan mempelajari kontrol porsi dan menghilangkan makanan olahan dan manis.

Jenis makanan yang dapat dikonsumsi selama gelombang 1 adalah Biji-bijian, lemak olahan dalam mayones, margarin dan saus krim. Gula tambahan yang didapat dalam sirup maple, gula putih, makanan penutup, dan soda.

Selain itu, produk susu seperti keju berlemak penuh, semua jenis yogurt dan mentega. Buah-buahan tertentu seperti mangga, persik, pisang, dan delima. Sayuran tertentu seperti kentang, kacang polong, jagung, wortel, bit dan labu.

Ilustrasi - Yougurt


Gelombang 2

Fase ini dimulai setelah 10 hari ketika Anda telah mencapai berat badan ideal. Semua makanan yang dianjurkan selama gelombang 1 akan dilanjutkan dalam fase ini, tetapi makanan tertentu yang tidak diizinkan akan diperkenalkan kembali. Selain itu, olahraga harian dan pola makan terkontrol dipraktikan dalam fase ini.

Dalam gelombang 2, makanan yang dikonsumsi adalah semua jenis sayur kecuali kentang putih, semua jenis buah utuh, yogurt bebas lemak, cokelat hitam, anggur merah atau anggur putih 180 ml per hari.


Gelombang 3

Ini adalah fase terakhir dari diet Sonoma, yang akan membantu Anda mempertahankan berat badan tersebut. Aturan yang ada di gelombang 2 juga diterapkan di sini, namun makanan penutup dan manisan dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

Diet Sonoma dapat membantu menurunkan berat badan?

Tidak banyak penelitian tentang diet Sonoma untuk menurunkan berat badan. Namun, mengingat bahwa diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan untuk jangka panjang.

Jadi, diet Sonoma mungkin menawarkan hasil yang serupa dengan diet Mediterania. Selain itu, Anda akan menghilangkan makanan olahan dan mengonsumsi lebih banyak makanan padat nutrisi yang dapat membantu mengatur berat badan Anda.

Yang perlu dicatat, penurunan berat badan juga tergantung pada sejumlah faktor seperti aktivitas fisik, usia, metabolisme, kualitas tidur dan pengelolaan stres.

Manfaat penurunan berat badan dan kekurangan diet Sonoma

Karena diet Sonoma didasarkan pada pola makan Mediterania, ini dapat meningkatkan asupan nutrisi Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan yang mencakup makanan utuh dan membatasi makanan olahan meningkatkan asupan serat, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu, Anda akan mengonsumsi banyak makanan bergizi seperti alpukat, daging tanpa lemak, minyak zaitun, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran yang telah terbukti membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, peradangan dan gula darah.

Diet Sonoma juga memiliki kekurangan. Diet ini sangat rendah kalori dan dapat membatasi asupan kalori harian Anda karena kontrol porsi yang ekstrim. Asupan kalori yang rendah dapat meningkatkan rasa lapar dan gangguan pola makan.

Karena diet berfokus pada kontrol porsi, Anda harus mengganti piring makanan biasa Anda dengan piring tujuh inci atau mangkuk dua cangkir (475 ml) untuk sarapan dan piring sembilan inci untuk makan siang dan makan malam. Jadi, Anda harus mengukur beberapa makanan untuk mendapatkan ukuran porsi yang tepat.

Selain itu, diet ini bisa menjadi mahal dan sangat memakan waktu ketika harus merencanakan dan memasak makanan Anda.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Anak yang sedang menstruasi boleh divaksin
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A mengatakan bagi anak yang sedang mengala...
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Live Streaming Radio Network