Seorang kakek disambar buaya saat ambil air wudu di Sungai Mentaya
Elshinta
Selasa, 01 Juni 2021 - 21:20 WIB |
Seorang kakek disambar buaya saat ambil air wudu di Sungai Mentaya
​​​​​​​Korban sambaran buaya di Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan harus mendapat beberapa jahitan pada luka robek di paha kiri akibat gigitan buaya, Senin (31/5/2021) malam. ANTARA/HO-Istimewa

Elshinta.com - Seorang kakek bernama Isal (70), warga Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah disambar buaya saat mengambil air untuk wudu di Sungai Mentaya.

"Beliau menderita luka robek di kaki akibat gigitan buaya. Saat ini mendapat perawatan di rumah," kata Chandra, salah seorang kerabat korban, di Sampit, Selasa.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (31/5), sekitar pukul 19.00 WIB, ketika Isal hendak mengambil air wudu di sungai untuk melaksanakan Shalat Isya. Dia menuju titian yang menjulur ke sungai di belakang dapur rumahnya.

Saat dia mulai berwudu, dari dalam air muncul seekor buaya yang langsung menyambar kaki kirinya. Korban berusaha melepaskan diri dari gigitan satwa buas itu.

Upayanya berhasil. Dia kemudian bergegas naik untuk menghindari serangan susulan buaya.

Akibat kejadian itu, korban menderita luka robek di paha kirinya. Dia terpaksa mendapat beberapa jahitan pada luka tersebut.

Kejadian itu membuat kaget warga setempat meski selama ini kemunculan buaya bukan hal aneh bagi mereka. Namun, warga bersyukur karena korban selamat.

"Kalau ada kejadian seperti ini lagi, pasti warga semakin berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Buaya memang sering muncul," kata Suni, warga lainnya.

Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit Muriansyah mengaku baru mendapat informasi terkait kejadian itu. Pihaknya akan ke lokasi kejadian dan menjenguk korban.

"Kronologis lengkapnya, kami belum mendapatkannya. Kalau di perairan Sungai Mentaya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan itu umumnya tidak ada lanting. Yang ada memang semacam titian dari rumah warga ke sungai yang biasanya digunakan untuk MCK (mandi, cuci, dan kakus)," kata dia.

Kejadian ini sebagai kedua serangan buaya terhadap manusia pada 2021. Awal 2021, pada Jumat (1/1), sekitar pukul 23.30 WIB, seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang, menderita putus tangan kiri dan patah kaki kiri setelah buaya besar menerkam tangannya saat dia mencuci tangan, usai buang air besar di pinggir Sungai Mentaya. Selama 2020, data BKSDA Kalimantan Tengah mencatat 11 kasus serangan buaya di Kotawaringin Timur, meski tidak sampai merenggut nyawa.

BKSDA mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, apalagi saat hari gelap karena rawat terjadi serangan buaya. Kewaspadaan tinggi diperlukan karena populasi buaya di Sungai Mentaya diperkirakan masih cukup banyak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hanyut terbawa arus sungai saat mandi, Basarnas Medan turunkan personil lakukan pencarian
Sabtu, 31 Juli 2021 - 21:04 WIB
Personil siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan (Basarnas Medan) kembali menerima informasi ad...
Polisi selidiki penyebab lima ekor kerbau di Jepara mati terpanggang
Kamis, 29 Juli 2021 - 21:29 WIB
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran lima kandang kerbau di Desa Gerdu,...
15 hektare lahan di Ogan Ilir Sumsel terbakar
Rabu, 28 Juli 2021 - 23:21 WIB
Sedikitnya 15 hektare lahan di kawasan Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan I...
Kebakaran hanguskan dapur rumah makan dan gudang pertokoan di Sampit
Rabu, 28 Juli 2021 - 22:37 WIB
Kebakaran menghanguskan sejumlah dapur rumah makan di Pujasera dan gudang pertokoan di samping Pusat...
SD di Mamuju hangus terbakar
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:20 WIB
 Sebuah sekolah dasar (SD) di Lingkungan Salupangi Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro, Kabupaten M...
Polisi selidiki kebakaran hanguskan pulahan rumah di Palangka Raya
Senin, 26 Juli 2021 - 08:24 WIB
Kepolisian Resor Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyelidiki terbakarnya 20 bangunan rumah da...
TNI AL kembali evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Kalbar
Selasa, 20 Juli 2021 - 19:23 WIB
KRI Clurit-641 milik TNI AL kembali berhasil mengevakuasi satu korban meninggal dunia di hari ketuju...
TNI AL temukan enam korban kapal hilang di Kalbar, dua selamat
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:05 WIB
Prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam regu pencarian dan penyelamatan (SAR) pada Selasa me...
Tujuh ruko terbakar di Duren Sawit saat Idul Adha
Selasa, 20 Juli 2021 - 12:04 WIB
Sebanyak tujuh buah ruko yang berada di Jl. Teratasi Putih Raya No. 6, Duren Sawit, Jakarta Timur, t...
TNI AL kerahkan dua pesawat patroli maritim cari kapal hilang
Senin, 19 Juli 2021 - 18:38 WIB
TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua pesawat udara untuk melaksanakan patroli udara maritim dalam ...
Live Streaming Radio Network