India akan tingkatkan vaksinasi COVID-19 tiga kali lipat per hari
Elshinta
Rabu, 02 Juni 2021 - 08:45 WIB |
India akan tingkatkan vaksinasi COVID-19 tiga kali lipat per hari
Seorang polisi meminta warga yang datang untuk menerima dosis vaksin penyakit virus korona (COVID-19) akibat ketidaktersediaan pasokan vaksin COVID-19 di Mumbai, India, Senin (3/5/2021). (REUTERS/FRANCIS MASCARENHAS)

Elshinta.com - India akan menyiapkan hingga 10 juta dosis vaksin COVID-19 per hari pada Juli dan Agustus, dibandingkan pasokan 3 juta dosis vaksin per hari yang tersedia saat ini.

Negara terpadat kedua di dunia itu telah menderita wabah yang menghancurkan sejak April, dan baru-baru ini mereda. Para ahli kesehatan mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah lonjakan COVID-19 lainnya adalah vaksinasi massal terhadap 1,3 miliar penduduknya.

"Kami tidak ragu bahwa kami akan dapat meningkatkan kecepatan vaksinasi, begitu pasokan meningkat," kata penasihat pemerintah V K Paul kepada wartawan, Selasa.

Produsen vaksin seperti Serum Institute of India dan Bharat Biotech berusaha keras untuk meningkatkan pasokan, selain pembicaraan yang dilakukan India dengan produsen vaksin asing besar seperti Pfizer Inc, kata para pejabat.

Kementerian kesehatan mengatakan hampir 45 juta orang telah divaksinasi penuh atau mencakup 4,7 persen dari 950 juta populasi orang dewasa di negara itu. India memberikan hampir 2,8 juta dosis pada Senin (31/5), menurut data dari portal vaksin resminya.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menuai kritik atas peluncuran vaksin yang lambat meskipun India adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia, termasuk untuk suntikan AstraZeneca.

Beberapa negara bagian mengeluhkan kekurangan vaksin AstraZenca dan vaksin lain yang disebut Covaxin, yang dikembangkan oleh perusahaan India, Bharat Biotech.

Bulan lalu, pemerintah memerintahkan agar interval antara dua dosis AstraZeneca ditingkatkan menjadi 12-16 minggu dari 4-6 minggu, yang menurut para ahli disebabkan oleh terbatasnya persediaan.

Paul mengatakan tidak ada rencana untuk mencampur dosis berbagai vaksin yang telah disarankan beberapa pejabat sebelumnya. Dia juga mengatakan setiap orang dianjurkan untuk mengambil dua dosis penuh vaksin AstraZeneca dan tidak membatasi diri pada satu suntikan saja.

"Aturan vaksin Covishield India adalah dua dosis, tidak ada perubahan. Dan Covaxin juga untuk dua dosis," kata Paul.

Pada Selasa, negara itu melaporkan kenaikan infeksi baru harian terendah selama lebih dari sebulan dengan 127.510 kasus, sementara kematian juga berada di angka terendah sejak 27 April dengan 2.795 kematian.

"Penahanan (virus) telah berhasil. Namun, itu bukan solusi yang berkelanjutan dan kami harus menemukan langkah untuk mengurangi penguncian," kata Balram Bhargava, kepala Dewan Penelitian Medis India.

Jumlah keseluruhan infeksi negara raksasa Asia Selatan itu sekarang mencapai 28,2 juta, sementara jumlah kematian telah mencapai 331.895, menurut data kementerian kesehatan setempat.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
14 tewas akibat gudang di Changchun terbakar
Minggu, 25 Juli 2021 - 12:51 WIB
Sedikitnya 14 orang tewas terpanggang akibat salah satu gudang di Kota Changchung, Provinsi Jilin, C...
Korsel kembali kirim konsentrator oksigen, ventilator untuk Indonesia
Sabtu, 24 Juli 2021 - 21:53 WIB
Pemerintah Korea Selatan mengirim bantuan darurat penanganan COVID-19 tahap kedua untuk Indonesia, y...
China punya kereta maglev 600 km per jam, tercepat di dunia
Selasa, 20 Juli 2021 - 23:48 WIB
China memiliki kereta levitasi magnetik (maglev) yang mampu melaju hingga 600 kilometer per jam, dik...
65 Kasus baru COVID-19 muncul di China
Selasa, 20 Juli 2021 - 10:58 WIB
Sebanyak 65 kasus baru COVID-19 muncul di China daratan pada Senin (19/7), naik dua kali ljpat diban...
Korsel kirim konsentrator oksigen, ventilator ke Indonesia
Minggu, 18 Juli 2021 - 18:00 WIB
Pemerintah Korea Selatan memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dengan mengirimkan 350 konse...
China catat 30 kasus baru COVID, sebagian besar impor
Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:56 WIB
China melaporkan 30 kasus baru COVID-19 pada Jumat (16/7), turun dibanding 36 kasus pada hari sebelu...
14 orang terjebak di terowongan di China selatan
Jumat, 16 Juli 2021 - 07:18 WIB
Sedikitnya 14 orang terjebak di lokasi terowongan jalan bebas hambatan di Kota Zhuhai, di China bagi...
China beri bantuan medis dan vaksin senilai 7,8 juta dolar
Kamis, 15 Juli 2021 - 23:36 WIB
Pemerintah China memberikan bantuan medis dan vaksin kepada Indonesia senilai 7,8 juta dolar AS meny...
Taliban di Afghanistan rebut perbatasan utama dengan Pakistan
Kamis, 15 Juli 2021 - 09:35 WIB
Kelompok militan Taliban di Afghanistan menguasai perbatasan utama dengan Pakistan pada Rabu (14/7),...
PBB: Afghanistan di ambang krisis kemanusiaan
Selasa, 13 Juli 2021 - 23:10 WIB
Lebih banyak warga Afghanistan kemungkinan akan meninggalkan rumah mereka akibat meningkatnya keker...
Live Streaming Radio Network