BPBD: 21 kecamatan di Kabupaten Bekasi rawan banjir
Elshinta
Jumat, 04 Juni 2021 - 11:16 WIB |
BPBD: 21 kecamatan di Kabupaten Bekasi rawan banjir
Aktivitas warga Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat usai dilanda banjir pada Bulan Februari 2021. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat 21 dari total 23 kecamatan di daerah itu masuk kategori wilayah rawan banjir.

"Warga terus waspada terlebih hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi Muhammad Said di Cikarang, Jumat.

Said mengaku saat ini hanya ada dua kecamatan di wilayahnya yakni Kecamatan Bojongmangu dan Cibarusah yang berada di tingkat kerawanan banjir rendah sementara selebihnya merupakan daerah rawan banjir.

Dia menyebut meski tingkat kerawanan banjirnya rendah bukan berarti kedua daerah itu bebas bencana. Bojongmangu merupakan daerah dataran tinggi sehingga rawan terjadi longsor sedangkan Cibarusah hampir setiap tahunnya dilanda bencana kekeringan karena sulit menemukan mata air.

Said mengimbau warga tidak lagi terpaku pada musim penghujan maupun kemarau sebab di masa peralihan iklim dan cuaca ini, hujan bisa turun setiap saat.

"Biasanya Mei-Juni itu dihadapkan musim kemarau tapi masalahnya sekarang beberapa kali di hari terakhir ini kok masih turun hujan. Sehingga kini kami imbau warga tidak lagi terpaku rutinitas tahunan, bulan ini kemarau, bulan ini hujan. Saat ini kita harus siap dengan kondisi yang ada," katanya.

Hujan lebat yang turun sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di dua titik yakni Kali Ulu Cikarang Utara dan Kedungwaringin meski tidak sampai menggenangi rumah warga.

Dia menyatakan bukan tidak mungkin jika hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur, banjir besar kembali akan merendam Kabupaten Bekasi.

"Untuk itu, karena ada perubahan cuaca dan iklim, kita semua harus waspada. Kemarin di Kali Ulu dan Kedungwaringin sudah sampai satu lutut, beruntung banjir menggenang sesaat, setelah itu surut lagi," ucapnya.

Said mengungkapkan banjir besar yang terjadi awal tahun lalu telah membuat jumlah wilayah rawan bencana di Kabupaten Bekasi meningkat dari semula 20 kini menjadi 21 kecamatan. Praktis hanya dua kecamatan dengan tingkat kerawanan rendah.

"Memang ada peningkatan daerah rawan, jadi total ada 21 dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi dengan total 157 titik," ucap dia.

Seperti diketahui pada Februari-Maret 2021 banjir besar melanda Kabupaten Bekasi dengan tinggi muka air mencapai lebih dari dua meter. Terparah terjadi di Kecamatan Pebayuran lantaran tanggul di hilir Citarum jebol sehingga merendam ribuan rumah warga hingga menyebabkan puluhan ribu warga juga terpaksa mengungsi.

Pemerintah daerah saat ini menyiapkan penambahan delapan desa tanggap bencana (Destana) untuk meminimalisir dampak bencana termasuk bencana banjir.

"Sejak 2017, Kabupaten Bekasi telah membentuk 14 kelurahan dan desa tanggap bencana. Tahun ini akan ditambah delapan lagi desa tanggap bencana dengan harapan mampu meminimalisir dampak bencana," kata Said.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Pacitan, Jawa Timur
Rabu, 28 Juli 2021 - 06:15 WIB
Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa, pukul 23.21 WI...
BPBD Tojo Una-Una: Tidak ada korban jiwa pascagempa Magnitudo 6,5
Selasa, 27 Juli 2021 - 14:47 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una belum menerima laporan adanya korb...
BMKG: Gempa di Tojo Una-Una tidak terkait aktivitas Gunung Colo
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:57 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 6...
Gempa M6,5 Sulteng, warga pesisir Bolaang-Bunta diminta jauhi pantai
Senin, 26 Juli 2021 - 23:23 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta masyarakat pesisir Bolaang dan Bunta menjauhi pa...
Gempa magnitudo 6,5 guncang Kabupaten Tojo Una-Una
Senin, 26 Juli 2021 - 19:36 WIB
 Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Semenanjung Minahasa, Kabupaten Tojo Una-Una, ...
Tim Satgas Karhutla Riau berjibaku padamkan api
Minggu, 25 Juli 2021 - 12:29 WIB
Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau masih terus berjibaku melakukan pemadaman kebak...
Tim gabungan padamkan karhutla di hutan lindung Giam Siak Kecil
Jumat, 23 Juli 2021 - 07:15 WIB
Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Giam ...
Pascabanjir, TNI bersama warga bersihkan lumpur rumah warga
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:47 WIB
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah pada hari Rabu (21/7) kemarin,...
BMKG pantau ada 27 titik panas di Sumut
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:10 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memantau ada 27 titik panas di sejumlah wilayah di Provi...
Banjir genangi sejumlah wilayah di Cilacap
Rabu, 21 Juli 2021 - 13:05 WIB
Bencana banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat hujan lebat ya...
Live Streaming Radio Network