Kepala Rutan Kelas I Depok tindak tegas WBP yang selundupkan ponsel  
Elshinta
Jumat, 04 Juni 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kepala Rutan Kelas I Depok tindak tegas WBP yang selundupkan ponsel  
Sumber foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok, Anton, mengapresiasi peran serta masyarakat iku peduli dan mengawasi jalannya pembinaan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kota Depok.

Disebutkan Anton, pihaknya mendapat laporan masyarakat bahwa ada seorang WBP yakni Syahril Parlindungan Martinus Marbun, aktif di media sosial. Rutan Kota Depok,  sudah menangani dan memberikan sanksi keras dan tegas kepada seorang WBP, Syahril Parlindungan Martinus Marbun. 

Martinus Marbun ini adalah terpidana pidana asusila pada anak-anan dengan belasan korban. Saat ini, sedang menjalani masa pidana di Rutan Kelas I Depok atas perkara Pasal 81 KUHP.

"Adanya dugaan penyalahgunaan alat komunikasi berupa handphone yang dilakukan oleh salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok, maka kami melakukan langkah-langkah penindakan melakukan razia ulang. Kami sudah sering operasi kepemilikan barang-barang yang dilarang. Tapi, ada saja yang terus berlaku salah," ucap Anton seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy. 

Dari pemeriksaan, pengakuan yang bersangkutan bahwa handphone tersebut didapat dari warga binaan lain yang telah bebas yaitu, Rian Febriansyah.

"Lantaran pelanggaran Martinus Marbun ini, dia, dibawa ke ruangan Kesatuan Pengamanan RUTAN untuk dilakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," ucap Anton.

Sanski yang diberikan kepada Martinus berupa penjatuhan hukuman disiplin berupa tutupan kurungan sunyi selama 2 x 6 hari dimulai tanggal 3 Juni 2021 sampai tanggal 14 Juni 2021 dan dapat diperpanjang selama 2 x 6 hari. .

Serta mengusulkan yang bersangkutan untuk dijatuhi hukuman berupa Register F yang secara otomatis, Martinus tidak mendapatkan hak – hak seperti hak mendapatkan remisi, dan pengusulan integrasi serta hak-hak lainnya. 

Rutan Depok telah melakukan penyitaan barang bukti berupa telepon selular yang digunakan oleh yang bersangkutan.

Saat ini, Martinus pada hari Kamis, 3 Juni 2021 pada pukul 00.29 WIB  telah pindahkan ke kamar isolasi menindaklanjuti hasil dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dilakukan sebelumnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Surakarta operasikan pos di Pasar Klewer pada masa PPKM
Kamis, 29 Juli 2021 - 17:00 WIB
Polres Kota Surakarta telah mengoperasikan pos pantau terpadu di Pasar Tradisional Klewer untuk mema...
Masyarakat diminta waspadai pihak-pihak mengaku kerja sama dengan KPK
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:48 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat mewaspadai pihak-pihak yang mengaku bekerja sa...
ICW pertanyakan Juliari hanya dituntut 11 tahun penjara
Kamis, 29 Juli 2021 - 15:20 WIB
Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JP...
KPK: Tuntutan 11 tahun penjara Juliari sesuai fakta persidangan
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:46 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tuntutan 11 tahun penjara terhadap mantan Menteri Sosi...
Menkumham: Kebijakan pemerintah bukan untuk kekang masyarakat
Kamis, 29 Juli 2021 - 12:32 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan berbagai kebi...
KPK apresiasi hakim tolak praperadilan tersangka Angin Prayitno Aji
Kamis, 29 Juli 2021 - 11:10 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selata...
Pemkot Tangerang tak toleransi oknum lakukan pungutan bansos COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:57 WIB
Pemerintah Kota Tangerang menyatakan tidak akan menoleransi apabila ada oknum, baik di tingkat RT/RW...
Peretasan kian marak belum gugah pembuat UU percepat bahas RUU PDP
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:45 WIB
Kebocoran data pribadi terulang kembali, kali ini data BRI Life diduga diretas dan dijual di situs g...
29 Juli 1947: TNI-AU melancarkan serangan udara untuk pertama kalinya
Kamis, 29 Juli 2021 - 06:00 WIB
Tepat pada 29 Juli 1947, sekira pukul 05.00 WIB, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) ...
Polri edarkan kembali obat terapi COVID-19 yang disita dari pelaku
Kamis, 29 Juli 2021 - 00:05 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggunakan wewenangnya untuk mengedarkan kembali barang bukti...
Live Streaming Radio Network