Polda Metro bekuk kakak adik terkait kasus penipuan Rp29 miliar
Elshinta
Jumat, 04 Juni 2021 - 18:06 WIB |
Polda Metro bekuk kakak adik terkait kasus penipuan Rp29 miliar
Dokumentasi pemeriksaan kesehatan terhadap kakak beradik diduga pelaku penipuan sebesar Rp29 miliar oleh Polda Metro Jaya, Jumat (4/6/2021). HO-Polda Metro Jaya

Elshinta.com - Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk perempuan kakak adik berinisial PR dan FR diduga terkait kasus penipuan sebesar Rp29 miliar.

"Advokat melaporkan terlapor PR dan FR ke SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) Polda Metro Jaya dengan kerugian Rp29 miliar," Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat.

Jerry menjelaskan terlapor ditangkap atas laporan advokat SSM berdasarkan laporan polisi nomor LP/ 7583/ XII/ YAN.2.5/ 2020/ SPKT PMJ, tanggal 22 Desember 2020. Adapun pasal yang dipersangkakan dalam laporan tersebut yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Serfasius Serbaya Manek mengungkap antara korban dan pelaku adalah rekan bisnis. "Rentetan peristiwa terjadi sekitar 2019 sampai 2020," tuturnya. Ia mengatakan, sebetulnya salah satu pelaku pernah terjerat kasus serupa.

Namun, saat itu berakhir damai lantaran korban mau memaafkan dan pelaku berjanji mengganti kerugian. "Saat itu pelaku memberikan cek dengan nominal kerugian. Namun, saat mau dicairkan ternyata tidak bisa. Cek kosong," ungkapnya. Terkait detail penipuan yang dilakukan, Serfan masih belum bersedia memberikan rinciannya.

Namun, ia mengatakan hubungan bisnis antara keduanya yakni, korban kerap kali membuat sebuah pagelaran acara dan menggunakan jasa dari kedua pelaku untuk merealisasikannya. "Namun saat hari H nyatanya kosong," katanya. Lebih lanjut Serfan mengapresiasi kinerja penyidik yang bisa menangkap pelaku karena selama ini kedua pelaku kerap berpindah-pindah tempat.

"Kalau sampai ada upaya penangkapan berarti sebetulnya pelaku sudah diberikan haknya sesuai ketentuan hukum. Yakni ada pemanggilan pertama kedua dan selanjutnya. Kalau sampai ada upaya penangkapan diduga kuat kedua pelaku ini tidak kooperatif terhadap Kepolisian," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, kedua pelaku juga tengah tersandung beberapa kasus yang juga tengah diselidiki oleh penyidik Polda Metro Jaya. Saat ini kedua pelaku masih diperiksa secara intensif oleh penyidik kepolisian di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
ICW pertanyakan Juliari hanya dituntut 11 tahun penjara
Kamis, 29 Juli 2021 - 15:20 WIB
Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JP...
KPK: Tuntutan 11 tahun penjara Juliari sesuai fakta persidangan
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:46 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tuntutan 11 tahun penjara terhadap mantan Menteri Sosi...
Menkumham: Kebijakan pemerintah bukan untuk kekang masyarakat
Kamis, 29 Juli 2021 - 12:32 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan berbagai kebi...
KPK apresiasi hakim tolak praperadilan tersangka Angin Prayitno Aji
Kamis, 29 Juli 2021 - 11:10 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selata...
Pemkot Tangerang tak toleransi oknum lakukan pungutan bansos COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:57 WIB
Pemerintah Kota Tangerang menyatakan tidak akan menoleransi apabila ada oknum, baik di tingkat RT/RW...
Peretasan kian marak belum gugah pembuat UU percepat bahas RUU PDP
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:45 WIB
Kebocoran data pribadi terulang kembali, kali ini data BRI Life diduga diretas dan dijual di situs g...
29 Juli 1947: TNI-AU melancarkan serangan udara untuk pertama kalinya
Kamis, 29 Juli 2021 - 06:00 WIB
Tepat pada 29 Juli 1947, sekira pukul 05.00 WIB, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) ...
Polri edarkan kembali obat terapi COVID-19 yang disita dari pelaku
Kamis, 29 Juli 2021 - 00:05 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggunakan wewenangnya untuk mengedarkan kembali barang bukti...
Polri tangkap enam pelaku penjual tabung APAR jadi tabung oksigen
Rabu, 28 Juli 2021 - 23:54 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap enam orang pelaku penjual tabung Alat Pemadam Api Ri...
Tersangka Asabri Benny Tjockrosaputro dan Heru Hidayat segera disidang
Rabu, 28 Juli 2021 - 23:32 WIB
Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melimpahkan tahap II atas dua berkas perkara tersangka kasus duga...
Live Streaming Radio Network