Tiga gaya hidup berkelanjutan yang bisa diterapkan masyarakat kota
Elshinta
Sabtu, 05 Juni 2021 - 10:34 WIB |
Tiga gaya hidup berkelanjutan yang bisa diterapkan masyarakat kota
Ilustrasi gaya hidup berkelanjutan (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, masyarakat kota dapat berpartisipasi dalam memulihkan ekosistem bumi dengan cara melakukan gaya hidup berkelanjutan.

Gaya hidup berkelanjutan di sebuah kota adalah salah satu usaha untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni dan dapat membantu mengembalikan ekosistem.

Tahun ini Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengangkat tema "Restorasi Ekosistem" dan akan menjadi peluncuran UN Decade on Ecosystem Restoration. Restorasi ekosistem dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti menanam pohon, membuat kota hijau, membangun kembali taman, mengubah pola makan atau membersihkan sungai dan pantai.

Setidaknya ada tiga gaya hidup masyarakat perkotaan yang dapat membantu memulihkan ekosistem bumi agar generasi mendatang dapat menikmati bumi yang lebih sehat dengan kondisi kehidupan yang berkelanjutan, mengutip rilis resmi Jakarta Smart City pada Sabtu.

1. Belanja berkelanjutan
Berbelanja merupakan sebuah kebutuhan, baik belanja bulanan, atau secara instan di minimarket/restoran. Namun ketika berbelanja, tahukah seberapa banyak sampah plastik yang dihasilkan?

Berdasarkan data dari greeneration.org, Indonesia menghasilkan estimasi 64 juta ton sampah setiap tahunnya dengan masing-masing 60 persen dari sampah organik dan 15 persen dari plastik bahkan mencapai 67.8 juta ton pada tahun 2020.

Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi sampah plastik melalui belanja berkelanjutan, seperti berbelanja dari toko grosir zero-waste, membawa tas reusable ketika berbelanja, menggunakan tempat makan dan tumbler ketika membeli makanan/minuman dari restoran.

2. Rumah berkelanjutan
Sebuah rumah yang berkelanjutan menghasilkan sampah rumah tangga yang lebih sedikit. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah harian, seperti mengurangi sampah dengan membuat makanan berjumlah moderat untuk menghindari makanan menjadi mubazir.

Kedua, memisahkan sampah menjadi tiga kategori yakni sampah organik (sisa makanan), sampah anorganik (kertas, plastik, kardus), dan sampah bahan berbahaya dan beracun (baterai, obat-obatan, minyak, kabel, dan cat). Kemudian Anda juga bisa mulai pengomposan dari limbah organik di rumah.

3. Sustainable commuting
Polusi udara juga merupakan sebuah perhatian, dan dapat dikurangi dengan penggunaan kendaraan pribadi yang lebih sedikit. Bahkan, Jakarta menyediakan banyak opsi kendaraan umum yang menghubungkan hampir ke seluruh area dengan harga terjangkau.

Anda dapat berkontribusi dalam mengurangi emisi kendaraan dengan cara berjalan kaki sebisa mungkin, menggunakan kendaraan umum, menggunakan sepeda untuk berkendara, commuting, dan memanfaatkan bersepeda.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf ajak pelaku usaha kibarkan bendera Merah Putih
Senin, 02 Agustus 2021 - 22:04 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak para pelaku usaha mengibarkan bendera M...
Seorang pengusaha lelang rumah untuk bantu penanganan COVID-19 Kalbar
Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:18 WIB
Pengusaha Hendri Saputra melelang satu rumah dan menyumbangkan hasilnya untuk membantu penanganan ...
Sapek Panggang, kuliner nikmat di Dangau Pasawangan Agam
Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:56 WIB
Sapek Panggang adalah nama kuliner yang terbuat dari ikan sapek (sepat) kering lalu dibakar menjadi...
Mengenal AMG 300 SEL 6.8 yang berjaya di Spa-Francorchamps
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:00 WIB
Spa-Francorchamps merupakan sebuah ajang balap yang mempertemukan AMG dalam area sirkuit motorsport ...
Gaya hidup digital diprediksi terus jadi tren walau usai pandemi
Sabtu, 31 Juli 2021 - 09:45 WIB
General Manager Corporate, Prepaid and Postpaid Brand & Communications Telkomsel Himawan Prasetyo me...
Kemenparekraf fasilitasi pengembang lokal ke Tokyo Game Show 2021
Jumat, 30 Juli 2021 - 16:23 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) memfasi...
Aplikasi pencarian kerja Sampingan makin diminati selama pandemi
Minggu, 25 Juli 2021 - 10:30 WIB
Platform solusi manajemen tenaga kerja, Sampingan, mengatakan kehadirannya makin diminati oleh masya...
Psikolog: Batasi penggunaan gawai anak dengan beraktivitas bersama
Minggu, 25 Juli 2021 - 10:00 WIB
Psikolog anak lulusan Universitas Indonesia Fathya Artha Utami, M.Sc., M.Psi, mengatakan orang tua b...
Kominfo sediakan jutaan kuota pelatihan digital
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:59 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini memiliki jutaan kuota untuk peserta pelatihan digita...
Lima kegiatan untuk merayakan Hari Anak Nasional di rumah
Jumat, 23 Juli 2021 - 07:30 WIB
Banyak hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dan Anak dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional (HAN...
Live Streaming Radio Network