Pekan Mode Paris akan gunakan alat pengukur jejak karbon
Elshinta
Sabtu, 05 Juni 2021 - 21:40 WIB |
Pekan Mode Paris akan gunakan alat pengukur jejak karbon
Kolase dari tangkapan layar Instagram, memperlihatkan para model sedang memperagakan koleksi terbaru dari rumah mode Dior. Pagelaran busana dalam rangkaian acara Paris Fashion Week ini digelar di Istana Versailles, Paris, Prancis pada Senin (8/3) waktu setempat. (Instagram/@dior)

Elshinta.com - Masalah lingkungan hidup dalam dunia fesyen selalu menjadi perdebatan, dan hal ini menjadi pertimbangan bagaimana pertunjukan busana offline akan digelar kala pandemi usai.

Fédération de la Haute Couture et de la Mode telah bekerja selama beberapa tahun untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Laman WWD melaporkan bahwa federasi fesyen itu akan menghadirkan alat digital baru untuk membantu sejumlah brand fesyen di Pekan Mode Paris untuk mengukur dampak lingkungan dari pertunjukan dan koleksi mereka dengan tujuan untuk mengetahui rekam jejak brand tersebut terhadap lingkungan hidup.

“Kami memiliki tugas untuk memberikan kepemimpinan global,” kata Pascal Morand, presiden eksekutif federasi, membahas peran Pekan Mode Paris di bidang sosial dan ekologi dalam sebuah jumpa pers di Paris, Prancis, dikutip dari laman WWD pada Sabtu.

Federasi pada akhir 2019 telah menetapkan untuk membangun alat digital untuk merekam jejak dampak brand fesyen yang menjadi anggota atau pada kalender resmi Pekan Mode Paris, pada lingkungan hidup.

Alat yang ini dikembangkan oleh PwC France pada tahun 2020 dan diuji awal tahun ini, sistem pengukuran baru akan diluncurkan sepenuhnya pada bulan September 2021 dan tersedia secara gratis untuk brand fesyen.

Pendanaan untuk mendukung fesyen berkelanjutan ini disediakan oleh Komite untuk Pengembangan dan Promosi Pakaian Prancis, yang lebih dikenal dengan akronim DEFI.

Dalam hal menghitung dampak sebuah pertunjukan, para perancang alat kalkulasi baru ini berupaya untuk memungkinkan penilaian suatu peristiwa sebelum terjadi untuk membantu brand fesyen membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

"Idenya adalah untuk membuatnya sederhana, menyenangkan — tidak seperti bermain game, tapi mungkin sedikit, kami tidak ingin itu membosankan — dengan hasil dan proposal nyata dan langsung untuk praktik yang baik,” jelas Morand.

Alat ini dapat menghitung dengan 120 indikator kinerja utama dari satu brand fesyen, yang mencakup semua tahapan acara, mulai dari mendaftar dengan rumah produksi hingga casting dan fitting, dan termasuk komunikasi digital.

Sejumlah perusahaan produksi pertunjukan dan firma kehumasan terlibat dalam proyek ini, selain sejumlah rumah mode.

"Alat itu nantinya akan dibagikan dengan penyelenggara peragaan busana di belahan dunia lain," kata Morand.

Alat lainnya dikembangkan untuk koleksi busana dari brand fesyen guna mengukur dampak sosial dan lingkungan mereka.

Institute Française de la mode mengambil bagian dalam proyek itu, bersama dengan sejumlah federasi industri fesyen di Prancis, dan rencananya juga akan diluncurkan pada bulan September 2021.

Seperti halnya alat untuk mengukur dampak pagelaran busana, alat ini dimaksudkan untuk digunakan secara luas oleh industri fesyen.

Federasi telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jejak karbon pada lingkungan dari Pekan Mode Paris, dengan menggunakan angkutan berupa mobil listrik untuk mengangkut peserta ke pertunjukan di sekitar ibu kota, mendaur ulang limbah dan bekerja dengan organisasi La Réserve des Arts untuk penggunaan kembali set.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siaran palsu Olimpiade berupaya curi data pengguna
Senin, 26 Juli 2021 - 12:16 WIB
Olimpiade Musim Panas Tokyo 2021 tidak luput dari agenda para penjahat siber, yang ingin mencuri dat...
Kominfo bagikan cara menonton siaran televisi digital
Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:02 WIB
Beberapa daerah di Indonesia sudah atau akan mendapatkan siaran televisi teresterial di rumah dalam ...
Bisnis cryptocurrency di kalangan milienial, bisa raup miliaran rupiah, lho!
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:46 WIB
Perjalanan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Seperti halnya anak muda kelahiran 9 Juli 1999...
Jeff Bezos terbang ke luar angkasa
Rabu, 21 Juli 2021 - 09:49 WIB
Miliuner Jeff Bezos sukses menyelesaikan penerbangan ke luar angkasa dengan pesawat ulang-alik New S...
Menkeu apresiasi fitur ekonomi digital permudah masyarakat bayar pajak
Rabu, 14 Juli 2021 - 09:29 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasi layanan dan fitur ekonomi digital yang dikembangka...
Clubhouse dan TED kolaborasi untuk program audio eksklusif
Selasa, 13 Juli 2021 - 09:23 WIB
Platform audio sosial Clubhouse dan platform konten daring TED, berkolaborasi dalam sebuah rangkaian...
realme Watch 2 Pro, penunjang hidup sehat saat pandemi
Minggu, 11 Juli 2021 - 13:15 WIB
Jam tangan pintar menjadi salah satu gawai primadona di masa pandemi ini, menawarkan fitur-fitur unt...
IKYK-Rabbani.co ajak pencinta mode berbagi lewat fesyen
Minggu, 11 Juli 2021 - 10:00 WIB
Lini pakaian siap pakai IKYK (I Know You Know) dan jenama modest wear Rabbani.co berkolaborasi dal...
Pinterest larang semua iklan terkait penurunan berat badan
Senin, 05 Juli 2021 - 10:23 WIB
Platform media sosial Pinterest mengucapkan selamat tinggal pada iklan penurunan berat badan. Aturan...
Pra-registrasi game Marvel Future Revolution dibuka
Kamis, 01 Juli 2021 - 17:23 WIB
Netmarble dan Marvel Entertainment membuka pra-pendaftaran secara global untuk game mobile Marvel ...
Live Streaming Radio Network