Aktivitas Pasar Jibama masih sepi usai penembakan
Elshinta
Jumat, 11 Juni 2021 - 15:32 WIB |
Aktivitas Pasar Jibama masih sepi usai penembakan
Aktivitas jual beli di Pasar Jibama, Kabupaten Jayawijaya, Papua. (ANTARA/Jaclien Ramandey)

Elshinta.com - Aktivitas jual beli di Pasar Jibama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua masih terhenti pasca penembakan warga sipil oleh salah satu oknum anggota Kopassus pada 4 Juni lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya Lukas Kossay di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat, mengaku sudah mengimbau masyarakat kembali berjualan sebab persoalan itu telah ditangani secara hukum.

"Masalah itu sudah masuk kriminal jadi silahkan proses hukum, silahkan lanjut. Tetapi kalau menyangkut jual beli masyarakat di pasar, itu sama sekali tidak ada kaitan, hanya karena tempat mereka terjadi persoalan, itu saja," katanya.

Masyarakat juga belum berani beraktivitas sebab secara budaya, pihak keluarga korban harus melakukan ritual bakar darah korban penembakan baru mereka bisa berjualan.

"Belum dilakukan proses bakar darah karena itu kembali ke keluarga. Kemarin mereka turun dari kampung itu sudah dibicarakan, muda-mudahan hari ini, (Jumat, 11/6) Jam 4:00 WIT mereka lakukan pembakaran," katanya.

Jika proses bakar darah sudah dilakukan hari ini maka pada Sabtu, aktivitas sudah kembali berjalan di sana.

"Kalau sudah, berarti besok masyarakat sudah beraktivitas dan hari Senin sudah normal," katanya.

Disnakerindag terus membangun koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) terkait jaminan keamanan di sana.

"Komitmen kita dengan satpol, lintas koordinasi jalan, pengawasan jalan, terus kita hadir dengan masyarakat, memberikan informasi bahwa masalah itu sudah ditangani pihak keamanan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah Jumat pagi menguat 48 poin
Jumat, 30 Juli 2021 - 09:23 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi...
IHSG Jumat dibuka menguat 15,64 poin
Jumat, 30 Juli 2021 - 09:12 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, dibuka menguat 15,64 poin
306 KPM warga Tinggarjaya menerima BST Kemensos tahap V dan VI 
Kamis, 29 Juli 2021 - 20:56 WIB
Sebanyak 306 KPM warga desa Tinggarjaya menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap V dan VI sebesar 6...
Dianggap gagal, peternak unggas mandiri minta mentan dan dirjen PKH mundur
Kamis, 29 Juli 2021 - 20:28 WIB
Peternak unggas mandiri meminta Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen Peternakan dan K...
Pupuk non subsidi mahal, pengamat sarankan petani rasional dalam memupuk
Kamis, 29 Juli 2021 - 20:19 WIB
Petani di berbagai daerah mengeluhkan mahalnya harga pupuk non subsidi saat ini. Padahal, kebutuhan ...
Bansos beras di DKI mulai disalurkan Kamis
Kamis, 29 Juli 2021 - 15:45 WIB
Bantuan sosial non tunai (BSNT) dalam bentuk beras di DKI Jakarta bagi warga yang terdampak akibat p...
Rupiah Kamis pagi melemah 2 poin
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 2 poin
Penyaluran BLT disambut antusias di Salatiga
Rabu, 28 Juli 2021 - 20:16 WIB
Warga Kota Salatiga, Jawa Tengah antusias mengantre Bantuan Langsung Tunai (BLT)  sebesar Rp 600 ri...
Banyak terdampak pandemi, ISEI: Yang nabung naik 20 persen  
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:55 WIB
Sudah 1 tahun 4 bulan kurang lebih Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Kebijakan pemerintah membatas...
Ini aturan perjalanan domestik dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu per 26 Juli 2021
Rabu, 28 Juli 2021 - 17:04 WIB
PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Kualanamu menerapkan ketentuan SE Menteri Perhubu...
Live Streaming Radio Network