Stres picu bruxism, kebiasaan buruk menggemeretakkan gigi
Elshinta
Jumat, 11 Juni 2021 - 17:01 WIB |
Stres picu bruxism, kebiasaan buruk menggemeretakkan gigi
Ilustrasi

Elshinta.com - Bruxism atau menggemeretakkan gigi atas dan bawah adalah kebiasaan buruk yang dapat terjadi karena dipicu oleh stres, jelas drg. Rosdiana Nurul Annisa Sp.KG dari RS Pelni.

"Salah satu penyebab utamanya adalah stres, jadi harus terapi untuk mencari sumber stres dan menguranginya," kata Rosdiana.


Dengan mencari tahu sumber stres dan mengatasinya, diharapkan kebiasaan buruk menggesekkan gigi atas dan bawah juga menghilang. Selain terapi, kebiasaan ini bisa dicegah dengan menggunakan alat bernama splin oklusal, pelindung gigi yang serupa dengan pelindung gigi petinju. Periksakan diri ke dokter gigi yang akan mencetak gigi Anda, lalu membuatkan pelindung gigi yang sesuai bentuk serta ukurannya. Alat itu dipakai sebelum tidur, sehingga ketika gigi atas dan bawah saling bergesekan, gigi tetap terlindungi.

Bila kebiasaan ini berlangsung secara rutin dan tidak diatasi, bruxism bisa menyebabkan gigi aus dan berdampak untuk kesehatan.

"Gigi aus akan mempengaruhi TMD, Temporomandibular disorders. Sendi kita yang membuat mulut bisa membuka dan menutup namanya Temporamandibula. Biasanya juga berpengaruh ke situ," kata dokter gigi dari Universitas Indonesia.

Biasanya kebiasaan ini terjadi tanpa sadar, dan yang menyadari adalah orang lain seperti pasangan atau teman sekamar karena proses tersebut menimbulkan bunyi berisik yang mengganggu. Rata-rata orang yang menggertakkan gigi tidak tahu dirinya melakukan itu.

"Kalau yang dilakukan secara sadar, namanya clenching. Beda sih sama bruxism. Tapi di gigi hampir mirip penampakannya. Tapi biasanya kalau clenching kan sadar, jadi lebih jarang ya. Kalau misalnya bruxism ya pas tidur biasanya."

Dikutip dari WebMd, salah satu gejala yang dirasakan adalah sakit kepala saat bangun tidur atau rahang yang sakit. Bila Anda curiga saat tidur melakukannya, periksakan diri ke dokter gigi yang akan mencari tanda-tanda bruxism di dalam mulut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Gizi UGM anjurkan pasien isoman konsumsi makanan berkalori tinggi
Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:50 WIB
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada Aviria Ermamilia menganjurkan pasien COVID-19 yang sedang menjalan...
Dokter: Anak yang sedang menstruasi boleh divaksin
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A mengatakan bagi anak yang sedang mengala...
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Live Streaming Radio Network