Perhatikan ini saat tolong orang serangan jantung
Elshinta
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:19 WIB |
Perhatikan ini saat tolong orang serangan jantung
Ilustrasi CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (​resusitasi jantung paru) (Pixabay)

Elshinta.com - Saat Anda melakukan pertolongan pertama pada kasus serangan jantung hingga tak sadarkan diri, seperti yang dialami legenda bulu tangkis nasional Markis Kido saat bermain bulu tangkis pada Senin (14/6), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya jangan mendudukkan tetapi membaringkannya.

"Seorang yang kolaps atau pingsan atau tidak sadarkan diri jangan didudukkan harusnya dibaringkan," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A. Damay kepada ANTARA melalui pesan elektroniknya, Selasa.

Vito mengatakan, membaringkan orang yang terkena serangan jantung membuat aliran darah ke otaknya lebih baik, karena posisi sejajar dengan jantung yang memompa darah.

"Kalau perlu malah kakinya diangkat 30 cm agar bisa membantu aliran balik sirkulasi darah ke jantung agar dipompa ke seluruh tubuh termasuk ke otak. Akan membantu orang yang pingsan cepat sadar penuh," kata dia.

Selain itu, Anda jangan memberikan dia minum hingga benar-benar sadar dan bisa minum sendiri. Hal ini untuk menghindari korban tersedak dan semakin berat kondisinya. Air bisa masuk ke saluran napas karena dia tak sadar dan menelan spontan. Jadi, tunggu dia sadar dulu lalu beri dia minum. Cara ini lebih aman.

Vito mengingatkan, saat seseorang pingsan atau hilang kesadaran mendadak, Anda perlu membangunkannya walau dia tidak bisa sadar penuh. Tetapi masih ada napas spontan dan nadinya berdenyut.

"Kalau henti jantung dipanggil tidak akan respon, napas spontan tidak ada atau mungkin mengorok dan denyut pun tidak teraba. maka segera lakukan CPR," tutur dia.

Salah satu metode CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (​resusitasi jantung paru) yang bisa Anda lakukan bila bukan seorang profesional kesehatan, ialah pijat jantung. Saat melakukannya, Anda juga harus punya teknik yang benar.

Menurut Vito, awam bahkan atlet perlu paham teknik CPR yang benar, apalagi setelah kasus serangan jantung hingga tak sadarkan diri yang menimpa beberapa figur publik seperti gelandang tim nasional Denmark, Christian Eriksen dan pebulutangkis Markis Kido.

PERKI sendiri mengadakan seminar untuk awam khusus untuk CPR ini agar dapat menolong rekan atau orang di sekitar mereka yang terkena serangan jantung atau henti jantung dan agar kasus serangan jantung yang sebenarnya bisa diselamatkan tak berujung kematian. Bagi Anda yang tertarik mendapatkan pengetahuan mengenai hal ini bisa menghubungi nomor (021) 57852940.

"Kemarin saya menanyakan PSSI, sekarang saya menanyakan PBSI. Mau kah kira kira kerjasama dengan PERKI untuk pelatihan basic life support awam," demikian kata Vito.

Di sisi lain, pengetahuan mengenai ciri serangan atau henti jantung yang terjadi begitu cepat juga perlu Anda pahami. Tetapi lebih dari itu, penting juga untuk mencegahnya jangan sampai terjadi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Keluar dari zona merah, BOR Kabupaten Kudus turun jadi 15 persen
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:26 WIB
Kondisi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini perlahan mulai membaik setelah sempat menjadi kota di Pula...
Mengenal jenis hepatitis dan penanggulangannya
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:00 WIB
Hepatitis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian, bahkan lebih dari satu juta jiwa ...
IDI: Kasus COVID-19 mulai meningkat di luar Pulau Jawa
Selasa, 27 Juli 2021 - 16:56 WIB
okter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyebutkan meski kasus COVID-19 telah mengalami penurunan di Pu...
Bio Farma telah memproduksi 90,1 juta dosis vaksin COVID-19
Selasa, 27 Juli 2021 - 13:06 WIB
PT Bio Farma (Persero) telah  memproduksi vaksin COVID-19 sekitar 90,1 juta dosis hingga 26 Juli 20...
Anak usia sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:46 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Re...
Cara periksa oximeter asli atau palsu
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:35 WIB
Oximeter, alat berukuran relatif kecil yang biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan ini puny...
Waktu ideal konsultasi pada dokter saat jalani isolasi COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:12 WIB
Ketua Persatuan Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia dokter Daeng M. Faqih menyarankan waktu ideal bag...
Antivirus COVID-19 tidak diperlukan untuk anak OTG dan gejala ringan
Minggu, 25 Juli 2021 - 11:30 WIB
Dokter spesialis kesehatan anak Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Ni...
Live Streaming Radio Network