Ridwan Kamil: Tak berwisata ke Bandung untuk lindungi masyarakat
Elshinta
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:36 WIB |
Ridwan Kamil: Tak berwisata ke Bandung untuk lindungi masyarakat
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melepas ekspor 23 ton produk kelapa parut kering atau desiccated coconut ke Kosta Rika dalam acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). (Foto : Rizal/Biro Adpim Jabar)

Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengutarakan alasan meminta wisatawan luar daerah tidak berkunjung dulu ke Bandung Raya selama sepekan mulai Selasa (15/6).

Menurut Gubernur, ini untuk melindungi masyarakat baik di Bandung Raya dan Jawa Barat pada umumnya, serta warga luar Jabar, khusus Kota Bandung yang saat ini sudah dikepung zona merah yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang notabene berbatasan langsung atau masih dalam satu aglomerasi.

"Ini kan bukan hal baru, keselamatan jiwa masyarakat adalah nomor satu jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan,” ujarnya di sela acara Jabar Punya Informasi (Japri) Pelepasan Ekspor Produk Kelapa Parut Kering di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu.

Saat ini, kata Gubernur, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 juga sudah di atas angka 80 persen. Angka ini melebihi ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan nasional yakni maksimal 60-70 persen.

“Hari ini karena keterisian rumah sakit juga sudah di atas 80 persen di Bandung Raya, makanya saya deklarasikan siaga satu dan mengimbau wisatawan supaya tidak datang dulu," katanya.

Pemprov Jabar bersama forkopimda telah bergerak bersama untuk mencegah penularan COVID-19 semakin menjadi. Jajaran kepolisian dari Polda Jabar katanya sudah siap mencegat di pintu perbatasan agar Bandung Raya tidak jebol.

"Polda sudah siap weekend (akhir pekan) ini tidak jebol oleh mereka- mereka yang tidak disiplin. Kalau tidak disiplin, nanti rumah sakitnya penuh, kolaps. Nanti biasa yang disalahkan pemerintah lagi dan sebagainya," ujarnya.

Apalagi saat ini varian baru virus COVID-19 dilaporkan sudah masuk ke beberapa daerah. Sebagai salah satu contohnya adalah kasus varian baru virus COVID-19 di wilayah Jawa Tengah hingga DKI Jakarta.

"Ini memang tidak nyaman. Ilmu kita tentang COVID-19 juga tidak paripurna tiap saat ada varian baru. Di Jawa Tengah sedang mengganas, Jakarta juga sudah hadir (varian baru)," katanya

Menurutnya, penerapan zonasi COVID-19 sangat penting untuk mengatur agar ekonomi tetap bisa bergerak. Misalnya, bagi daerah yang berada di zona merah maka aktivitas masyarakat ditahan terlebih dahulu, sedangkan zona oranye dan kuning dipersilahkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Itulah pentingnya ada zonasi merah, oranye, kuning apa. Merah kita tahan, ekonomi (di zona) kuning ya dipersilakan. Semua (pelarangan dan pembatasan) ini terjadi hanya di zona merah. Dan Jawa barat tidak semua zona merah hanya Bandung Raya yang sedang dikepung zona merah," kata Ridwan Kamil.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Bandung Raya siaga 1 dan meminta wisatawan tidak berkunjung dulu sampai sepekan. Pernyataan disampaikanya usai rakor Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Jawa Barat di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa (15/6).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Akses masuk perkotaan di Sukoharjo mulai dibuka
Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:10 WIB
Penutupan jalur utama di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mulai dikurangi.
Polisi buka semua penyekatan jalan di Kabupaten Kudus
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:45 WIB
Kepolisian Resor Kudus membuka penyekatan jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sehingga masyarakat...
BOR isolasi COVID-19 di Yogyakarta mulai turun
Selasa, 03 Agustus 2021 - 17:56 WIB
Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate ruang isolasi pasien COVID-19 di rumah sak...
Pemkab Sleman ajukan tambahan pasokan vaksin COVID-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 17:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Sleman meminta tambahan pasokan dosis vaksin COVID-19 kepada pemerintah pusat d...
Data vaksin di pusat dan daerah tidak sinkron sebabkan permintaan vaksin tidak dilayani
Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:46 WIB
Sejumlah bupati dan walikota di Jawa Tengah protes kepada pemerintah pusat terkait ketersediaan vaks...
Kemensos, Kejari dan Kepolisian kerjasama berantas pungli dana bansos
Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:26 WIB
Kementerian Sosial telah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri dan Kepolisan dalam mengantisipasi peny...
Supeltas Kota Malang mendapat vaksin Covid-19 tahap II 
Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:15 WIB
 Puluhan anggota Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di wilayah Kota Malang, kembali menjal...
Gandeng mahasiswa, Polres Rembang salurkan sembako untuk warga terdampak pandemi  
Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:05 WIB
Polres Rembang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE...
Amelia sempat alami kelumpuhan usai divaksin Covid-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:56 WIB
Amelia Wulandari (23) mahasiswi salah satu Universitas ternama di Aceh, ini harus terbaring lemah di...
Kemenkes belum membahas sertifikat vaksin untuk akses tempat umum
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:48 WIB
Kementerian Kesehatan RI belum memiliki agenda pembahasan terkait penggunaan sertifikat vaksin COVID...
Live Streaming Radio Network