Kampung Proklim, wujud Kota Magelang dukung `Jateng Gayeng Telung Ng`
Elshinta
Rabu, 16 Juni 2021 - 20:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kampung Proklim, wujud Kota Magelang dukung `Jateng Gayeng Telung Ng`
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Magelang mendukung sepenuhnya gerakan "Jateng Gayeng Telung Ng" yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Telung Ng meliputi Ngelongi (mengurangi), Nganggo (menggunakan), dan Ngolah (mendaur ulang) Sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang OT Rustrianto menjelaskan, gerakan ini adalah salah satu upaya dalam mengatasi masalah sampah di Jawa Tengah yang telah disetujui bersama dalam Kongres Sampah tahun 2019 di Tuntang Semarang.

Beberapa gerakan yang sudah dilakukan dan menjadi fokus Pemkot Magelang, diantaranya dengan Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 13 Kampung Meteseh. Di kampung ini sudah dimulai tahapan-tahapan penataan lingkungan diantaranya menata puluhan titik biopori (resapan air) hingga penanaman pohon keras dan buah di pinggir Sungai Progo.

Kemudian penanaman tanaman bunga dan sayuran dengan pot dari bahan daur ulang sampah. Tanaman bunga ditempatkan di teras-teras rumah, jalanan kampung, dan jalan menuju lokasi utama yang secara potensi dapat dikembangkan menjadi ekowisata.

“Kita didukung banyak elemen, seperti mahasiswa, komunitas, dan tentunya masyarakat setempat yang sangat mendukung kegiatan ini. Termasuk mendukung terwujudnya ekowisata yang berlokasi di area pinggir Sungai Progo,” katanya, Rabu (16/6/2021).

OT Rustrianto menambahkan, komitmen Pemkot Magelang terhadap kelestarian lingkungan diakui pemerintah pusat yang dibuktikan dengan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020 pada momen Hari Lingkungan Hidup 2021. Penghargaan disampaikan secara virtual pada Selasa, 15 Juni 2021.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Konservasi SDA DLH Kota Magelang, Umi Nadhiroh menambahkan, Proklim memang terus menjadi perhatian untuk dapat diwujudkan segera. Meski dengan anggaran terbatas, tapi terus dikerjakan dengan beberapa tahap.

“Tahun 2020 lalu kita mendapat penghargaan Proklim Utama berupa sertifikat. Tahun ini kita ikutkan lagi dengan kategori Proklim Menuju Lestari tingkat nasional. Maka, gerakan Jateng Gayeng Telung Ng ini kita pusatkan di Proklim,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati. 

Proklim di Kampung Meteseh ini, kata Umi, diharapkan kedepan menjadi desa wisata yang berwawasan lingkungan. Hal ini juga telah direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, untuk dikembangkan menjadi Wisata Ramah Ekoregion (Wisrame).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP: Penataan ruang, panglima pembangunan sektor kelautan nasional
Rabu, 04 Agustus 2021 - 10:58 WIB
Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hendra Yusran Siry menyat...
Lanud Hang Nadim tanam 5.000 mangrove di Pantai Terih
Selasa, 03 Agustus 2021 - 21:45 WIB
Pangkalan TNI AU Hang Nadim Batam Kepulauan Riau menanam 5.000 bibit pohon mangrove di salah satu de...
Menperin berupaya gerakkan industri semen untuk kelola limbah medis
Selasa, 03 Agustus 2021 - 14:45 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Kementerian Perindust...
Walhi NTT launching film dokumenter `Ata Modo` 
Senin, 02 Agustus 2021 - 10:36 WIB
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTT meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul Ata Modo – Elegi O...
Gubernur Riau : Warga buka lahan dengan membakar bisa dijerat hukum
Minggu, 25 Juli 2021 - 21:38 WIB
Gubernur Riau Syamsuar mengingatkan kepada warganya untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, ...
CSO surati 8 CEO e-commerce minta tidak gunakan plastik sekali pakai
Jumat, 23 Juli 2021 - 14:30 WIB
Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) dan kolaborator gerakan Pawai Bebas Plastik 2021 menyurat...
Balai Besar KSDA Papua terima translokasi 51 satwa dilindungi dari KSDA Sulut 
Kamis, 15 Juli 2021 - 15:06 WIB
Balai Besar KSDA Papua kembali menerima translokasi satwa sejumlah 51 ekor jenis aves dan mamalia. T...
BKSDA Aceh lepas satwa liar jenis Kukang Sumatera
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:57 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara Seksi ...
Danrem 101/Ant: Penanaman satu juta pohon untuk pelestarian lingkungan
Sabtu, 10 Juli 2021 - 12:12 WIB
Revolusi hijau atau penanaman pohon merupakan sebuah upaya untuk pelestarian lingkungan dan juga unt...
KKP siapkan klaim kerugian terkait rusaknya terumbu karang Raja Ampat
Jumat, 09 Juli 2021 - 10:00 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan skema klaim kerugian atas kerusakan ekosistem te...
Live Streaming Radio Network