Ikan hias Kalteng tembus pasar luar negeri
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 00:07 WIB |
Ikan hias Kalteng tembus pasar luar negeri
Petugas saat melayani warga yang akan mengirim ikan hias di Stasiun Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palangkaraya di Palangka Raya, Rabu (16/6/2021). (ANTARA/Rendhik Andika)

Elshinta.com - Kepala Stasiun Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palangkaraya Iromo mengatakan sejumlah ikan hias dari Kalimantan Tengah telah tembus pasar luar negeri.

"Ekspor kita yang besar, yang kecilnya juga ada seperti udang papai lewat kontainer via Surabaya. Kalau ikan hias ada ikan botia yang paling bagus asli dari sini kemudian ada ikan cupang, peang dan betutu," kata Iromo di Palangka Raya, Rabu.

Kondisi tersebut juga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat untuk membudidayakan ikan hias karena mengingat selain tembus pasar dalam negeri keberadaan ikan asli Kalimantan Tengah juga tembus pasar luar negeri.

Maka dari itu, untuk menjaga kualitas dan mutu serta pemenuhan standar ekspor maupun pasar dalam negeri pihaknya juga terus melakukan pemeriksaan ikan sebelum proses pengiriman dilakukan.

Pemeriksaan tersebut untuk memastikan ikan yang dikirim tersebut memenuhi standar atau kriteria yang telah ditetapkan termasuk untuk memastikan ikan yang dikirim sehat, bebas penyakit maupun virus yang dapat membahayakan.

"Proses pengajuannya juga sangat mudah. Dua hari sebelum pengiriman masyarakat dapat ke kantor kami atau mengajukan permohonan secara daring. Untuk informasi juga bisa datang ke kantor kami," kata Iromo.

Di sisi lain selain ikan hias, sejumlah produk perikanan dari Kalimantan Tengah juga tembus pasar luar negeri. Produk itu seperti udang papai yang tembus ke China.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Ridani, penghobi ikan hias saat di Stasiun Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palangkaraya mengaku telah menjual ikannya ke beberapa negara.

Dia menerangkan untuk ikan cupang alam sepasang dijual mulai dari Rp250 ribu untuk pasar dalam negeri tergantung jenis dan ukuran. Sementara untuk pasar luar negeri menggunakan hitungan dolar amerika.

"Saat ini saya mengirim ikan cupang alam asli Kalteng ke Cirebon. Namun untuk pasar luar negeri saya sudah lima kali mengirim ikan hias asli Kalteng seperti ke Jerman dan China," katanya.

Sementara untuk pasar lokal pria penghobi ikan hias secara rutin juga mengirim ikan hias ke wilayah Jawa dan Jakarta. Diantara jenis ikan tersebut seperti ikan cupang alam, cana dan botia.

"Untuk itu proses pelayanan yang cepat dan ramah dari stasiun karantina ini sangat membantu kami dalam proses pengiriman. Bahkan mereka juga melayani konsultasi terkait perikanan dan kesehatan ikan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah dorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi tekan COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah tengah mendor...
Kota Sorong dapat bantuan alat informasi gempa WRS
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:35 WIB
Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, mendapatkan bantuan alat Warning Receiver System (WRS) ...
IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:23 WIB
Orang tua atau pengasuh memiliki peran penting dalam mengenali gejala dan cara menangani dehidrasi p...
BMKG bagikan 1.000 paket pelatihan vokasi daring untuk milenial
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:12 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan sebanyak 1.000 paket pelatihan vokas...
Presiden minta BMKG agar peringatan dini lebih cepat dan akurat
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:18 WIB
Presiden Joko Widodo meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan ...
Indonesia hasilkan teknologi olah dan daur ulang limbah medis COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:08 WIB
Beberapa teknologi untuk mengolah dan mendaur ulang limbah medis COVID-19 berhasil diciptakan para p...
Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 2,5 km
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:34 WIB
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan pan...
IHSG Kamis dibuka menguat 18,09 poin
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:23 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 18,09 poin ata...
Hujan lebat berpotensi guyur sejumlah daerah
Kamis, 29 Juli 2021 - 08:27 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat mengguyur sejumlah dae...
Berhasil tangani Covid-19 dan keluar dari zona merah, Presiden kirim staf khusus ke Kudus
Kamis, 29 Juli 2021 - 07:44 WIB
Keberhasilan kabupaten Kudus Jawa Tengah menangani lonjakan kasus penyebaran covid-19 beberapa waktu...
Live Streaming Radio Network