Dokter: Penderita hipertensi boleh olahraga asalkan kondisinya stabil
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:02 WIB |
Dokter: Penderita hipertensi boleh olahraga asalkan kondisinya stabil
Ilustrasi bermain bulu tangkis (Pixabay)

Elshinta.com - Orang dengan riwayat hipertensi seperti halnya legenda bulu tangkis nasional Markis Kido bisa aman melakukan olahraga bulu tangkis asalkan kondisinya terkontrol atau stabil normal dengan obat, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh dari dari Universitas Padjadjaran, Vito A. Damay.

"Untuk hipertensi yang terkontrol sebenarnya tidak apa apa, artinya terkontrol itu stabil normal dengan obat," ujar dia kepada ANTARA melalui pesan elektroniknya, dikutip Kamis.

Hanya saja, terkadang penyandang hipertensi tak sadar penyakitnya sudah menyebabkan komplikasi seperti penebalan jantung atau pembengkakan jantung.

Untuk itu, Vito yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu mengingatkan pentingnya pemeriksaan di organ target komplikasi hipertensi seperti Elektrokardiogram (EKG), foto x-ray atau echo, laboratorium fungsi ginjal, kolesterol serta gula darah dan pemeriksaan saraf mata.

Selain itu, orang dengan hipertensi dan pada umumnya juga perlu menjaga detak jantung maksimal agar tahu olahraga yang dilakukan memenuhi tujuan atau tidak terutama untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Cara menghitungnya yakni 220 dikurangi usia lalu dikali 60-70 persen, untuk mendapatkan kisaran target detak jantung intensitas sedang. Menurut Vito, olahraga yang baik untuk kesehatan jantung adalah 60-70 persen dari detak jantung maksimal menurut usia. Amannya paling tinggi 85 persen.

"Lain halnya kalau Anda seorang atlet atau ingin mencapi prestasi tertentu, karena itu perlu latihan bertahap dan dibawah pengawasan profesional," tutur dia.

Lebih lanjut, mengenai olahraga ekstrem yang berat dan jangka panjang berpotensi menyebabkan kerusakan otot jantung masih dalam penelitian.

Sejauh ini, studi menemukan kerusakan otot jantung dari MRI jantung terjadi pada sebagian kecil orang yang melakukan olahraga ekstrem berat jangka panjang.

Walau begitu, sebagian besar orang tidak melakukan olahraga seperti ini, dan batasan olahraga ekstrim berat jangka panjang itu sangat sulit dicapai kebanyakan orang.

Vito berpesan, Anda atlet, pegiat olahraga atau bukan keduanya, sebaiknya bijak dalam menentukan intensitas latihan Anda.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Keluar dari zona merah, BOR Kabupaten Kudus turun jadi 15 persen
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:26 WIB
Kondisi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini perlahan mulai membaik setelah sempat menjadi kota di Pula...
Mengenal jenis hepatitis dan penanggulangannya
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:00 WIB
Hepatitis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian, bahkan lebih dari satu juta jiwa ...
IDI: Kasus COVID-19 mulai meningkat di luar Pulau Jawa
Selasa, 27 Juli 2021 - 16:56 WIB
okter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyebutkan meski kasus COVID-19 telah mengalami penurunan di Pu...
Bio Farma telah memproduksi 90,1 juta dosis vaksin COVID-19
Selasa, 27 Juli 2021 - 13:06 WIB
PT Bio Farma (Persero) telah  memproduksi vaksin COVID-19 sekitar 90,1 juta dosis hingga 26 Juli 20...
Anak usia sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:46 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Re...
Cara periksa oximeter asli atau palsu
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:35 WIB
Oximeter, alat berukuran relatif kecil yang biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan ini puny...
Waktu ideal konsultasi pada dokter saat jalani isolasi COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:12 WIB
Ketua Persatuan Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia dokter Daeng M. Faqih menyarankan waktu ideal bag...
Antivirus COVID-19 tidak diperlukan untuk anak OTG dan gejala ringan
Minggu, 25 Juli 2021 - 11:30 WIB
Dokter spesialis kesehatan anak Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Ni...
Live Streaming Radio Network