Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB |
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Seorang wanita memegang papan dengan tulisan `Putin is A Killer` saat berunjuk rasa mendukung politisi oposisi Rusia Alexei Navalny di depan Kedutaan Rusia di London, Inggris, Rabu (21/4/2021). REUTERS/Henry Nicholls.

Elshinta.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah meneleponnya untuk menjelaskan alasan memanggil dirinya "seorang pembunuh" pada Maret dan bahwa penjelasan yang diberikannya membuat Putin merasa puas.

Putin menyampaikan hal itu saat konferensi pers usai pertemuan dengan Biden di Jenewa.

Biden saat wawancara dengan ABC News yang disiarkan pada Maret mengatakan "Ya" ketika ditanya apakah ia percaya bahwa Putin seorang pembunuh.

Pernyataan itu memicu Rusia untuk memanggil duta besarnya di Washington untuk berkonsultasi, dan duta besar AS untuk Moskow kembali ke tanah air untuk melakukan hal serupa. Saat KTT Rabu Biden dan Putin sepakat untuk mengembalikan duta besar mereka.

"Mengenai pernyataan pedas itu apa yang dapat saya sampaikan, kami semua akrab dengan mereka," kata Putin, merujuk pada wawancara Biden dengan ABC News.

"Sesudahnya, Presiden Biden menghubungi saya dan kami bertukar pandangan tentang masalah ini. Penjelasan-penjelasan ini sesuai dengan saya," kata Putin.

Pemimpin Rusia itu lanjut menuliskan apa yang dikatakannya sebagai segudang pelanggaran HAM oleh otoritas AS dan menuding militer AS bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Afghanistan dan Irak.

"Siapa yang bertanggung jawab atas itu?,"kata Putin. "Siapa pembunuhnya?"

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saudi buka kembali umrah untuk jamaah internasional mulai 10 Agustus
Senin, 26 Juli 2021 - 21:55 WIB
 Arab Saudi mengumumkan bahwa umrah akan dibuka kembali untuk jamaah dari luar negeri, mulai 10 Agu...
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Senin, 26 Juli 2021 - 17:06 WIB
Hampir 2.400 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka pada Mei hingga Juni saat pertempuran antara...
Warga Indonesia bersepeda bersama seberangi Golden Gate San Francisco
Senin, 26 Juli 2021 - 13:58 WIB
Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI berse...
Hadapi gelombang ke-3 COVID-19, Ghana berharap pada kiriman vaksin
Senin, 26 Juli 2021 - 12:27 WIB
Ghana berharap untuk mendapatkan lebih dari 18 juta dosis vaksin COVID-19 sebelum Oktober karena neg...
AS terus bantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Senin, 26 Juli 2021 - 12:06 WIB
Amerika Serikat (AS) akan terus melakukan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan menghada...
Presiden Tunisia pecat perdana menteri, bekukan parlemen
Senin, 26 Juli 2021 - 10:35 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Minggu (25/7), sebua...
Putin: AL Rusia bisa menyerang jika diperlukan
Minggu, 25 Juli 2021 - 23:48 WIB
Angkatan Laut Rusia mampu mendeteksi setiap musuh dan meluncurkan `serangan yang tak bisa dicegah` j...
Tiongkok catat 32 kasus tambahan COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:23 WIB
Sebanyak 32 kasus tambahan COVID-19 muncul di Tiongkok daratan pada Sabtu (24/7), turun dari 35 kasu...
Presiden Kolombia benarkan kemunculan varian Delta
Minggu, 25 Juli 2021 - 16:14 WIB
Presiden Kolombia Ivan Duque pada Sabtu (24/7) membenarkan kemunculan varian COVID-19 Delta di negar...
Pertama kali, Vatikan ungkap kekayaan properti
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB
Vatikan untuk pertama kali merilis informasi tentang properti yang dimilikinya pada Sabtu yang mengu...
Live Streaming Radio Network