Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB |
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Seorang anggota staf menguji sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah laboratorium milik Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China,(ANTARA/Xinhua/Zhang Yuwei/elshinta.com)

Elshinta.com - Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidikan selanjutnya tentang asal usul COVID-19 setelah sebuah penelitian menunjukkan penyakit itu bisa saja beredar di sana pada awal Desember 2019, kata media pemerintah, Kamis.

Studi yang diterbitkan minggu ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang di lima negara bagian AS yang berbeda terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, beberapa minggu sebelum kasus resmi pertama dilaporkan.

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada tabloid milik negara Global Times bahwa perhatian sekarang harus beralih ke Amerika Serikat, yang lambat untuk menguji orang pada tahap awal wabah, dan juga rumah bagi banyak laboratorium biologi.

"Semua mata pelajaran terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," katanya seperti dikutip.

Mengomentari penelitian pada Rabu, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan sekarang "jelas" bahwa wabah COVID-19 memiliki "banyak asal" dan bahwa negara-negara lain harus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara China dan Amerika Serikat, dengan banyak fokus pada Institut Virologi Wuhan, yang terletak di kota tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

Sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan bahwa masuk akal bahwa virus itu telah bocor dari laboratorium Wuhan, Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini.

Sebuah studi sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa SARS-CoV-2 dapat beredar di Eropa pada awal September, tetapi para ahli mengatakan ini tidak berarti itu tidak berasal dari China, di mana banyak virus corona mirip SARS telah ditemukan di negara tersebut.

Sumber : Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saudi buka kembali umrah untuk jamaah internasional mulai 10 Agustus
Senin, 26 Juli 2021 - 21:55 WIB
 Arab Saudi mengumumkan bahwa umrah akan dibuka kembali untuk jamaah dari luar negeri, mulai 10 Agu...
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Senin, 26 Juli 2021 - 17:06 WIB
Hampir 2.400 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka pada Mei hingga Juni saat pertempuran antara...
Warga Indonesia bersepeda bersama seberangi Golden Gate San Francisco
Senin, 26 Juli 2021 - 13:58 WIB
Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI berse...
Hadapi gelombang ke-3 COVID-19, Ghana berharap pada kiriman vaksin
Senin, 26 Juli 2021 - 12:27 WIB
Ghana berharap untuk mendapatkan lebih dari 18 juta dosis vaksin COVID-19 sebelum Oktober karena neg...
AS terus bantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Senin, 26 Juli 2021 - 12:06 WIB
Amerika Serikat (AS) akan terus melakukan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan menghada...
Presiden Tunisia pecat perdana menteri, bekukan parlemen
Senin, 26 Juli 2021 - 10:35 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Minggu (25/7), sebua...
Putin: AL Rusia bisa menyerang jika diperlukan
Minggu, 25 Juli 2021 - 23:48 WIB
Angkatan Laut Rusia mampu mendeteksi setiap musuh dan meluncurkan `serangan yang tak bisa dicegah` j...
Tiongkok catat 32 kasus tambahan COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:23 WIB
Sebanyak 32 kasus tambahan COVID-19 muncul di Tiongkok daratan pada Sabtu (24/7), turun dari 35 kasu...
Presiden Kolombia benarkan kemunculan varian Delta
Minggu, 25 Juli 2021 - 16:14 WIB
Presiden Kolombia Ivan Duque pada Sabtu (24/7) membenarkan kemunculan varian COVID-19 Delta di negar...
Pertama kali, Vatikan ungkap kekayaan properti
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB
Vatikan untuk pertama kali merilis informasi tentang properti yang dimilikinya pada Sabtu yang mengu...
Live Streaming Radio Network