AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB |
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Ilustrasi

Elshinta.com - Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka margasatwa terbesar di negara itu, dengan alasan memburuknya deforestasi dan pembungkaman aktivis yang berbicara tentang perusakan sumber daya alam.

Kedutaan Besar AS di Phnom Penh pada Kamis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menginvestasikan lebih dari 100 juta dolar AS untuk memerangi deforestasi. Meskipun ada beberapa kemajuan, tingkat pembalakan liar yang tinggi terus berlanjut di Suaka Margasatwa Prey Lang di Kamboja.

Sejak 2016, Prey Lang telah "kehilangan sekitar 38.000 hektar hutan, hampir sembilan persen dari cakupan hutannya," kata pernyataan Kedubes AS itu, yang juga menuduh pihak berwenang Kamboja tidak secara memadai menuntut kejahatan satwa liar atau menghentikan kegiatan terlarang.

"Selain itu, pemerintah terus membungkam dan menargetkan komunitas lokal dan mitra masyarakat sipil mereka yang prihatin atas hilangnya sumber daya alam mereka," kata pernyataan itu.

Pada Februari, pihak berwenang menahan dan kemudian membebaskan aktivis lingkungan yang memprotes di dalam area cagar alam.

"Sebagai akibat dari kekhawatiran yang belum terselesaikan ini, Amerika Serikat mengakhiri bantuan kepada entitas pemerintah Kamboja di bawah proyek USAID Greening Prey Lang," kata kedutaan besar AS, yang juga menyebutkan bahwa bantuan akan dialihkan untuk mendukung masyarakat sipil, sektor swasta, dan upaya pelestarian lokal.

Kedutaan besar AS mengatakan akan terus terlibat dengan pemerintah Kamboja untuk penanganan perubahan iklim dan masalah lingkungan yang menjadi perhatian bersama dan global, termasuk melalui Kemitraan Mekong-AS.

Pemerintah Kamboja membantah bahwa kegiatan pembalakan liar skala besar terus berlanjut di cagar alam dan mengatakan berakhirnya program bantuan AS menunjukkan negara itu sekarang mampu melindungi lingkungannya sendiri.

"Kementerian lingkungan ingin menekankan bahwa kejahatan eksploitasi sumber daya alam skala besar di Suaka Margasatwa Prey Lang dan kawasan lindung lainnya tidak lagi terjadi, tetapi kejahatan skala kecil terus terjadi," kata juru bicara kementerian lingkungan Kamboja Neth Pheaktra kepada Reuters.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Senin, 26 Juli 2021 - 17:06 WIB
Hampir 2.400 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka pada Mei hingga Juni saat pertempuran antara...
Warga Indonesia bersepeda bersama seberangi Golden Gate San Francisco
Senin, 26 Juli 2021 - 13:58 WIB
Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI berse...
Hadapi gelombang ke-3 COVID-19, Ghana berharap pada kiriman vaksin
Senin, 26 Juli 2021 - 12:27 WIB
Ghana berharap untuk mendapatkan lebih dari 18 juta dosis vaksin COVID-19 sebelum Oktober karena neg...
AS terus bantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Senin, 26 Juli 2021 - 12:06 WIB
Amerika Serikat (AS) akan terus melakukan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan menghada...
Presiden Tunisia pecat perdana menteri, bekukan parlemen
Senin, 26 Juli 2021 - 10:35 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Minggu (25/7), sebua...
Putin: AL Rusia bisa menyerang jika diperlukan
Minggu, 25 Juli 2021 - 23:48 WIB
Angkatan Laut Rusia mampu mendeteksi setiap musuh dan meluncurkan `serangan yang tak bisa dicegah` j...
Tiongkok catat 32 kasus tambahan COVID-19
Minggu, 25 Juli 2021 - 19:23 WIB
Sebanyak 32 kasus tambahan COVID-19 muncul di Tiongkok daratan pada Sabtu (24/7), turun dari 35 kasu...
Presiden Kolombia benarkan kemunculan varian Delta
Minggu, 25 Juli 2021 - 16:14 WIB
Presiden Kolombia Ivan Duque pada Sabtu (24/7) membenarkan kemunculan varian COVID-19 Delta di negar...
Pertama kali, Vatikan ungkap kekayaan properti
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB
Vatikan untuk pertama kali merilis informasi tentang properti yang dimilikinya pada Sabtu yang mengu...
Australia setujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:15 WIB
Regulator obat Australia telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer untuk anak-anak berusia ...
Live Streaming Radio Network