Cara aman staycation di tengah pandemi menurut dokter
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:43 WIB |
Cara aman staycation di tengah pandemi menurut dokter
Ilustrasi

Elshinta.com - Melepas penat setelah berada di dalam rumah selama setahun lebih tanpa bisa bepergian jauh akibat pandemi membuat sebagian orang berlibur dengan cara staycation, menginap di hotel atau vila dengan suasana baru dan menyegarkan. Bagaimana cara agar staycation tetap aman di tengah pandemi?

Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan staycation bisa relatif aman bila seseorang bisa membatasi ruang geraknya, menekan risiko terpapar virus corona.

"Aktivitas kalau hanya dari rumah langsung ke hotel atau vila relatif aman," kata Dirga dalam webinar kesehatan, Kamis.

Jika tidak benar-benar diperlukan, tak perlu mampir ke tempat-tempat lain sehingga Anda bisa menjaga diri dari paparan virus di tengah jalan. Setelah tiba di lokasi liburan, bersantailah tanpa harus pergi kemana-mana, termasuk fasilitas publik yang ramai.

Dia juga menyarankan untuk pintar-pintar mencari waktu di mana tidak banyak orang, seperti tidak memilih hari libur akhir pekan di mana sebagian besar orang berpikiran sama, ingin menghabiskan waktu di luar untuk wisata.

"Jangan numpuk semua di weekend atau pilih long weekend, bisa bagi-bagi waktu pas weekday."

Saat memilih hotel, pastikan juga keamanan serta kebersihannya. Berbagai agen wisata daring telah menyediakan fitur untuk memilih tempat menginap yang sudah menerapkan standard kebersihan agar konsumen merasa aman dan nyaman.

Bagaimana dengan hotel yang menyediakan kamar untuk isolasi mandiri? Dia mengatakan, meski menginap di lantai yang berbeda dari kamar isolasi, tetap ada risiko penularan virus.

"Saya cenderung tidak menganjurkan, sekarang kita cari yang aman-aman saja dulu."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Objek wisata di Kulon Progo siap dibuka kembali
Minggu, 25 Juli 2021 - 18:46 WIB
Seluruh objek wisata di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,  yang dikelola pemerinta...
Sehari di Lombok; belanja tenun di Sade, senja di bukit Merese
Minggu, 11 Juli 2021 - 15:15 WIB
Satu hari tidaklah cukup untuk menyambangi tempat-tempat indah nan menarik di pulau Lombok. Namun bi...
Wana Wisata Prataan ditutup sementara antisipasi penyebaran Covid-19
Minggu, 04 Juli 2021 - 21:56 WIB
Wana Wisata Prataan di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang biasa dikunjungi ribuan...
Geopark Tambora masuk nominator UNESCO Global Geopark
Minggu, 04 Juli 2021 - 17:35 WIB
Geopark Nasional Tambora yang berlokasi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat masuk dalam nominator ...
Bantul cegah wisatawan masuk masa PPKM Darurat
Minggu, 04 Juli 2021 - 16:56 WIB
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pengawasan di pintu masuk kawasan...
Poldasu siap amankan destinasi wisata Danau Toba
Minggu, 04 Juli 2021 - 11:14 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terus mendorong percepatan kawasan Danau Toba Sumut sebagai...
Objek wisata Tanah Lot ditutup selama PPKM darurat
Sabtu, 03 Juli 2021 - 17:56 WIB
Seluruh kawasan objek wisata di Pulau Bali ditutup selama PPKM darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli ...
PPKM Darurat, besok Wisata Batu tutup  
Jumat, 02 Juli 2021 - 18:57 WIB
Pemerintah Kota Batu, Malang, Jawa Timur memastikan penerapan PPKM Darurat Jawa Bali yang akan berla...
Pengembangan Danau Toba harus seiring peningkatan SDM
Senin, 28 Juni 2021 - 16:24 WIB
Pengembangan kawasan Danau Toba yang belakangan ini digiatkan pemerintah guna menarik lebih banyak w...
Wapres Ma`ruf dorong wisata di Papua ramah muslim
Senin, 28 Juni 2021 - 14:11 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mendorong tempat wisata di wilayah Papua ramah terhadap pelancong beragam...
Live Streaming Radio Network