Polri: Terduga teroris di Bogor pemasok bahan pembuatan bom
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:47 WIB |
Polri: Terduga teroris di Bogor pemasok bahan pembuatan bom
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Kamis (17/6/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty

Elshinta.com - Satu terduga teroris yang ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat KWD (30) diketahui memiliki peran sebagai penyedia bahan-bahan kimia yang digunakan anggota teroris Jaringan Ansharud Daulah (JAD) merakit bom atau bahan peledak.

"Tersangka merupakan bagian dari kelompok JAD, di mana keterlibatannya sebagai penyuplai bahan-bahan kimia yang digunakan untuk bahan peledak atau bom kepada para teroris yang sudah ditangkap," kata Kepala Biro Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap KDW di rumahnya di Gandaria, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (14/6) lalu.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa aneka macam bahan kimia, seperti dekstran, magnesium sulfate, sodium borat, HCL, belerang, dan bahan kimia lain. Total ada 47 barang bukti yang diamankan.

KDW, kata Ramadhan, telah menyuplai bahan-bahan kimia untuk pembuatan bom atau bahan peledak bagi para pelalu teroris yang telah ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri.

Sedikitnya, ada empat pelaku teroris yang mendapat suplai bahan kimia untuk pembuatan bom, seperti PHP, pelaku teror yang ditangkap Februari 2016, WB pelaku teror ditangkap Oktober 2019, dan WHK yang merupakan pelaku teror yang ditangkap 8 Mei 2021.

"WHK bersama KDW telah melakukan 'sharing' informasi tata cara membuat bahan kimia sebagai bahan peledak," kata Ramadhan.

Selanjutnya, ZA ditangkap 29 Maret 2021 jaringan JAD juga, di mana tanggal 4 Januari 2021, tersangka KDW sudah menjual bahan kimia kepada ZA.

Peran lain KDW diungkapkan Ramadhan adalah menjadi admin dari akun media sosial yang menyebarkan informasi tentang 'jihad' serta konten-konten daulah yang mengajarkan tata cara merakit bahan peledak.

"Di rumah tersangka ditemukan buku-buku yang mengajarkan cara merakit bahan peledak, serta ajaran-ajaran penyimpangan," ujar Ramadhan.

Kini, KDW telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana terorisme, dan dilakukan penahanan sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Lombok Tengah tangani kasus manipulasi surat keterangan PCR
Senin, 26 Juli 2021 - 18:55 WIB
Petugas Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menangani kasus sejumlah pelaku yang te...
Polresta Banyumas kurangi titik penyekatan selama perpanjangan PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 11:30 WIB
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas mengurangi titik penyekatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Te...
Pemkot Kupang ancam sanksi pidana untuk pelanggar prokes
Senin, 26 Juli 2021 - 11:19 WIB
Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur,  mengancam akan memberikan sanksi pidana pelanggar pro...
Polda Sumsel tangkap 31 pengedar narkoba
Senin, 26 Juli 2021 - 10:57 WIB
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan selama bulan Juli 2021 mengungkap 34 kasus narkoba dengan menangk...
26 Juli 1950: Bubarnya angkatan perang Hindia Belanda
Senin, 26 Juli 2021 - 06:00 WIB
Pada 26 Juli 1950, KNIL dinyatakan bubar dengan penyerahan kepemimpinan Dir Cornelis Buuman van Vree...
Polda Riau gagalkan selundupan sabu 3 kg asal Malaysia
Minggu, 25 Juli 2021 - 00:05 WIB
Kapal Cepat Lancang Kuning Polda Riau saat berpatroli di Perairan Desa Kedabu Rapat, Kepulauan Meran...
Polri pastikan video demo rusuh pada Sabtu 24 Juli 2021 adalah hoaks
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:10 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan video dengan narasi demonstrasi serentak yang berla...
Ganjil-genap di Kota Bogor untuk turunkan mobilitas masyarakat
Sabtu, 24 Juli 2021 - 22:59 WIB
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan kebijakan ganjil-genap kendaraan ...
Novel Baswedan: saya khawatir Dewan Pengawas KPK dikelabui
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:47 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan menyampaikan kekhawatiran mengenai Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang dikel...
Orang tua wajib buatkan akte kelahiran agar anak miliki hak sipil
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:13 WIB
Orang tua wajib membuatkan akte kelahiran bagi anaknya setelah lahir agar sang buah hati memiliki ja...
Live Streaming Radio Network