Kiat jaga kesehatan kulit wajah dari bahaya sinar biru
Elshinta
Senin, 21 Juni 2021 - 21:45 WIB |
Kiat jaga kesehatan kulit wajah dari bahaya sinar biru
Ilustrasi orang bekerja dan terpapar sinar biru dari gawainya. (Pexels)

Elshinta.com - Dokter spesialis kulit Universitas Indonesia, Sari Chairunissa Sp.KK membagikan dua langkah mudah menjaga kesehatan kulit wajah dari bahaya radiasi “blue light” atau sinar biru yang seringkali ditemui dari gawai yang digunakan masyarakat untuk bekerja dari rumah seperti smartphone, laptop, hingga televisi.

​​​​​“Pertama yang paling penting adalah gunakan perawatan wajah dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu juga mengandung bahan aktif agar efek dari blue light bisa dicegah,” kata dokter Sari yang juga menjabat VP of Research and Development PT Paragon Technology and Innovation, secara virtual, Senin.

Radiasi sinar biru dalam penelitian- penelitian ilmiah, kata dia, terbukti cukup berbahaya untuk vitalitas kulit khususnya untuk kulit yang tidak diberi nutrisi yang cukup. Sinar biru jika terpapar dalam jangka lama bisa menyebabkan kerusakan pada kulit, mulai dari hilangnya kolagen yang menjaga kekenyalan kulit, bahkan menjadi salah satu terciptanya bercak hitam atau hiperpigmentasi pada pemilik kulit sawo matang seperti yang umum dimiliki orang Indonesia.

​​​​​​Oleh karena itu, kandungan aktif seperti niacinamide dibutuhkan untuk digunakan sehari- hari di bagian wajah yang paling sering terpapar oleh sinar biru khususnya bagi para pekerja yang aktif menggunakan gawai seperti laptop dan ponsel.

Langkah kedua adalah rutin menggunakan tabir surya atau sunscreen yang memang menjadi anjuran para ahli mengatasi masalah kulit menjaga vitalitas kulit dari paparan bahan radikal bebas.

“Minimum gunakan sun screen yang SPF-nya 30, itu standar dan anjuran yang ditetapkan untuk penggunaan di Asia Tenggara. Tentu itu kembali pada pilihan masing- masing ingin pakai yang sudah termasuk dalam foundation atau yang memang khusus sun screen,” kata Sari.

Ia pun menambahkan saat ini penelitian terbaru menunjukan bahwa tabir surya yang berwarna lebih ampuh digunakan untuk menghindari paparan radikal bebas termasuk yang berasal dari radiasi sinar biru.

Beberapa contoh produk tabir surya yang berwarna dikenal juga sebagai produk kosmetik seperti BB cream,CC Cream, maupun DD Cream.

“Jadi kalau bisa cari sunscreen yang memiliki warna, agak tinted berwarna seperti kulit atau kecoklatan,” ujar Sari.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter: Anak yang sedang menstruasi boleh divaksin
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A mengatakan bagi anak yang sedang mengala...
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Live Streaming Radio Network