MemoRI 02 Juli
2 Juli 2004: Meninggalnya tokoh pers Indonesia, Mochtar Lubis
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
2 Juli 2004: Meninggalnya tokoh pers Indonesia, Mochtar Lubis
Mochtar Lubis. (wikipedia)

Elshinta.com - Tokoh pers senior dan budayawan Mochtar Lubis meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Juli 2004 pukul 19.15 WIB. Budayawan yang terkenal dengan novel Harimau, Harimau melepaskan napas terakhir pada usia 82 tahun. Jenazah Mochtar disemayamkan di rumah duka Jalan Bonang Nomor 17, Menteng, Jakarta Pusat, tempat tinggalnya sejak masa revolusi tahun 1945.

Mochtar dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 7 Maret 1922. Selesai menempuh HIS (Holands Inlandse School atau sekolah Dasar di zaman Belanda) selama empat tahun, pria bertinggi 182 sentimeter ini memasuki Sekolah Ekonomi INS di Kayutanam, Sumbar. Setelah bekerja di Bang Factory di Jakarta, dia mulai aktif di radio militer Jepang dan menjadi wartawan di zaman pendudukan "Saudara Tua".

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Mochtar Lubis langsung bergabung dengan Adam Malik menjadi wartawan di Kantor Berita Antara. Mochtar ikut membidani kelahiran Harian Indonesia Raya pada 1949. Selama kariernya sebagai jurnalis, Mochtar beberapa kali masuk penjara. Pria yang ketika kecil bercita-cita menjadi dokter ini pernah dikenai tahanan rumah pada 1957. Sembilan tahun kemudian, tokoh yang senang bercocok tanam ini dikenai tahanan penjara. Bahkan, penghargaan Ramon Magsaysay dari Filipina baru bisa diterima Lubis delapan tahun kemudian setelah bebas dari tahanan.

Dua kali Koran Indonesia Raya diberedel di zaman Presiden Soekarno karena keteguhan Lubis mengkritisi Demokrasi Terpimpin gaya Orde Lama. Mochtar dan Mohammad Roem pernah sama-sama merasakan penjara di Madiun, Jawa Timur. Di zaman Orde Baru pimpinan Soeharto, Indonesia Raya bersama koran lain diberangus karena peristiwa "Malari" 1974. Saat itu, Mochtar yang dijuluki wartawan jihad ini sempat ditahan selama dua bulan.

Sedangkan sepak terjangnya di bidang sastra dimulai dengan buku pertamanya Si Djamal (1950). Karya sastra lainnya seperti Djalan Tak Ada Udjung (1952), Senja di Jakarta (1970), Cinta dan MautCatatan Subversif (1981), dan Kuli Kontrak (1982). Mochtar Lubis juga mendirikan Majalah Sastra Horison dan menjadi Direktur Yayasan Obor Indonesia yang berprestasi menerbitkan buku-buku bermutu, baik yang dari luar negeri maupun lokal.

 

Sumber: liputan6.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Antisipasi judi chip domino, seluruh HP personel Polres Lhokseumawe diperiksa
Selasa, 21 September 2021 - 19:35 WIB
Seluruh handphone (HP) android milik anggota Polres Lhokseumawe diperiksa usai apel di Mapolres Lhok...
 BPJS Ketenagakerjaan Klaten serahkan santunan Kades Granting dan ajak warga jadi peserta
Selasa, 21 September 2021 - 18:56 WIB
BPJS Ketenagakerjaan cabang Klaten, Jawa Tengah menyerahkan santunan (manfaat program) kepada ahli w...
Gubernur Kalsel aktif tinjau kegiatan vaksinasi
Selasa, 21 September 2021 - 18:10 WIB
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor sejak awal kepemimpinan di periode kedua, terlihat  ak...
Kapolres Lhokseumawe dan Dandim Aceh Utara tinjau `Vaksinasi Goes To School`  
Selasa, 21 September 2021 - 17:48 WIB
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto bersama Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto SA...
Bupati Subang deklarasikan Desa Nagrek, Ciater jadi `Desa Herd Immunity`
Selasa, 21 September 2021 - 17:11 WIB
Bupati Subang, H. Ruhimat mendeklarasikan Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, sebagai Desa Herd-Immunity ...
Yudhoyono: Ibu Ageng contoh istri prajurit memiliki ketangguhan
Selasa, 21 September 2021 - 16:37 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menilai almarhum mertuanya, Hajah Sunarti Sri Hadiyah Sar...
Airlangga: Tingkat penularan COVID-19 rendah, pandemi mulai terkendali
Selasa, 21 September 2021 - 16:12 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan tingkat penularan a...
Ganjar minta percepatan vaksinasi di lima kabupaten
Selasa, 21 September 2021 - 16:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di lima kabupa...
Polrestabes Semarang pilih lakukan Baksos dan vaksinasi saat Operasi Patuh Candi 2021
Selasa, 21 September 2021 - 12:15 WIB
Kondisi pandemi Covid 19 yang belum juga usai membuat Satlantas Polrestabes Semarang melakukan kegia...
300 nakes Surabaya diperbantukan percepat vaksinasi di Sidoarjo
Selasa, 21 September 2021 - 11:40 WIB
Sebanyak 300 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Surabaya diperbantukan untuk mempercepat vaksinasi COV...
Live Streaming Radio Network