KKP ungkap polusi gelombang suara dan sampah laut ancam mamalia laut
Elshinta
Rabu, 30 Juni 2021 - 14:53 WIB |
KKP ungkap polusi gelombang suara dan sampah laut ancam mamalia laut
Hiu orca, salah satu jenis mamalia laut yang mengagumkan yang terdapat di kawasan perairan Republik Indonesia. ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan polusi gelombang suara atau ocean noise dan sampah laut atau marine debris menjadi dua hal utama yang mengancam keberadaan mamalia laut yang berada dan singgah di perairan Indonesia.

"Ada dua poin yang teridentifikasi sebagai ancaman mamalia laut yaitu polusi gelombang suara atau ocean noise dan sampah laut atau marine debris," kata Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP Pamuji Lestari dalam International Seminar On Marine Mammal Threats: Marine Debris and Ocean Noise yang digelar secara hybrid, Rabu.

Lestari menuturkan, identifikasi dilakukan antara tim KKP dan para pakar serta peneliti nasional untuk membahas ancaman terhadap keberlanjutan mamalia laut.

Ia mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu hotspot habitat penting bagi mamalia laut. Setidaknya ada 35 jenis mamalia laut diketahui berada atau melintas di perairan Indonesia.

Oleh karena itu, kemunculan mamalia laut di wilayah pesisir merupakan fenomena wajar. Sayangnya, dalam satu dekade terakhir, biota laut yang terdampar di pesisir juga kerap terjadi.

"Sejak 2015 hingga saat ini, sekitar 52,2 persen paus terdampar bisa kita selamatkan atau dikembalikan ke laut," katanya.


Lestari menuturkan, tidak seperti hewan endemik, hewan yang bermigrasi jauh seperti mamalia laut perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih, ancaman utama yang mereka hadapi juga terkait dengan perbuatan manusia.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan mamalia laut sebagai jenis ikan yang dilindungi sejak 1999. Artinya, pemanfaatan langsung biota laut tersebut dilarang sama sekali.

KKP, lanjut Lestari, juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Korservasi Mamalia Laut untuk periode pelaksanaan 2018-2022.

"Pemerintah Indonesia juga telah menunjukkan komitmennya melalui penetapan berbagai regulasi termasuk komitmen untuk menurunkan 70 persen sampah laut pada 2025," katanya.

Senada, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Hendra Yusran Siry mengatakan polusi gelombang suara dan sampah laut menjadi sumber masalah mengapa banyak mamalia laut terdampar.

"Sejak 2015, tercatat ada sekitar 100-an kasus mamalia terdampar, dengan rincian sekitar 16-20 kasus per tahunnya," katanya.

Dalam rangka penanganan mamalia laut terdampar, KKP sejak tahun 2012 telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar, melaksanakan sejumlah sosialisasi dan pelatihan penanganannya, sekaligus membentuk jejaring penanganan mamalia laut terdampar bersama para mitra.

KKP juga telah menetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Periode 2018-2022 dan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk koordinasi dan pelaksanaan RAN konservasi mamalia laut, termasuk penanganan mamalia laut terdampar, berdasarkan Keputusan Menteri KP Nomor 14 Tahun 2020.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Prihatin kerusakan lingkungan Merapi, Sri Sultan HB X tutup 14 lokasi penambangan
Sabtu, 18 September 2021 - 14:23 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku terkejut dan kaget melihat kerusakan yang cukup parah akibat pe...
 Luncurkan aplikasi ASAP Digital, Kapolda Kaltim fokuskan pada 4 daerah ini
Jumat, 17 September 2021 - 14:55 WIB
Kapolda Kalimatan Timur, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan aplikasi ASAP Digital ini nantinya...
Pemkot Jakbar benahi kawasan Rawa Buaya untuk antispasi banjir
Jumat, 17 September 2021 - 12:41 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan beberapa pembenahan di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, untuk...
30 tim bakal turun bersihkan sungai di Banjarmasin
Kamis, 16 September 2021 - 23:27 WIB
Sebanyak 30 tim dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMD dan organisasi kemasyarakatan peduli...
Banjarmasin bentuk gerakan `Balingai` upaya selamatkan sungai
Kamis, 16 September 2021 - 14:07 WIB
Beberapa elemen masyarakat sepakat membentuk sebuah gerakan Banjarmasin Peduli Sungai atau disingkat...
Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Selasa, 14 September 2021 - 12:16 WIB
Mengantisipasi agar tidak kembali terjadnya luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air...
 World Clean Up Day gelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kemiren Cilacap
Senin, 13 September 2021 - 11:47 WIB
Komunitas pemerhati lingkungan bersama Babinsa Tegalkamulyan Koramil 01 Cilacap  menggelar aksi ber...
Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Sabtu, 11 September 2021 - 22:49 WIB
Provinsi Sumatera Selatan tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir...
Limbah ciu cemari Bengawan Solo 
Sabtu, 11 September 2021 - 17:37 WIB
Limbah produksi ciu (alkohol tradisional khas Jawa Tengah) mencemari  Bengawan Solo. Gubernur Jawa ...
Enam sungai di Bekasi tercemar limbah industri
Jumat, 10 September 2021 - 13:42 WIB
Sedikitnya enam sungai di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tercemar limbah industri berdasarkan hasil pe...
Live Streaming Radio Network