BEM se-Jabodetabek: Politik mahasiswa adalah politik pengabdian 
Elshinta
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
BEM se-Jabodetabek: Politik mahasiswa adalah politik pengabdian 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabodetabek menyayangkan sikap BEM UI. Mereka menilai sikap yang dilakukan oleh BEM UI tidak mewakili perasaan Mahasiswa Indonesia.

“Saat ini yang kami rasakan dan banyak dari kelurga mahasiswa yang berduka karena kelurga mereka banyak yang sakit bahkan meninggal karena covid. Lalu BEM UI tanpa pernah mengetahui perasaan kita megambil kesempatan politis di saat sulit,” ujar Budi Rahmansyah Koordinator BEM Se-Jabodetabek dalam keterangan pers, Rabu (30/6). 

Menurut Budi arah pergerakan BEM UI sangat eksklusif dengan tidak pernah memperhatikan perasaan rakyat miskin sebenarnya. Budi dan kelompoknya menyatakan kebutuhan rakyat miskin saat ini adalah bisa segera keluar dari situasi krisis Covid.

“Tidak ada korelasinya mengolok-olok Presiden dan perubahan keadaan krisis saat ini. Apakah dengan BEM UI mengolok-olok Pak Jokowi lantas covid langsung hilang dan krisis langsung selesai?” ucap Budi.

Budi beranggapan saat ini empati adalah respon yang benar dengan kondisi di saat lonjakan pasien covid. BEM UI dinilai Budi tidak mengerti dan tidak bisa bersikap empati karena di duga sudah disusupi oleh kelompok kepentingan politik tertentu.

“Arah gerakan mereka sudah tidak seusai dengan doktrin gerakan mahasiswa yang kita kenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kalau model yang diperlihatkan BEM UI diduga lebih ke arah gerakan politik praktis. Mengambil alih kekuasaan dengan mengolok-olok kepala negara. Dengan tujuan mengajak untuk membenci presiden dengan cara olok-olok,” kata Budi.

Politik mahasiswa adalah politik Tri Dharma, membangun bangsa negara dengan pengabdian, ketulusan dan kecintaan. Menurut Budi apa yang dilakukan BEM UI lebih kearah membangun kebencian.

“Bagaimanapun mengolok-olok akan selalu melahirkan kebencian. Tidak ada cinta kasih dan pengabdian di balik olok-olok,” ujar Budi.

Konferensi Pers BEM Se-Jabotabek dilangsukan dengan damai dan tertib. Sepuluh kampus dari berbagi kampus mengirimkan perwakilannya melalui metode sebagian tatap muka dan sebagian melalui daring.

Berikut daftar 10 BEM Sejabotabek: BEM Indonesia Banking School, BEM STMIK Jayakarta, BEM Sekolah Tinggi Tekonologi Bina Tunggal, BEM Universitas Islam Jakarta, BEM STMIK mercusuar, BEM Universitas Ibnu Chaldun, BEM STIAKIn Sekolah Ilmu Administrasi Kawula Indonesia, BEM Universitas Azzahra, Universitas Bhayangkara, BEM STMIK Pranata Indonesia.

Sebelumnya terkait unggahan BEM UI, Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Fathan Mubina mengakui pihaknya sengaja mengunggah konten itu. BEM UI menganggap banyak pernyataan Presiden tidak sesuai realita.

Fathan mencontohkan, wacana revisi UU ITE justru direalisasikan dengan penerbitan buku pedoman dan ditambah pasal baru yang berpotensi menjadi pasal karet. Selain itu pemecatan para pegawai KPK yang dikenal memiliki integritas dengan menggunakan TWK juga menjadi contohnya.

"Terkait TWK (pegawai KPK), yang seharusnya tidak menjadi dasar pemecatan, namun terdapat 20 orang lebih yang akan dipecat. Jadi ini sebagai kritik seharusnya presiden tegas dengan pernyataannya," ungkap Fathan, Minggu (27/6).

Fathan menuturkan, banyak isu sosial dan politik terkait Presiden Jokowi yang perlu disikapi BEM UI. "Di pemberitaan yang ada di media, apa yang dinyatakan (Jokowi) itu tidak sesuai dengan realisasinya dan cenderung menunjukkan tidak adanya keseriusan dalam merealisasikan pernyataan tersebut, jadi berangkat dari keresahan itu," paparnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presenter Sonny Tulung gabung ke Partai Emas
Jumat, 17 September 2021 - 19:12 WIB
Presenter Sonny Tulung bergabung dengan Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas). Ia dipercaya menjaba...
Enembe sampaikan duka cita mendalam gugurnya nakes Kiwirok
Jumat, 17 September 2021 - 11:30 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tenaga medis dalam tr...
Relawan: Sandiaga Uno berpeluang maju Capres 2024
Jumat, 17 September 2021 - 10:41 WIB
Relawan Kawan Sandi (RKS) memprediksikan peluang besar untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ...
Presiden akan tinjau vaksinasi COVID-19 di Aceh dan Sumut
Kamis, 16 September 2021 - 08:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat dan memberikan instru...
PDI Perjuangan Kalbar polisikan akun penyebar hoaks Megawati wafat
Rabu, 15 September 2021 - 22:15 WIB
Pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat bersama seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Kalbar dan Bad...
 DPC PDI Perjuangan Kota Kediri vaksin 500 warga plus beri bantuan sembako beras
Rabu, 15 September 2021 - 16:34 WIB
DPC PDI Perjuangan Kota Kediri Rabu (15/9) pagi menggelar giat vaksinasi. Kegiatan ini difokuskan di...
Krisdayanti: Dana reses bukanlah pendapatan pribadi Anggota DPR
Rabu, 15 September 2021 - 12:47 WIB
Anggota DPR RI Krisdayanti (KD) menyatakan dana reses bukanlah bagian pendapatan pribadi dari Anggot...
15 September 1945: Sekutu mendaratkan pasukannya di Jakarta setelah Indonesia merdeka
Rabu, 15 September 2021 - 06:00 WIB
Seorang perwira pasukan sekutu bernama Mayor Greenhalgh, melakukan aksi terjun payung di lapangan ud...
Presiden tetapkan PP tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
Selasa, 14 September 2021 - 18:12 WIB
Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pe...
DPRD Sulsel temukan anggaran APBD siluman Rp182 miliar
Selasa, 14 September 2021 - 07:15 WIB
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Komisi D membidangi Pembangunan menemukan kejanggalan adanya ...
Live Streaming Radio Network