Balai Gakkum KLHK tetapkan tersangka pemilik kayu olahan ilegal
Elshinta
Jumat, 02 Juli 2021 - 10:34 WIB |
Balai Gakkum KLHK tetapkan tersangka pemilik kayu olahan ilegal
Balai Gakkum KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak dengan dukungan UPT KPH Wilayah Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat mengamankan dan menetapkan pemilik kayu 144 batang olahan jenis meranti, berinisial OI (44) dan AL (36) sebagai tersangka. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (GAKKUM KLHK) Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak didukung UPT KPH Wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat mengamankan dan menetapkan pemilik kayu 144 batang olahan jenis meranti, berinisial OI (44) dan AL (36) sebagai tersangka.

"Penyidik telah menetapkan OI dan AL sebagai tersangka dan menitipkan mereka di Rumah Tahanan Polda Kalbar. Sedangkan dua unit truk serta 144 batang (18,8 m3) kayu diamankan di Kantor Seksi Wilayah III Pontianak," kata Kepala Seksi Balai Gakkum KLHK Wilayah III Pontianak, Julian dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Jumat.

Dia menjelaskan, pihaknya menangkap kedua tersangka itu karena mengangkut sebanyak 144 batang kayu olahan ilegal jenis meranti dan rimba campuran tanpa dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) di Jalan Trans Kalimantan kilometer 32, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada 29 Juni 2021.

Penyidik menjerat tersangka OI dan AL dengan Pasal 12 Huruf e, Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang telah diubah dengan Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun serta pidana denda paling banyak Rp2,5 miliar.

"Pengungkapan perkara ini berawal dari kegiatan Operasi Penertiban Ilegal Logging dan Peredaran Hasil Hutan oleh Tim Operasi Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (29/6) sekitar pukul 07.50 WIB, di Jalan Trans Kalimantan kilometer 32, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar," ujarnya.

Tim Operasi SPORC Brigade Bekantan Kalbar menghentikan dua truk dengan supir OI dan AL, yang dicurigai bermuatan kayu ilegal, katanya.

Tim mendapati 76 batang (9,6 m3) kayu olahan jenis meranti dan rimba campuran tanpa dilengkapi SKSHH di truk pertama, kemudian di truk kedua tim mendapati 68 batang (9,2 m3) kayu olahan jenis meranti dan rimba campuran juga tanpa dilengkapi SKSHH.

"Hasil pemeriksaan kayu olahan tersebut diangkut dari Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu tujuan ke Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya," ungkapnya.

Keberhasilan penanganan kasus ini berkat kerja sama yang baik antara Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, UPT KPH Wilayah Kubu Raya, BPHP Wilayah VIII Pontianak dan Direskrimsus Polda Kalimantan Barat, katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Luncurkan aplikasi ASAP Digital, Kapolda Kaltim fokuskan pada 4 daerah ini
Jumat, 17 September 2021 - 14:55 WIB
Kapolda Kalimatan Timur, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan aplikasi ASAP Digital ini nantinya...
Pemkot Jakbar benahi kawasan Rawa Buaya untuk antispasi banjir
Jumat, 17 September 2021 - 12:41 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan beberapa pembenahan di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, untuk...
30 tim bakal turun bersihkan sungai di Banjarmasin
Kamis, 16 September 2021 - 23:27 WIB
Sebanyak 30 tim dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMD dan organisasi kemasyarakatan peduli...
Banjarmasin bentuk gerakan `Balingai` upaya selamatkan sungai
Kamis, 16 September 2021 - 14:07 WIB
Beberapa elemen masyarakat sepakat membentuk sebuah gerakan Banjarmasin Peduli Sungai atau disingkat...
Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Selasa, 14 September 2021 - 12:16 WIB
Mengantisipasi agar tidak kembali terjadnya luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air...
 World Clean Up Day gelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kemiren Cilacap
Senin, 13 September 2021 - 11:47 WIB
Komunitas pemerhati lingkungan bersama Babinsa Tegalkamulyan Koramil 01 Cilacap  menggelar aksi ber...
Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Sabtu, 11 September 2021 - 22:49 WIB
Provinsi Sumatera Selatan tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir...
Limbah ciu cemari Bengawan Solo 
Sabtu, 11 September 2021 - 17:37 WIB
Limbah produksi ciu (alkohol tradisional khas Jawa Tengah) mencemari  Bengawan Solo. Gubernur Jawa ...
Enam sungai di Bekasi tercemar limbah industri
Jumat, 10 September 2021 - 13:42 WIB
Sedikitnya enam sungai di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tercemar limbah industri berdasarkan hasil pe...
BMKG: Sejumlah daerah berpotensi dilanda hujan lebat
Jumat, 10 September 2021 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia berpo...
Live Streaming Radio Network