PHRI: PPKM Darurat tantang restoran beralih ke layanan `delivery`
Elshinta
Sabtu, 03 Juli 2021 - 15:58 WIB |
PHRI: PPKM Darurat tantang restoran beralih ke layanan `delivery`
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Salah satu poin utama dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali yang dimulai pada 3-20 Juli, adalah restoran termasuk yang berada di mal, hanya boleh menerima pesan antar (delivery) atau makanan dibawa pulang (take away) dan tak diizinkan untuk konsumen makan di dalam restoran (dine in).

Sekretaris Jendral PHRI Pusat Maulana Yusran mengatakan situasi itu merupakan tantangan bagi pengusaha restoran dan rumah makan untuk bertahan di tengah kebijakan PPKM Darurat. Mereka yang semula mengandalkan konsumen makan di tempat, harus cepat beralih dan beradaptasi dengan layanan take away dan pesan antar secara daring.

"Tidak bisa (mengandalkan pesan-antar saja), karena tubuh dari restoran bukan cuma kebutuhan makan dan minum, tapi adalah adanya aktivitas di lingkaran tempat restoran itu berada," kata Yusran kepada ANTARA, Sabtu (3/7).

Lebih lanjut, ia memberikan contoh restoran yang terletak di sekitar perkantoran. Jika perkantorannya aktif, maka restoran itu akan ada pergerakan dan bisa bertumbuh. "Kalau tidak ada yang bekerja (di lingkungan perkantoran tersebut), tentu aktivitas makan-minum di sana tidak laku buat mereka (restoran/rumah makan/kafe)" jelasnya.

Pun dengan restoran yang berada di mal. Yusran mengatakan, keberadaan restoran di mal adalah untuk melengkapi aktivitas pengunjung yang mampir dan berbelanja di toko-toko retail yang berada di mal tersebut.

"Jadi, tubuh restoran bukan cuma untuk makan dan minum. Jika mereka (restoran) yang dulu sangat mengandalkan dine in diubah ke delivery atau take away, tidak serta-merta bisa langsung mengganti, menerima online tersebut," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri: Saat ini momentum terbaik bangun baterai kendaraan listrik
Jumat, 17 September 2021 - 19:28 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut saat ini ...
 Wali Kota Magelang harap warga kreatif gunakan bantuan sosial tunai
Jumat, 17 September 2021 - 16:55 WIB
Sebanyak 67 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Magelang menerima bantuan sosial tunai (BST) dar...
 Gubernur NTT: Sertipikat kepemilikan tanah terus didorong untuk pertumbuhan ekonomi
Jumat, 17 September 2021 - 16:25 WIB
Pertumbuhan ekonomi NTT harus menjadi satu perencanaan dengan sertipikat kepemilikan lahan. Maka den...
Perumda Tirta Raharja akui debit air alami penurunan
Jumat, 17 September 2021 - 16:13 WIB
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Jawa Barat tetap mengede...
BPJS Ketenagakerjaan gandeng Ombudsman Jawa Timur tingkatkan pelayanan
Jumat, 17 September 2021 - 15:37 WIB
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik serta memberikan kenyamanan dan transparansi, BPJS Keten...
Pemerintah resmi perpanjang diskon PPnBM hingga Desember 2021
Jumat, 17 September 2021 - 10:30 WIB
Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM D...
Rupiah Jumat pagi melemah 15 poin
Jumat, 17 September 2021 - 09:48 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 15 poin
IHSG Jumat dibuka melemah 11,06 poin
Jumat, 17 September 2021 - 09:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka melemah 11,06 poin
Wamendag ajak pengusaha Cirebon manfaatkan perjanjian dagang RI-Eropa
Kamis, 16 September 2021 - 16:40 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak pengusaha Cirebon, Jawa Barat untuk memanfaatkan p...
Belasan ton bawang merah ke Papua menumpuk di Semau
Kamis, 16 September 2021 - 16:05 WIB
Sebanyak 12 ton bawang merah milik para petani di pulau Semau, Kabupaten Kupang kini tak bisa dipasa...
Live Streaming Radio Network