MemoRI 13 Juli
13 Juli 1949: Syafruddin menyerahkan mandat kepada Sukarno
Elshinta
13 Juli 1949: Syafruddin menyerahkan mandat kepada Sukarno
Syafrudin Prawiranegara saat bersama dengan Ir Soekarno. (https://bit.ly/2TB6I5g/elshinta.com)

Elshinta.com - Dengan hadirnya pemerintahan darurat Republik Indonesia (PDRI), tujuan agresi militer Belanda sesungguhnya telah gagal. Sebab, eksistensi Indonesia dapat terus berlangsung, sekalipun ibu kotanya (Yogyakarta) digempur habis-habisan dan pucuk pimpinannya ditangkapi.

Lucunya, Belanda justru bagaikan jatuh tertimpa tangga. Negeri yang bernafsu menjajah itu malah menuai kecaman dari dunia internasional, termasuk Amerika Serikat (AS). Persoalan RI tidak lagi bisa dianggap persoalan dalam negeri Belanda. Sebagai contoh, banyak negara yang mengajukan protes dengan cara menutup bandaranya bagi pesawat-pesawat terbang berbendera Belanda.

Wakil Belanda di PBB juga harus menanggung malu lantaran tidak bisa menutupi fakta tentang ditawannya Bung Karno dkk. Diplomasi RI di PBB terbilang sangat sukses, sehingga AS yang semula netral menjadi turun tangan serta mendesak RI dan Belanda kembali berunding.

Resolusi PBB pada Januari 1949 jelas menguntungkan RI. PBB membentuk United Nations Commission for Indonesia (UNCI), untuk menjembatani perdamaian.

Pada 6 Juli 1949, jajaran PDRI bertemu dengan utusan Bung Hatta di Desa Koto Kaciek, Kab. 50 Kota. Dalam kesempatan itu, Syafruddin Prawiranegara dkk. menyampaikan pernyataan kurang setuju terhadap langkah Indonesia dalam Perundingan Roem-Royen.

Namun, demi kepentingan yang lebih luas, hal itu dianggap tidak perlu dibesar-besarkan. Disepakatilah pengembalian mandat dari pimpinan PDRI kepada Presiden Sukarno.

Pada 9 Juli 1949, Syafruddin dan rombongan tiba dari Bukittinggi ke Jakarta. Keesokan harinya, mereka tiba di Yogyakarta dengan wajah berseri-seri. Tanda syukur dan lega hati lantaran telah menunaikan tugas sedemikian penting dengan sukses.

Pada 13 Juli 1949, sidang kabinet digelar dengan dipimpin Wakil Presiden Mohammad Hatta. Dalam kesempatan itu, Syafruddin selaku ketua PDRI menyerahkan mandat kepada Presiden RI Sukarno. Hal itu didahului dirinya melaporkan tentang apa-apa yang telah dia dan jajarannya lakukan selama menyelenggarakan PDRI.

Demikianlah, usia PDRI hanya enam bulan 21 hari. Namun, sungguh besar makna PDRI bagi kelangsungan perjuangan bangsa dan negara Indonesia

Baca juga 13 Juli 1949, PDRI serahkan `mandat` kepemimpinan RI pada Soekarno 

 

 

Sumber: republika.co.id

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Enembe sampaikan duka cita mendalam gugurnya nakes Kiwirok
Jumat, 17 September 2021 - 11:30 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tenaga medis dalam tr...
Relawan: Sandiaga Uno berpeluang maju Capres 2024
Jumat, 17 September 2021 - 10:41 WIB
Relawan Kawan Sandi (RKS) memprediksikan peluang besar untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ...
Presiden akan tinjau vaksinasi COVID-19 di Aceh dan Sumut
Kamis, 16 September 2021 - 08:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat dan memberikan instru...
PDI Perjuangan Kalbar polisikan akun penyebar hoaks Megawati wafat
Rabu, 15 September 2021 - 22:15 WIB
Pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat bersama seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Kalbar dan Bad...
 DPC PDI Perjuangan Kota Kediri vaksin 500 warga plus beri bantuan sembako beras
Rabu, 15 September 2021 - 16:34 WIB
DPC PDI Perjuangan Kota Kediri Rabu (15/9) pagi menggelar giat vaksinasi. Kegiatan ini difokuskan di...
Krisdayanti: Dana reses bukanlah pendapatan pribadi Anggota DPR
Rabu, 15 September 2021 - 12:47 WIB
Anggota DPR RI Krisdayanti (KD) menyatakan dana reses bukanlah bagian pendapatan pribadi dari Anggot...
15 September 1945: Sekutu mendaratkan pasukannya di Jakarta setelah Indonesia merdeka
Rabu, 15 September 2021 - 06:00 WIB
Seorang perwira pasukan sekutu bernama Mayor Greenhalgh, melakukan aksi terjun payung di lapangan ud...
Presiden tetapkan PP tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
Selasa, 14 September 2021 - 18:12 WIB
Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pe...
DPRD Sulsel temukan anggaran APBD siluman Rp182 miliar
Selasa, 14 September 2021 - 07:15 WIB
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Komisi D membidangi Pembangunan menemukan kejanggalan adanya ...
 MKGR siap dukung Mahyaruddin Salim jadi Ketua Golkar Kota Tanjungbalai
Senin, 13 September 2021 - 15:46 WIB
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat akan menggelar M...
Live Streaming Radio Network