Inggris telah pulangkan sebagian besar tentaranya dari Afganistan
Elshinta
Kamis, 08 Juli 2021 - 23:40 WIB |
Inggris telah pulangkan sebagian besar tentaranya dari Afganistan
Tentara perempuan Inggris di Kandahar, Afghanistan. (Getty/independent.co.uk)

Elshinta.com - Sebagian besar tentara Inggris telah menarik diri dari Afganistan, kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis, mengakhiri peran resminya dalam konflik selama dua dekade di tengah ketakutan bahwa keluarnya tentara asing dapat berujung pada perang sipil yang kacau.

Tentara Inggris pertama kali diturunkan di Afganistan pada tahun 2001 menyusul serangan 9/11 di Amerika Serikat dan memainkan peran besar dalam operasi tempur hingga tahun 2014. Sebanyak 457 pasukan Inggris tewas di negara tersebut.

“Semua tentara Inggris yang ditugaskan untuk misi NATO di Afganistan kini akan kembali ke tanah air mereka,” kata Johnson dalam pernyataan untuk parlemen.

“Untuk alasan yang sudah jelas, saya tidak akan memberikan detil jadwal keberangkatan mereka, namun saya dapat menginformasikan kepada parlemen bahwa sebagian besar dari personel kita telah pergi.”

Kekerasan telah menyebar di seluruh Afganistan dalam pekan-pekan sejak Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa para tentara akan mundur tanpa syarat pada 11 September.

Pekan lalu Amerika Serikat meninggalkan pangkalan udara Bagram, tempat operasi militer AS di negara itu sejak lama, yang secara efektif mengakhiri perang terpanjang Amerika. Pentagon mengatakan bahwa penarikan pasukan AS telah 90 persen selesai.

Johnson menyoroti perubahan dalam kehadiran Inggris di Afganistan, mengatakan bahwa dia tidak mengecilkan tantangan yang akan dihadapi negara tersebut dan pemerintah akan terus menyediakan bantuan pengembangan.

“Saya harap tak ada yang melompat pada kesimpulan bahwa penarikan tentara kita berarti komitmen Inggris terhadap Afganistan berakhir, kita tidak akan berpaling, dan kita tidak berada di bawah ilusi tentang bahaya situasi hari ini dan apa yang mungkin terjadi di masa depan,” ujar Johnson pada parlemen.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LG selesaikan peningkatan tahap awal pabrik peralatan rumah tangga
Jumat, 17 September 2021 - 08:59 WIB
Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG Electronics Inc. telah menyelesaikan tahap pertama untu...
China-ASEAN Expo hasilkan kesepakatan bisnis Rp664 triliun
Kamis, 16 September 2021 - 00:01 WIB
Pameran perdagangan dan investasi China-ASEAN Expo (CAExpo) ke-18 yang berakhir di Nanning, Daera...
Negara bagian terpadat ketiga di Australia hindari penguncian COVID
Minggu, 12 September 2021 - 12:25 WIB
Queensland, negara bagian terpadat ketiga di Australia, mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu memeri...
Perusahaan China donasikan alat penanggulangan COVID-19 ke Indonesia
Sabtu, 11 September 2021 - 14:03 WIB
Perusahaan China Zhenshi Holding Group Co Ltd mendonasikan berbagai alat kebutuhan untuk penanggulan...
Australia ingin tingkatkan kerja sama dengan Indonesia di banyak sektor
Kamis, 09 September 2021 - 23:45 WIB
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyampaikan keinginan Australia untuk meningkatkan hubun...
Dunia sambut pemerintahan Taliban dengan waspada
Kamis, 09 September 2021 - 09:03 WIB
Negara-negara asing menyambut susunan pemerintahan baru di Afghanistan dengan hati-hati dan cemas pa...
Menlu Inggris katakan perlunya terlibat dengan Taliban
Kamis, 02 September 2021 - 20:15 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan adanya kebutuhan untuk terlibat dengan Taliban t...
Rekor, India suntikkan 10 juta dosis vaksin sehari
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 15:31 WIB
India pada Jumat (27/8) mencatat rekor dengan menyuntikkan 10 juta dosis vaksin COVID-19 sehari, dem...
Ratusan warga Afghanistan dievakuasi ke Korsel
Kamis, 26 Agustus 2021 - 20:31 WIB
Hampir 400 warga Afghanistan yang dievakuasi tiba di Seoul, Korea Selatan pada Kamis, di mana pemeri...
Taliban minta AS berhenti bantu warga Afghanistan mengungsi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 08:31 WIB
Pemerintahan Biden mengharapkan beberapa warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa khusus ti...
Live Streaming Radio Network