KKP siapkan klaim kerugian terkait rusaknya terumbu karang Raja Ampat
Elshinta
Jumat, 09 Juli 2021 - 10:00 WIB |
KKP siapkan klaim kerugian terkait rusaknya terumbu karang Raja Ampat
Ilustrasi - Petugas mengkaji kondisi terumbu karang. ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan skema klaim kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat, dampak dari kandasnya kapal KM Sabuk Nusantara pada Februari 2021.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Antam Novambar dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, menyebutkan bahwa skema ini merupakan bentuk penerapan restorative justice untuk memulihkan kerusakan sumber daya kelautan dan perikanan di perairan Raja Ampat akibat kandasnya kapal KM Sabuk Nusantara 62.

Terkait hal tersebut, Tim KKP telah menyelesaikan tahapan verifikasi yang akan menjadi rujukan dalam penentuan nilai kerugian yang harus dibayar oleh pihak KM. Sabuk Nusantara 62.

“Kami sudah menyelesaikan tahapan verifikasi, dari pengumpulan bahan dan keterangan, kami menyimpulkan terjadi kerusakan ekosistem karang,” jelas Antam Novambar.

Antam menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan verifikasi tersebut selain melihat aspek kerusakan ekosistem karang, juga memperhatikan dampak sosial-ekonomi masyarakat di sekitar lokasi seperti diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2020 mengenai Tata Cara Penyelesaian Sengketa dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

"Mata pencaharian utama masyarakat di lokasi sebagian besar adalah nelayan pancing ulur. Tentu ada kerugian ekonomi yang dialami masyarakat setempat akibat kerusakan ini," ungkap Antam

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan KKP Halid K. Jusuf menuturkan KKP bersama Pemerintah Daerah dan Polair Polres Raja Ampat selama ini terus melakukan koordinasi dalam penanganan kasus tersebut.

Halid menjelaskan bahwa area kerusakan terumbu karang ini terjadi pada lokasi Kawasan Konservasi Perairan Nasional Suaka Alam Perairan (KKPN SAP) Raja Ampat serta Perairan Pulau Gag. “Karang yang terdampak meliputi karang lunak dan karang keras,” jelasnya.

Lebih jauh, Halid menyampaikan bahwa komponen yang akan diajukan sebagai klaim kerugian kepada pihak KM. Sabuk Nusantara 62 meliputi nilai kehilangan jasa ekosistem, biaya restorasi, biaya verifikasi lapangan, dan kerugian langsung masyarakat. Pihaknya beserta tim verifikasi di lapangan kini tengah menjalani proses penghitungan secara mendetail agar nilai kerusakan yang ditimbulkan dapat segera didapat.

Setelah tahapan tersebut, menurut dia, selanjutnya Tim Penyelesaian Ganti Kerugian akan melanjutkan ke tahap klarifikasi dan negosiasi.

Sebagaimana diketahui, kapal KM. Sabuk Nusantara 62 kandas di perairan Raja Ampat pada 3 Februari 2021. Kandasnya kapal tersebut menyebabkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Nasional Suaka Alam Perairan (KKPN SAP) Raja Ampat serta Perairan Pulau Gag.

Saat ini, KKP melaksanakan proses permintaan ganti kerugian melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Luncurkan aplikasi ASAP Digital, Kapolda Kaltim fokuskan pada 4 daerah ini
Jumat, 17 September 2021 - 14:55 WIB
Kapolda Kalimatan Timur, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan aplikasi ASAP Digital ini nantinya...
Pemkot Jakbar benahi kawasan Rawa Buaya untuk antispasi banjir
Jumat, 17 September 2021 - 12:41 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan beberapa pembenahan di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, untuk...
30 tim bakal turun bersihkan sungai di Banjarmasin
Kamis, 16 September 2021 - 23:27 WIB
Sebanyak 30 tim dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMD dan organisasi kemasyarakatan peduli...
Banjarmasin bentuk gerakan `Balingai` upaya selamatkan sungai
Kamis, 16 September 2021 - 14:07 WIB
Beberapa elemen masyarakat sepakat membentuk sebuah gerakan Banjarmasin Peduli Sungai atau disingkat...
Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Selasa, 14 September 2021 - 12:16 WIB
Mengantisipasi agar tidak kembali terjadnya luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air...
 World Clean Up Day gelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kemiren Cilacap
Senin, 13 September 2021 - 11:47 WIB
Komunitas pemerhati lingkungan bersama Babinsa Tegalkamulyan Koramil 01 Cilacap  menggelar aksi ber...
Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Sabtu, 11 September 2021 - 22:49 WIB
Provinsi Sumatera Selatan tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir...
Limbah ciu cemari Bengawan Solo 
Sabtu, 11 September 2021 - 17:37 WIB
Limbah produksi ciu (alkohol tradisional khas Jawa Tengah) mencemari  Bengawan Solo. Gubernur Jawa ...
Enam sungai di Bekasi tercemar limbah industri
Jumat, 10 September 2021 - 13:42 WIB
Sedikitnya enam sungai di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tercemar limbah industri berdasarkan hasil pe...
BMKG: Sejumlah daerah berpotensi dilanda hujan lebat
Jumat, 10 September 2021 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia berpo...
Live Streaming Radio Network