Sisi buruk kebiasaan `multitasking` untuk tubuh hingga IQ
Elshinta
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:24 WIB |
Sisi buruk kebiasaan `multitasking` untuk tubuh hingga IQ
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Bagi sebagian orang, mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan yang kerap disebut multitasking punya keuntungan salah satunya mempercepat selesainya tugas.

Para ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga misalnya. Mereka bisa melakukan berbagai pekerjaan rumah sekaligus semisal memasak sembari mencuci baju, menyapu atau bekerja sembari mengurus anak dan lainnya.

Memang, pekerjaan jadi terasa lebih cepat selesai dalam waktu singkat tetapi di sisi lain, multitasking juga berdampak buruk bagi seseorang. Psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pritta Tyas Mangestuti mengatakan mereka, terutama para ibu yang punya kebiasaan multitasking bisa sangat menghabiskan energi sehingga menyebabkan kelelahan.

"Multitasking ini sangat menghabiskan energi, membuat kita kelelahan bahkan bisa menurunkan IQ kalau terlalu sering multitasking," kata dia dalam sebuah acara kesehatan tentang anak via daring, dikutip Sabtu.

Di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan sebagian besar orang bekerja dari rumah (WFH) saat ini, para ibu yang bekerja khususnya, perlu mengelola energi mereka. Ini memang menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, ibu (yang sudah memiliki anak) perlu menemani anak mereka, tetapi di sisi lainnya dia harus bekerja.

Walaupun repot, menurut Pritta, para ibu perlu berusaha tidak multitasking. Dia menyarankan ibu mengatur waktunya, misalnya setiap pukul 07.00-07.30 untuk bermain bersama anak, lalu setelahnya melakukan pekerjaan rumah tangga atau kantor dan pekerjaan lainnya.

Dampak buruk multitasking sudah diperlihatkan berbagai studi. Studi pada tahun 2008 yang dilakukan peneliti dari University of Utah, Amerika Serikat menemukan seseorang mungkin perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan dua tugas sekaligus ketimbang mengerjakannya secara terpisah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK sebut anak-anak harus jadi pelopor kejujuran
Senin, 19 Juli 2021 - 21:45 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menyebut anak-anak harus menjad...
Sisi buruk kebiasaan `multitasking` untuk tubuh hingga IQ
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:24 WIB
Bagi sebagian orang, mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan y...
Dharma Wanita diajak kembangkan program peningkatan kreatif
Jumat, 02 Juli 2021 - 11:58 WIB
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata ...
Ikatan Dokter Gigi Anak: Dot digunakan hanya sampai usia 4 tahun
Sabtu, 29 Mei 2021 - 17:56 WIB
Dokter spesialis gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), Eriska Riyanti menuturkan...
Perempuan `penyelamat` ekonomi di tengah pandemi
Senin, 26 April 2021 - 14:18 WIB
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, selama lebih dari satu tahun ini telah memp...
Dua pengusaha wanita ubah sampah plastik jadi bahan bangunan
Rabu, 21 April 2021 - 12:01 WIB
Sampah plastik kemasan sachet banyak digemari konsumen karena praktis dan harganya lebih murah. Tapi...
Berdayakan perempuan, Sukoharjo incar APE 2021
Selasa, 06 April 2021 - 18:12 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masuk nominasi untuk Penghargaan Parahita Ekapraya 2021.
Perkuat ketahanan keluarga cegah radikalisme-terorisme oleh perempuan
Sabtu, 03 April 2021 - 18:57 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meyakini salah satu cara untuk...
Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25 WIB
Konsorsium Permampu yang terdiri dari 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera merayakan International Wome...
Atalia Kamil: Perempuan berperan penting di keluarga saat pandemi
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:29 WIB
Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, men...
Live Streaming Radio Network