Balai Besar KSDA Papua terima translokasi 51 satwa dilindungi dari KSDA Sulut 
Elshinta
Kamis, 15 Juli 2021 - 15:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Balai Besar KSDA Papua terima translokasi 51 satwa dilindungi dari KSDA Sulut 
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com

Elshinta.com - Balai Besar KSDA Papua kembali menerima translokasi satwa sejumlah 51 ekor jenis aves dan mamalia. Translokasi satwa ini adalah tahap kedua di bulan Juli ini berasal dari BKSDA Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan rangkaian Road to HKAN 2021.

Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si mengatakan jenis-jenis satwa translokasi diantaranya  33 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 11 ekor kakatua rawa (Cacatua sanguinea), 2 ekor kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), 3 ekor angsa boiga (Anseranas semipalmata), dan 2 ekor pelandu papua (Dorcopsis hageni).

“Dari 51 ekor satwa tersebut, terdapat 15 ekor hasil pemulangan kembali ke negara asal atau repatriasi dari Filipina, yaitu 11 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 2 ekor kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), dan 2 ekor pelandu papua (Dorcopsis hageni),” ujar Edward Sembiring di Buper Waena, Kamis (15/7).

Sedangkan untuk, sisanya merupakan satwa sitaan dan penyerahan masyarakat kepada BKSDA Sulawesi Utara. Satwa-satwa tersebut tiba di Pelabuhan Jayapura pada Kamis (15/7/2021) menggunakan moda transportasi Kapal Motor (KM) Sinabung.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, satwa-satwa translokasi dari BKSDA Sulawesi Utara merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. 

Sementara dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), semua satwa tersebut berstatus Least Concern (LC), artinya telah dievaluasi, dan termasuk berisiko rendah.

Edward Sembiring, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara atas kerja sama yang sangat baik selama proses translokasi satwa. 

“Kami sambut hangat kedatangan 51 ekor satwa ini, yang diantarkan langsung oleh Polhut, keeper, dan dokter hewan dari BBKSDA Sulawesi Utara. Luar biasa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas kita semua melestarikan satwa endemik Papua,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Ia berharap ke depan, semoga satwa-satwa ini sehat, aman, dapat kembali ke habitatnya dan berkembang biak dengan sejahtera demi keseimbangan alam kita. 

“Saya mengingatkan kembali kepada semua pihak, mari menjaga satwa endemik Papua, jangan sampai keluar dari wilayah Papua secara ilegal. Ini tugas kita bersama di tanah Papua,” kata Edward.

Selanjutnya Edward juga menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Para Pihak yang telah membantu terlaksananya translokasi satwa. Hal ini merupakan langkah nyata untuk mencapai tujuan hidup yang harmoni dengan alam. Edward berpesan, “Mari kita selamatkan satwa endemik Papua sebelum menjadi kenangan.” tuturnya.

Ditempat yang sama Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Balai Besar KSDA Papua, Lusiana Dyah Ratnawati, menyampaikan bahwa kami telah menerima surat hasil uji PCR yang menyatakan semua satwa bebas dari Avian Influenza. Selain itu, juga telah ada surat hasil uji serologis dan rabies yang menyatakan semua satwa dalam kondisi sehat. 

Berdasarkan hasil-hasil uji laboratium tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua juga telah mengeluarkan Surat Rekomendasi Translokasi Satwa Endemik ke Papua Nomor: 1144/524/B.3/07/2021.

“Setibanya di Jayapura, semua satwa mendapatkan pemeriksaan kembali oleh dokter hewan. Semua satwa dalam keadaan sehat dan akan direhabilitasi di Kandang Transit Buper Waena hingga siap dilepasliarkan ke alam,” kata Lusiana.

Sementara itu , Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, menyampaikan, selain memulangkan satwa ke Papua melalui BBKSDA Papua, pihaknya juga memulangkan satwa ke Papua Barat melalui BBKSDA Papua Barat. Jenis-jenis satwa terdiri atas 47 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 1 ekor nuri hitam (Chlacopsitta atra), 2 ekor nuri kabare (Psittrichas fulgidus), 4 ekor julang irian (Rhyticeros plicatus), dan 2 ekor mambruk Ubiat (Goura christata). Pemulangan satwa-satwa tersebut telah disesuaikan dengan daerah persebarannya.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2021 Balai Besar KSDA Papua telah menerima translokasi satwa dari BBKSDA Jawa Timur dan BKSDA Jawa Tengah sejumlah 46 ekor aves.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Luncurkan aplikasi ASAP Digital, Kapolda Kaltim fokuskan pada 4 daerah ini
Jumat, 17 September 2021 - 14:55 WIB
Kapolda Kalimatan Timur, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan aplikasi ASAP Digital ini nantinya...
Pemkot Jakbar benahi kawasan Rawa Buaya untuk antispasi banjir
Jumat, 17 September 2021 - 12:41 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan beberapa pembenahan di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, untuk...
30 tim bakal turun bersihkan sungai di Banjarmasin
Kamis, 16 September 2021 - 23:27 WIB
Sebanyak 30 tim dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMD dan organisasi kemasyarakatan peduli...
Banjarmasin bentuk gerakan `Balingai` upaya selamatkan sungai
Kamis, 16 September 2021 - 14:07 WIB
Beberapa elemen masyarakat sepakat membentuk sebuah gerakan Banjarmasin Peduli Sungai atau disingkat...
Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Selasa, 14 September 2021 - 12:16 WIB
Mengantisipasi agar tidak kembali terjadnya luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air...
 World Clean Up Day gelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kemiren Cilacap
Senin, 13 September 2021 - 11:47 WIB
Komunitas pemerhati lingkungan bersama Babinsa Tegalkamulyan Koramil 01 Cilacap  menggelar aksi ber...
Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Sabtu, 11 September 2021 - 22:49 WIB
Provinsi Sumatera Selatan tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir...
Limbah ciu cemari Bengawan Solo 
Sabtu, 11 September 2021 - 17:37 WIB
Limbah produksi ciu (alkohol tradisional khas Jawa Tengah) mencemari  Bengawan Solo. Gubernur Jawa ...
Enam sungai di Bekasi tercemar limbah industri
Jumat, 10 September 2021 - 13:42 WIB
Sedikitnya enam sungai di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tercemar limbah industri berdasarkan hasil pe...
BMKG: Sejumlah daerah berpotensi dilanda hujan lebat
Jumat, 10 September 2021 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia berpo...
Live Streaming Radio Network