Seorang anak 11 tahun di Sentani nyaris jadi korban penculikan 
Elshinta
Jumat, 16 Juli 2021 - 10:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Seorang anak 11 tahun di Sentani nyaris jadi korban penculikan 
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com

Elshinta.com - Seorang anak perempuan dibawa umur berinisial  GY (11) nyaris jadi korban penculikan seorang pemuda berinisal AM (24). Peristiwa itu terjadi di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, pada  tanggal 28 Juni 2021.

Kejadian bermula saat korban baru pulang sekolah dari SD Advent Doyo Baru. Selanjutnya diberi tumpangan oleh pelaku AM.

“Saat pelaku tawarkan tumpangan motor, karbon pun naik, tetapi tidak diantar pulang. Pelaku berniat lain sehingga korban nekat melompat dari motor yang ditumpanginya,” ujar Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen kepada awak media di Mapolres Jayapura, Kamis (15/7).

Selanjutnya Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura melakukan proses penyidikan kasus upaya penculikan anak tersebut. 

Satuan Reserse Kriminal pun terus menyelidiki pelaku intensif berdasarkan adanya laporan terkait dugaan penculikan anak.

“Kita dari polisi sudah lakukan pemeriksaan terhadap tersangka AM (24) di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jayapura guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Kamis (16/7).

AKBP Fredrickus Maclarimboen menyebutkan kasus penculikan anak tersebut, bermula  ketika korban GY (11) yang masih duduk di bangku sekolah dasar, saat itu berjalan kaki hendak pulang ke rumahnya di Kompleks Kampus STAKPN Doyo Baru Sentani. 

Korban yang berjalan kaki dari sekolahnya di SD Advent Doyo Baru, tiba - tiba dihampiri pelaku berinisial AM (24) dengan mengendarai motor, di saat itu pelaku menawari tumpangan dan mengatakan akan mengantarnya, namun sudah melewati kompleks rumah korban pelaku malah tancap gas.

“Karena korban tidak diturunkan di depan rumahnya. Ia pun ketakutan langsung menangis dan teriak-teriak minta tolong. Korban pun sempat meminta berhenti jika tidak mengancam akan melompat, tapi pelaku malah menantangnya, dan sesampainya di tanjakan dan tikungan melewati Kampus STAKPN korban nekat melompat sehingga membuat kepala dan badannya terseret di aspal,” jelas Kapolres AKBP Fredrickus Maclarimboen.

Pada saat kejadian, kata Kapolres, ada seorang masyarakat yang melintas dan langsung menanyakan korban, kemudian korban menceritakannya sehingga seorang pengendara tersebut mengejar dan berhasil menangkap pelaku.

Lanjut, pelaku saat ini, masih dalam penyelidikan dan  motif pelaku hendak menculik korban. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat yang anaknya masih duduk di bangku sekolah, agar lebih memperhatikan dan mengawasi anaknya jika sudah pulang sekolah, bila perlu dijemput dan selalu berkoordinasi dengan guru,” lanjut Kapolres.

Pelaku sendiri telah mendekam di sel tahanan Polres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kami telah menerbitkan surat penahanan untuk pelaku.

Sedangkan untuk pasal, pelaku kami jerat dengan pasal 83 Jo pasal 76F UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus arisan fiktif di Salatiga, tersangka RA minta 60 reseller juga diproses hukum
Minggu, 26 September 2021 - 12:35 WIB
Tersangka arisan fiktif senilai kurang lebih Rp4,7 miliar RA meminta kepada penyidik Polres  Salati...
 Tutup Operasi Interdiksi Terpadu di Belawan, BNN berhasil cegah 122 kg narkoba masuk Indonesia
Minggu, 26 September 2021 - 11:06 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) resmi menutup Operasi Laut Interdiksi Terpadu...
 Sembilan pelaku pembuat uang palsu di Boyolali diamankan polisi 
Minggu, 26 September 2021 - 10:58 WIB
Polres Boyolali JawaTengah menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat pencetakan uang palsu, di ...
Tersangka lelang arisan online senilai Rp4,7 miliar ditangkap
Sabtu, 25 September 2021 - 16:48 WIB
RA, tersangka  lelang arisan online dengan  perputaran uang senilai Rp4,7 miliar  mengaku modus ...
Polisi tangkap pria di Sumut diduga perkosa anak kandung
Sabtu, 25 September 2021 - 11:37 WIB
Pihak kepolisian mengamankan seorang pria di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara ber...
Polres Indramayu tangkap ibu tiri sewa pembunuh bayaran habisi anaknya
Kamis, 23 September 2021 - 20:41 WIB
Jajaran Satreskrim Polres Indramayu, Jawa Barat, menangkap seorang ibu tiri dan pembunuh bayaran yan...
 Polres Lhokseumawe ciduk 22 pemain judi online chip high domino
Selasa, 21 September 2021 - 17:36 WIB
Tim Opsnal Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil menciduk 22 pemain judi online chip Higgs Domino d...
Polres Purwakarta bongkar sindikat penjualan obat Covid-19 di atas HET
Senin, 20 September 2021 - 18:15 WIB
Polisi Resort (Polres) Purwakarta, Jawa Barat, berhasil membongkar penjualan obat Covid-19 jenis Act...
Polres Sukabumi buru oknum pelajar pelaku penganiayaan
Minggu, 19 September 2021 - 09:27 WIB
Polres Sukabumi, Jawa Barat, memburu oknum pelajar, pelaku penganiayaan terhadap seorang pelajar SMK...
Polres Cirebon ringkus empat pencuri modus ganjal ATM
Sabtu, 18 September 2021 - 20:37 WIB
Satreskrim Polres Cirebon Kota, Polda Jawa Barat, menangkap empat orang pencuri dengan modus ganjal ...
Live Streaming Radio Network