Australia setujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun
Elshinta
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:15 WIB |
Australia setujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun
Murid-murid tiba di sekolah di Brisbane, Australia, Senin (11/5/2020), pada hari pertama bersekolah secara tatap muka setelah mereka beberapa waktu belajar secara daring dari rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (COVID-19). ANTARA/AAP Image/Dan Peled via REUTERS/TM

Elshinta.com - Regulator obat Australia telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun, ujar Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt.

Saat ini, Australia memerangi wabah varian Delta di tiga negara bagian.

Administrasi Barang Terapi telah menilai secara menyeluruh bukti domestik dan internasional sebelum memperpanjang persetujuannya untuk vaksin Pfizer yang akan diberikan kepada kelompok usia ini, kata Hunt dalam pernyataan.

Izin serupa untuk penggunaan vaksin Pfizer pada anak-anak telah disetujui beberapa minggu lalu oleh regulator di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris.

Sampai saat ini, vaksin Pfizer hanya disetujui untuk digunakan di Australia untuk orang berusia 16 tahun ke atas.

Panel vaksinasi Australia akan menyarankan kelompok anak mana yang harus diprioritaskan untuk peluncuran vaksin dan kapan harus diberikan, kata Hunt.

Dengan lebih dari 32.400 kasus COVID-19 dan 915 kematian, Australia telah menangani pandemi jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya, tetapi penguncian "stop-and-start" dan peluncuran vaksin yang lamban telah menyebabkan kekecewaan.

Perdana Menteri Scott Morrison pada Kamis (22/7) meminta maaf atas program vaksinasi yang lambat saat pemerintahnya berupaya mempercepat inokulasi dan memenuhi target untuk memvaksinasi populasi orang dewasa pada akhir 2021.

Sejauh ini, hanya di bawah 15 persen dari populasi orang dewasa telah divaksinasi lengkap.

Sumber : Reuters
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pesawat tempur China masuki zona pertahanan udara Taiwan
Sabtu, 18 September 2021 - 21:38 WIB
Angkatan udara Taiwan pada Jumat (17/9) berusaha menghalau 10 pesawat China yang memasuki zona perta...
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
BRI kampanyekan UMKM Jawa Timur di Kanada
Kamis, 16 September 2021 - 18:27 WIB
BRI mengampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sekaligus membuka peluang UMKM Indonesia...
PBB pulangkan pasukan perdamaian Gabon atas tuduhan pelecehan seksual
Kamis, 16 September 2021 - 13:08 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memulangkan 450 tentara Gabon dari misi pemeliharaan perdamai...
Ekonom: Presidensi G20 akan bawa dampak positif hingga jangka panjang
Kamis, 16 September 2021 - 12:45 WIB
Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pemilihan presidensi Indonesia dalam pertemuan G20 t...
Tiga tewas akibat gempa di Sichuan China, ribuan dievakuasi
Kamis, 16 September 2021 - 11:46 WIB
Gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang Provinsi Sichuan, China, pada Kamis pagi dan hingga kini mer...
Diplomat Afghanistan minta dunia tolak pengakuan Taliban
Kamis, 16 September 2021 - 10:59 WIB
Sekelompok diplomat Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan di Kabul telah mengeluarkan pernyat...
Live Streaming Radio Network