Kabupaten Muba serap empat ton karet petani untuk bangun jalan 1,9 km
Elshinta
Jumat, 23 Juli 2021 - 15:40 WIB |
Kabupaten Muba serap empat ton karet petani untuk bangun jalan 1,9 km
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex meninjau pembangunan jalan menggunakan aspal karet. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyerap setidaknya empat ton karet produksi petani setempat untuk bahan pembangunan jalan sejauh 1,9 kilometer di Kecamatan Plakat Tinggi.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Sekayu, Sumsel, Jumat, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah menyerap karet petani dalam program aspal karet. Pembangunan ini menggunakan dana yang bersumber dari APBN yakni melalui pos dana alokasi khusus pada 2021.

Sebelumnya, program serupa sudah direalisasikan di jalan Kecamatan Sungai Lilin dan Kota Sekayu.

"Kini, giliran Kecamatan Plakat Tinggi Muba mulai dari Jalan SP 11 hingga Trans B2," kata Dodi.

Getah karet tersebut diperoleh dari Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang kemudian melakukan pengolahan di workshop pabrik aspal karet untuk diubah menjadi lateks. Dari empat ton lateks terpravulkanisasi itu, dihasilkan 58 ton aspal karet. Lalu, aspal karet itu dicampur agregat sehingga eratnya menjadi 900 ton. Bukan hanya Kecamatan Plakat Tinggi, pemkab juga akan membangun jalan berbasis aspal karet ini Kecamatan Lais, Seratus Lapan, dan Talang Siku.

"Adanya serapan karet petani ini setidaknya membantu di tengah COVID-19," kata Dodi.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir harga pembelian UPPB untuk karet lateks saat ini senilai Rp19.000-Rp20.000 per kg. Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan petani menjual karet dalam bentuk bahan olahan karet yang berkisar Rp9.000-Rp10.000 per kg. Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin Iskandar mengatakan pihaknya bertekad merealisasikan hilirisasi komoditas ini karena hampir 80 persen penduduknya menggantungkan hidup pada sektor ini.

Berdasarkan data pemkab, luas perkebunan karet rakyat mencapai 459.032 hektare, perusahaan 7.361 hektare, sementara perkebunan kelapa sawit rakyat 141.192 hektare dan perusahaan 302.279 hektare. Namun, untuk mewujudkannya bukan perkara mudah karena adanya keterbatasan infrastruktur dan budaya petani karet setempat yang terbiasa membuat bahan olahan karet (bokar). Selama ini, mereka terbiasa membuat bokar, yakni mengumpulkan getah dengan cara menyadap, kemudian dikeringkan selama tiga pekan untuk mendapatkan bokar dengan tingkat kekeringan 60 persen.

Kini, mereka dituntut memproduksi lateks sehingga mengharuskan petani menyadap getah di pagi hari dan memastikan getah itu bersih (tanpa bercampur kotoran). Hal ini penting karena agar proses di mesin dapat cepat dilakukan yakni proses pemisahan airnya, lebih kurang hanya satu hari.

"Ini yang terus kami edukasikan ke petani dan sejauh ini sudah ada 200 petani yang beralih membuat lateks," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 APNI dukung wacana ekspor 70 persen kandungan nikel
Minggu, 26 September 2021 - 13:35 WIB
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) siap mendukung rencana Pemerintah menerapkan ekspor produk...
Gorontalo ekspor perdana santan kelapa beku ke Tiongkok
Sabtu, 25 September 2021 - 22:01 WIB
Peluncuran perdana ekspor santan kelapa beku (Frozen Coconut Milk) berhasil dilakukan dari Pelabuhan...
 Pelaku usaha perlu gabung ‘e-commerce’ agar tidak tertinggal
Sabtu, 25 September 2021 - 12:36 WIB
Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha dalam negeri untuk cepat beradaptasi dengan perkembang...
KA Walahar, Jatiluhur dan KA Siliwangi kembali beroperasi
Sabtu, 25 September 2021 - 11:05 WIB
Setelah berhenti beroperasi pada masa PPKM, kini Kereta Api (KA) Lokal Daop 1 Jakarta, KA Walahar (r...
Ribuan kartu tani `ngendon` di kantor cabang perwakilan bank
Sabtu, 25 September 2021 - 09:48 WIB
Sebanyak 10.197 kartu tani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah belum dibagikan pada pemiliknya. Kart...
Menperin sebut pengguna garam sumbang devisa miliaran dollar AS
Sabtu, 25 September 2021 - 09:13 WIB
Industri pengguna garam menyumbangkan devisa setara hampir 500 kali lipat nilai impor garam. Indones...
 Ekonom Rizal Ramli beberkan solusi atasi konflik agraria di Hari Tani Nasional
Jumat, 24 September 2021 - 18:57 WIB
Peringatan Hari Tani Nasional ke-58 tahun masih saja diwarnai konflik agraria antara-rakyat dan peng...
QRIS telah digunakan 10,45 juta merchant dari target 12 juta
Jumat, 24 September 2021 - 18:08 WIB
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan implem...
Rupiah ditutup terkoreksi masih dipengaruhi sinyal tapering The Fed
Jumat, 24 September 2021 - 17:57 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan terkoreksi, masi...
Pemkot Bandung siap fasilitasi kegiatan pelaku UMKM
Jumat, 24 September 2021 - 17:44 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat siap hadir memfasilitasi berbagai kegiatan yang dibutuh...
Live Streaming Radio Network