Putin: AL Rusia bisa menyerang jika diperlukan
Elshinta
Minggu, 25 Juli 2021 - 23:48 WIB |
Putin: AL Rusia bisa menyerang jika diperlukan
Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, dan Panglima Angkatan Laut Rusia Nikolai Yevmenov menghadiri parade Hari Angkatan Laut di Saint Petersburg, Rusia, Minggu (25/7/2021). Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS/rwa/cfo

Elshinta.com - Angkatan Laut Rusia mampu mendeteksi setiap musuh dan meluncurkan "serangan yang tak bisa dicegah" jika diperlukan, kata Presiden Vladimir Putin pada Minggu, beberapa pekan setelah sebuah kapal perang Inggris melintasi Semenanjung Krimea.

"Kami mampu mendeteksi setiap musuh di dalam air, di atas air, di udara dan, jika diperlukan, melakukan serangan yang tak bisa dicegah untuk melawan mereka," kata Putin dalam acara parade hari angkatan laut di St. Petersburg.

Pernyataan Putin itu disampaikan menyusul insiden yang terjadi di Laut Hitam pada Juni ketika Rusia mengatakan mereka telah melancarkan tembakan peringatan dan menjatuhkan bom di lintasan kapal perang Inggris untuk mengusirnya dari perairan Krimea.

Inggris menolak pernyataan Rusia tentang insiden itu dengan mengatakan mereka yakin tembakan yang dilancarkan Rusia adalah "latihan menembak" yang telah diumumkan sebelumnya. Inggris juga mengatakan bahwa tidak ada bom yang dijatuhkan.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014. Inggris dan sebagian besar negara di dunia mengakui semenanjung di Laut Hitam itu adalah bagian dari Ukraina, bukan Rusia.

Putin mengatakan pada Juni bahwa Rusia bisa menenggelamkan kapal perang HMS Defender milik Inggris, yang memasuki wilayah perairannya secara ilegal, tanpa memicu Perang Dunia Ketiga. Putin juga mengatakan Amerika Serikat berperan dalam "provokasi" itu.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Batalkan pesanan kapal selam, Australia disebut buat kesalahan besar
Minggu, 19 September 2021 - 17:48 WIB
Australia telah membuat kesalahan diplomatik “besar” dengan membatalkan pesanan kapal selam buat...
Anak-anak perempuan di Afghanistan kembali bersekolah
Minggu, 19 September 2021 - 17:27 WIB
Sejumlah siswi sekolah dasar di Afghanistan kembali bersekolah pada Sabtu (18/9), namun siswi senior...
Krisis dengan Prancis, Australia bela keputusannya tentang kapal selam
Minggu, 19 September 2021 - 16:22 WIB
Australia bersikap `berani, terbuka, dan jujur` pada Prancis atas kekhawatirannya dengan kerja sama...
Hong Kong gelar pemungutan suara untuk 1.500 anggota Komite Pemilu
Minggu, 19 September 2021 - 13:22 WIB
Hong Kong menggelar pemungutan suara untuk memilih 1.500 anggota Komite Pemilihan Umum (EC) pada Min...
Ledakan di Afghanistan tewaskan sejumlah orang
Minggu, 19 September 2021 - 11:15 WIB
Serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sek...
Pesawat tempur China masuki zona pertahanan udara Taiwan
Sabtu, 18 September 2021 - 21:38 WIB
Angkatan udara Taiwan pada Jumat (17/9) berusaha menghalau 10 pesawat China yang memasuki zona perta...
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
Live Streaming Radio Network