Mengenal jenis hepatitis dan penanggulangannya
Elshinta
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:00 WIB |
Mengenal jenis hepatitis dan penanggulangannya
Ilustrasi penyakit hepatitis (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com - Hepatitis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian, bahkan lebih dari satu juta jiwa meninggal setiap tahunnya karena virus ini.

Tema Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah "Hepatitis Tidak Bisa Menunggu", untuk menyampaikan seruan urgensi sebagai upaya membebaskan masyarakat dunia dari hepatitis pada 2030.

Ada lima jenis hepatitis yang dikenal di dunia yakni A, B, C, D dan E. Kelima virus tersebut memiliki sejumlah perbedaan dalam penyebaran dan masalah kesehatan yang dihasilkannya.

Untuk lebih mengetahui tentang virus hepatitis, berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis, penyebab, gejala dan pengobatan mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Rabu.

Hepatitis A
Hepatitis A adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi.

Hepatitis A sangat menular. Ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus - bahkan dalam jumlah mikroskopis - melalui kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi atau melalui makan-makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga 2 bulan termasuk kelelahan, mual, sakit perut, dan penyakit kuning. Hepatitis A kebanyakan tidak akan menjadi penyakit jangka panjang.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis B
Ini adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Hal ini bisa terjadi melalui kontak seksual, berbagi jarum suntik, alat suntik, atau dari ibu ke bayi saat lahir. Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejalanya bisa berupa kelelahan, nafsu makan buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Bagi sebagian besar orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek. Namun bisa juga menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis atau kanker hati.

Risiko infeksi kronis terkait dengan usia saat terinfeksi. Sekitar 90 persen bayi dengan hepatitis B terus berkembang menjadi infeksi kronis, sedangkan orang dewasa yang terkena hepatitis B hanya 2-6 persen yang menjadi infeksi kronis.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis C
Ini adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Saat ini, kebanyakan orang terinfeksi virus hepatitis C dengan berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba.

Untuk beberapa orang hepatitis C adalah penyakit jangka pendek, namun bagi yang lainnya akan menjadi infeksi kronis jangka panjang. Hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis kebanyakan tidak memiliki gejala dan tidak merasa sakit. Jika gejala muncul, seringkali merupakan tanda penyakit hati lanjut.

Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, terutama penggunaan narkoba jarum suntik.

Melakukan tes hepatitis C sangatlah penting, karena perawatan dini dapat menyembuhkan pasien dalam 8 sampai 12 minggu.

Hepatitis D
Hepatitis D juga dikenal sebagai "hepatitis delta" yang merupakan infeksi hati oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D hanya terjadi pada orang yang juga terinfeksi virus hepatitis B.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Hepatitis D bisa menjadi infeksi akut jangka pendek atau menjadi infeksi kronis jangka panjang.

Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian. Orang dapat terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis D secara bersamaan atau dikenal sebagai "koinfeksi" atau terkena hepatitis D setelah pertama kali terinfeksi virus hepatitis B (dikenal sebagai "superinfeksi").

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D. Namun, pencegahan hepatitis B dengan vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D.

Hepatitis E
Ini merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). HEV ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi.

Hepatitis E menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus - bahkan dalam jumlah mikroskopis. Di negara berkembang, orang paling sering terkena hepatitis E dari air minum yang terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi virus.

Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya di mana hepatitis E jarang terjadi, seseorang bisa menderita sakit hepatitis E setelah makan daging babi mentah atau setengah matang, daging rusa, daging babi hutan, atau kerang.

Dulu, sebagian besar kasus di negara maju melibatkan orang yang baru saja bepergian ke negara-negara di mana hepatitis E biasa terjadi. Gejala hepatitis E dapat mencakup kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Namun, banyak orang dengan hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala. Kecuali untuk hepatitis E kronis yang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Kebanyakan orang akan pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi. Tidak ada vaksin untuk hepatitis E saat ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter RS PON anjurkan pemeriksaan berkala cegah pecah pembuluh otak
Kamis, 16 September 2021 - 14:42 WIB
Kepala Neurosurgeon Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Prof. DR. Dr. Mahar Mardjono, Jakarta,...
Dokter spesialis jiwa: Matikan TV dan HP agar anak konsentrasi belajar
Rabu, 15 September 2021 - 16:46 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa di Semen Padang Hospital Dr dr Amel Yanis, Sp.KJ (K) menyarankan or...
Cara mudah terhindar dari `sedentary lifestyle` agar tubuh tetap fit
Rabu, 15 September 2021 - 16:27 WIB
Salah satu gaya hidup yang jadi berbahaya di tengah pandemi COVID-19 adalah `sedentary lifestyle` at...
Iklan obat tradisional harus lengkap dan obyektif agar tak menyesatkan
Selasa, 14 September 2021 - 16:06 WIB
Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makana...
BPOM sebut herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
Selasa, 14 September 2021 - 14:16 WIB
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan M...
Armand Maulana ajak masyarakat untuk vaksinasi COVID-19
Selasa, 14 September 2021 - 11:25 WIB
Musisi Armand Maulana mengajak agar masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 di samping tetap menjaga...
Tips dokter cegah gigi ngilu
Senin, 13 September 2021 - 17:55 WIB
Dokter spesialis konservasi gigi konsultan restorasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr...
Eksfoliasi dengan tepat bantu regenerasi kulit wajah lebih sehat
Senin, 13 September 2021 - 11:25 WIB
Melalukan eksfoliasi dapat membantu regenerasi kulit wajah lebih sehat, kenyal, dan membuat kulit ta...
BBPOM Medan ingatkan masyarakat untuk menghindari obat dan makanan berbahaya
Minggu, 12 September 2021 - 19:10 WIB
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menggelar kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masy...
Kiat tetap tenang saat sedang stres
Minggu, 12 September 2021 - 13:59 WIB
Psikolog dari Universitas Indonesia, Deasy M. Amrin, S.Psi memberikan kiat agar Anda tetap kalem, c...
Live Streaming Radio Network