Riza: Siapapun yang terlibat kasus Jaktour harus terima hukuman
Elshinta
Rabu, 28 Juli 2021 - 23:10 WIB |
Riza: Siapapun yang terlibat kasus Jaktour harus terima hukuman
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan pernyataan pada awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/7/2021) malam. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Elshinta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, siapapun yang terlibat kasus dugaan korupsi di BUMD PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) harus menerima hukuman.

Menurut Riza di Jakarta, Rabu malam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selalu memastikan setiap kinerja yang dilakukan jajarannya termasuk BUMD dilaksanakan secara transparan, terbuka serta harus bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Dan bagi siapa saja yang melanggar harus menerima sanksi dan hukuman sesuai ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku," kata Riza saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Meski demikian, Riza mengaku sampai sekarang secara resmi belum menerima kabar mengenai penetapan tersangka kasus di Jaktour. Dia mengatakan akan mempelajarinya ketika sudah mendapatkan laporan resmi.

Meski demikian, dia menyatakan jika dilakukan pemanggilan oleh pihak Kejaksaan Tinggi DKI terkait kasus tersebut kepada pejabat BUMD terkait atau pejabat Pemprov DKI Jakarta, semuanya akan siap. "Tentu kalau ada pemanggilan pejabat, harus siap," ujarnya.

Terkait dengan Jaktour, Riza mengatakan bahwa kemungkinan juga akan dilakukan pemanggilan oleh Badan Pembina BUMD (BPBUMD) dan Inspektorat untuk dilakukan pengecekan secara internal.

"Prinsipnya kami mengupayakan sebaik mungkin jajaran pemprov dan BUMD semua pekerjaan, kegiatan, proyek apapun yang ada sesuai SOP dan aturan serta harus bebas dari KKN," katanya.

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada unit usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Tourinsindo (Jaktour), yakni berinisial SY dan RI.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam di Jakarta, Rabu, menyebutkan RI (selaku General Manager) dan SY (selaku Chief Accounting) sebagai pelaku peserta.

Ashari mengungkapkan, penetapan dua tersangka baru itu berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dari tersangka sebelumnya berinisial IS.

Ashari menjelaskan  para tersangka diduga terlibat tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan yang berasal dari pembayaran jasa perhotelan instansi pemerintah pada Grand Cempaka Resort & Convention, unit usaha PT Jakarta Tourisindo (BUMD) Provinsi DKI Jakarta.

Penetapan tersangka terhadap RI berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor:TAP-01/M.1.5/Fd.1/07/2021 tertanggal 28 Juli 2021 dan penyidikannya dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: PRIN-1600/M.1/Fd.1/07/2021 tertanggal 28 Juli 2021.

Sementara untuk penetapan tersangka SY tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : TAP-02/M.1.5/Fd.1/07/2021 tertanggal 28 Juli 2021 dan penyidikannya dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: PRIN-1601/M.1/Fd.1/07/2021 tertanggal 28 Juli 2021.

Ashari mengungkapkan, akibat perbuatan para tersangka negara mengalami kerugian hingga Rp5.194.790.618 yang dilakukan sejak 2014 hingga Juni 2015.

Meski ditetapkan tersangka, penyidik Kejati DKI Jakarta tidak menahan SY dan RI karena pertimbangan keduanya bersikap kooperatif saat menjalani proses penyidikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kota Depok sudah capai 60% vaksinasi Covid-19 
Sabtu, 25 September 2021 - 12:07 WIB
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono memastikan sudah mencapai 60 persen vaksinasi Covid-19 di ak...
Viral video asusila, Pemkab Tangerang awasi ketat pengelolaan obyek wisata
Sabtu, 25 September 2021 - 10:12 WIB
Terkait film asusila yang diduga dilakukan di objek wisata Tebing Koja yang viral di media sosial, ...
BMKG sampaikan peringatan dini potensi hujan di tiga wilayah Jakarta
Sabtu, 25 September 2021 - 07:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini adanya potensi huja...
Mulai besok pengguna KRL Bogor naik turun lantai 2 Stasiun Manggarai
Jumat, 24 September 2021 - 22:15 WIB
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pembangunan jalur layang...
Wali Kota Depok: Sekolah pra-nikah berhasil turunkan angka perceraian
Jumat, 24 September 2021 - 21:58 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris berikan motivasi kepada peserta Sekolah pra-Nikah yang diselenggaraka...
Viral video asusila, legislatif minta Pemkab perketat izin obyek wisata
Jumat, 24 September 2021 - 19:47 WIB
Diduga dijadikan tempat pembuatan film asusila di salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Tang...
Viral video asusila, polisi periksa pemilik obyek wisata Tebing Koja dan Kadus Desa Cikuya
Jumat, 24 September 2021 - 19:38 WIB
Sampai dengan hari ini, Jumat (24/9) pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang...
APBD Perubahan TA 2021 Kota Depok dirancang sekira Rp3,3 triliun
Jumat, 24 September 2021 - 18:15 WIB
Pemerintahan Kota Depok laksanakan Rapat Paripurna  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang An...
 Tiga tahun diburu, Ade Ohoiwutun narapidana korupsi Rp3 miliar Kota Tual ditangkap
Jumat, 24 September 2021 - 15:57 WIB
Usai sudah rasa bebas Ade Ohoiwutun (51) dalam pelariannya. Mantan Bendahara Pengeluaran pada Sekret...
Operasi Patuh Maung 2021 pantau lokasi rawan kecelakaan dan arena balap liar
Jumat, 24 September 2021 - 14:07 WIB
Operasi Patuh Maung 2021 sudah berlangsung selama 3 hari. Dan monitoring wilayah rawan kecelakaan se...
Live Streaming Radio Network