Polri edarkan kembali obat terapi COVID-19 yang disita dari pelaku
Elshinta
Kamis, 29 Juli 2021 - 00:05 WIB |
Polri edarkan kembali obat terapi COVID-19 yang disita dari pelaku
Tangkapan layar, konferensi pers vitual pengungkapan kasus penimbunan obat COVID-19 dan tabung oksigen di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/7/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Elshinta.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggunakan wewenangnya untuk mengedarkan kembali barang bukti kejahatan penimbunan dan penjualan obat untuk penanganan COVID-19 yang diungkap oleh jajaran Korps Bhayangkara selama masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4.

"Sebagaimana petunjuk pimpinan Polri, bahwa kami juga harus bisa memberikan kemanfaatan hukum bagi masyarakat," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika dalam konferensi pers secara virtual di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan, barang bukti obat yang akan diedarkan kembali ke pasaran adalah barang bukti yang disita dari pengungkapan 33 kasus penimbunan obat serta penjualan obat tidak ada izin edar dan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam 33 perkara yang berhasil diungkap Polri tersebut, telah ditetapkan sebanyak 37 orang tersangka.

Adapun jumlah barang bukti obat yang disita petugas, yakni 365.876 tablet obat terapi COVID-19 dari berbagai macam jenis dan 62 vial obat terapi COVID-19 dari berbagai jenis.

"Bahwa situasinya masih terjadi kelangkaan obat di pasar, sehingga kami lakukan diskresi kepolisian berupa penyisihan barang bukti," kata Helmy.

Helmy menjelaskan, penanganan barang bukti ini mengedepankan azas kemanfaatan. Penyisihan barang bukti ini disaksikan pula oleh Jaksa Penuntut Umum.

Barang bukti yang telah disisihkan selanjutnya dikembalikan kepada pemilik untuk diedarkan kepada masyarakat dengan harga standar, dengan maksud untuk mengurangi kelangkaan obat di tengah masyarakat.

"Barang bukti ini diserahkan kembali ke masyarakt untuk bisa dijual edar, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaatnya," kata Helmy.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Birgjen Pol Rusdi Hartono mengingatkan masyarakat untuk tidak mencari untung dengan cara ilegal di masa pandemi COVID-19.

Polri, kata Rusdi, akan menindak dengan tegas praktik-praktik yang dapat menggangu penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air.

"Polri tentunya mengimbau kepada warga masyarakat untuk menghentikan segala kegiatan mencari keuntungan dengan cara ilegal karena semua itu akan mempengaruhi dalam rangka penangani COVID-19," katanya.

Rusdi menambahkan, dalam penanganan pandemi COVID-19 ini semua elemen masyarakat, institusi dan pemerintah harus bersatu padu.

"Mari bersatu melawan COVID-19, dengan bersatu menjadi kunci utama keluar dari masa sulit ini," ujar Rusdi.

Berikut barang bukti obat yang disita oleh Polri, total 2.386 tablet dan 56 vial dengan rician, 24 kaplet Zarom 500 Azithromycin Dihydrate, 30 film coated kaplet Azithromycin Dihydrate selaput 500 mg, 10 blister @10 tablet Favipiravir, 1.260 kapsul obat terapi COVID-19 kapsul 200 mg, 500 tablet Avigan Favipiravir Tablet 200mg, 2 vial actemra 20 mg/ml Tocilizumab 80 mg/ 4 ml.

Kemudian, 2 vial Resfar Acetylclysteine 200 mg/ml, 50 vial Azithromycin Dihydrate, 50 vial Deserem Remdesivir, 100 tablet Avigan Favipiravir Tablet 200mg, 10 kapsul Oseltamivir Phosphate 75 mg.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kuasa hukum sebut pemilik Bank Panin tak pernah lobi pejabat untuk turunkan pajak
Jumat, 24 September 2021 - 15:15 WIB
Kuasa hukum Bank Panin Samsul Huda menegaskan, pemilik perusahaan, Mu`min Ali Gunawan tidak pernah m...
Anggota DPRD nilai penerapan ganjil genap di Margonda kurang tepat
Jumat, 24 September 2021 - 13:23 WIB
Anggota DPRD Kota Depok, Jawa Barat Babai Suhaimi mengatakan penerapan kendaraan ganjil genap di Jal...
Polresta Padang tembak terduga pembobol kios warga
Jumat, 24 September 2021 - 12:59 WIB
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membekuk dengan menembak kaki ARD ...
Karantina Lampung gagalkan penyelundupan belasan ekor monyet
Jumat, 24 September 2021 - 12:48 WIB
Balai Karantina Pertanian Lampung menggagalkan penyelundupan belasan ekor monyet yang tidak disertai...
KPK eksekusi dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung ke Lapas Sukamiskin
Jumat, 24 September 2021 - 12:12 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Q...
Polisi tangkap pria aniaya istri di Sumut
Jumat, 24 September 2021 - 11:27 WIB
Pihak kepolisian menangkap seorang pria berinisial S (25) terkait dugaan melakukan kekerasan dalam r...
Mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles segera jalani persidangan
Jumat, 24 September 2021 - 10:52 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan tersangka mantan Dirut Perumda Pemba...
YLK Sumsel minta polisi bongkar sindikat kosmetika ilegal
Jumat, 24 September 2021 - 08:17 WIB
Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan meminta tim Direktorat Reserse Kriminal Khu...
Polri pastikan penganiayaan tahanan di rutan tak terulang lagi
Jumat, 24 September 2021 - 07:17 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatak...
24 September 1999: Demonstrasi menuntut pembatalan RUU PKB berakhir ricuh
Jumat, 24 September 2021 - 06:00 WIB
24 September 1999, demonstrasi yang menuntut pembatalan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keada...
Live Streaming Radio Network