IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19
Elshinta
Kamis, 29 Juli 2021 - 14:23 WIB |
IRT di Palangka Raya meninggal di rumah diduga terpapar COVID-19
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri. ANTARA/Adi Wibowo

Elshinta.com - Orang tua atau pengasuh memiliki peran penting dalam mengenali gejala dan cara menangani dehidrasi pada anak, kata dokter spesialis anak dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

“Pengasuh harus mengenali tanda-tanda dehidrasi supaya bisa mencegahnya, jangan sampai dehidrasi terjadi,” ujarnya.

Himawan mencontohkan kehilangan cairan dapat terjadi ketika anak mengalami demam. Pada kenaikan 1 derajat celcius saat demam, anak membutuhkan tambahan cairan sebesar 12,5 persen dari kondisi normal. Demam menyebabkan air keluar dari tubuhnya melalui kulit dan menimbulkan risiko dehidrasi.

Pada saat itu, anak cenderung tidak mau makan ataupun minum. Hal ini akan menyulitkan penanganan yang dilakukan orangtua saat di rumah.

Oleh sebab itu, orangtua perlu mengantisipasi kondisi terburuk dengan cara menilai dan mengetahui derajat dehidrasi secara umum pada anak.

“Derajat dehidrasi itu ada tiga. Ada yang ringan, sedang, dan berat,” tutur Himawan.

Pada dehidrasi ringan, cairan berkurang sebesar 3-5 persen dari kondisi semula. Himawan mengatakan biasanya dehidrasi ringan belum mengganggu sirkulasi peredaran darah, namun tanda-tanda awalnya sudah mulai terlihat.

“Pertama, permukaan mukosa atau permukaan lapisan mulut bagian dalam agak kering. Kedua, anak biasanya mulai haus dan minta banyak minum, itu merupakan kompensasi dari tubuh si anak,” jelas dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu.

Sementara pada dehidrasi sedang, kekurangan cairan sebesar 6-9 persen dan sudah ada gangguan sirkulasi atau peredaran darah ditandai dengan peningkatan denyut nadi.

“Saat dehidrasi sedang, anak lebih rewel. Selain itu, matanya mulai terlihat cekung. Kalau dehidrasi yang ringan, mungkin matanya tidak terlihat cekung,”

Pada dehidrasi berat, cairan berkurang 10 persen atau lebih. Kondisi ini umumnya sudah mengganggu sirkulasi. Tangan dan kaki terasa dingin, denyut nadi lebih cepat, dan bisa saja kesadaran akan menurun.

“Kemudian, kalau ubun-ubun kepalanya masih terbuka akan terlihat sangat cekung, matanya sangat cekung, serta kencingnya bahkan tidak keluar,”

Himawan mengatakan orangtua juga patut curiga jika frekuensi buang air kecil pada anak tidak seperti biasanya. Pada bayi, setidaknya 3 jam sekali sudah harus mengganti popok. Sementara pada anak yang lebih besar, sekurang-kurangnya 6 jam sekali.

Ia juga mengungkapkan prinsip utama dalam penanganan dehidrasi adalah harus mengganti cairan yang sudah hilang. Himawan menyarankan agar orangtua atau pengasuh berkonsultasi dengan dokter anak terdekat apabila anak mengalami dehidrasi.

“Penggantian cairan itu bisa beberapa macam. Pada anak yang masih mau minum, kita bisa mengganti cairan lewat mulut dengan cairan oralit. Tapi pada kasus anak-anak yang tidak mau minum dan muntahnya sangat banyak, tentu perlu perawatan di rumah sakit dan mengganti cairan yang hilang lewat cairan infus,” terang Himawan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peneliti sarankan pengetatan pengawasan untuk cegah lonjakan COVID-19
Jumat, 24 September 2021 - 16:27 WIB
Peneliti kebijakan publik dari lembaga swadaya masyarakat The Prakarsa, Eka Afrina Djamhari, menyar...
 Vaksinasi Goes To School, seratusan siswa SMK di Lhokseumawe divaksin
Jumat, 24 September 2021 - 16:04 WIB
Seratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 dan SMK Bringin Lhokseumawe ikut sunt...
Peringati HUT ke-66, Satlantas Polres Klaten santuni yatim piatu 
Jumat, 24 September 2021 - 15:06 WIB
Peringati HUT ke-66, Satlantas Polres Klaten menyantuni yatim piatu. Acara syukuran dipimpin oleh Ka...
HUT ke-211 Kota Bandung, Wali Kota nilai soliditas dan kolaborasi warga semakin tangguh
Jumat, 24 September 2021 - 14:56 WIB
HUT ke-211 Kota Bandung, Wali Kota Bandung Oded M. Danial memaknainya sebagai lorong waktu untuk mem...
 Satgas Covid-19 Kabupaten Malang serahkan kasus wisata gowes Kondang Merak ke Polres Malang
Jumat, 24 September 2021 - 14:45 WIB
Bupati Malang Sanusi menyerahkan kasus Kondang Merak pada kepolisian Polres Malang.
Peringati HUT ke-472 Kudus, Bupati Hartopo optimistis perekonomian bangkit
Jumat, 24 September 2021 - 14:38 WIB
Kabupaten Kudus Jawa Tengah memperingati Hari Jadinya  ke-472. Rangkaian kegiatan peringatan dila...
Akabri 1996 vaksinasi 9.700 dosis dengan 2 vaksin berbeda dan bagikan 90 ton beras 
Jumat, 24 September 2021 - 14:26 WIB
Akabri  angkatan 1996 Bharatasena bekerjasama dengan Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman melaksaak...
 Alumnus AKABRI 96 Bharatasena gelar vaksin hingga pelatihan digitalisasi UMKM
Jumat, 24 September 2021 - 14:15 WIB
Dalam rangka 25 tahun pengabdian baksos, Alumnus AKABRI angkatan 1996 Jawa Timur menggelar vaksinasi...
 Presiden Jokowi dukung PROJO dan GAPKI gelar vaksinasi 7 juta warga
Jumat, 24 September 2021 - 13:44 WIB
Presiden RI Joko Widodo mengatakan bantuan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk percepa...
Wakil Ketua MPR: Evaluasi pelaksanaan PTM cegah klaster COVID-19
Jumat, 24 September 2021 - 12:00 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pela...
Live Streaming Radio Network