LPEI dukung pelaku usaha minyak atsiri perluas pasar ekspor
Elshinta
Jumat, 06 Agustus 2021 - 22:34 WIB |
LPEI dukung pelaku usaha minyak atsiri perluas pasar ekspor
Ilustrasi - Produk minyak atsiri. ANTARA/HO-LPEI.

Elshinta.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha minyak atsiri untuk memperluas pasar ekspor seiring meningkatnya permintaan produk aromaterapi selama masa pandemi di mana minyak atsiri merupakan salah satu bahan dasar utamanya.

Direktur Pelaksana LPEI Agus Windiarto mengatakan nilai ekspor minyak atsiri Indonesia hingga April 2021 mencapai 83,9 juta dolar AS dengan pertumbuhan sebesar 15,5 persen (yoy).

"Peningkatan tersebut ditopang oleh meningkatnya harga minyak atsiri yang meroket pada masa pandemi," ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Selama 2020, nilai dan volume ekspor minyak atsiri Indonesia naik masing-masing 16,45 persen (yoy) dan 14,69 persen (yoy) mencapai 215,81 juta dolar AS dengan volume 7,54 juta ton. Dalam lima tahun terakhir (2016-2020), nilai ekspor minyak atsiri Indonesia cenderung mengalami peningkatan.

"Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate atau CAGR ekspor minyak atsiri Indonesia ke lima negara tujuan utama berada pada tren positif, kecuali ke Singapura," kata Agus.

Berdasarkan kajian yang dihasilkan oleh Indonesia Eximbank Institute, CAGR nilai ekspor Indonesia selama periode 2016-2020 ke lima negara tujuan utama antara lain ke India naik 10,73 persen per tahun, ke Amerika Serikat naik 4,79 persen per tahun, ke Perancis naik 2,38 persen per tahun, dan ke China naik 5,72 persen per tahun. Sementara ekspor ke Singapura menunjukkan tren penurunan tipis selama lima tahun terakhir di level minus 0,35 persen per tahun.

Pada 2020 lalu, Indonesia memiliki 189 eksportir minyak atsiri yang tersebar di seluruh provinsi. Jawa Barat merupakan provinsi penyumbang ekspor minyak atsiri terbesar dengan nilai 68,92 juta dolar AS (setara 31,9 persen total ekspor minyak atsiri Indonesia), diikuti oleh Jawa Tengah sebesar 36,61 juta dolar AS (17 persen) dan Sumatera Utara sebesar 33,24 juta dolar AS (15,4 persen).

Dari sisi sebaran eksportir, DKI Jakarta memiliki eksportir produk minyak atsiri paling banyak di Indonesia dengan 48 eksportir di 2020, diikuti oleh Jawa Barat (29 eksportir) dan Jawa Timur (24 eksportir).

Di tahun 2020 minat masyarakat terhadap produk minyak atsiri secara global menunjukkan peningkatan cukup tinggi, khususnya di Eropa seperti Prancis, Polandia, Irlandia, Belgia, Spanyol dan Belanda. Menurut Agus, fakta tersebut tentu menjadi angin segar bagi ekspor Indonesia. Momentum baik komoditas minyak atsiri sebagai bahan penyusun aromaterapi pun seharusnya dapat dipertahankan.

"Selain bahan mentah, para eksportir juga perlu meningkatkan nilai tambah minyak atsiri sehingga nilai ekspornya juga turut terdongkrak," ujar Agus.

Meskipun tidak dapat langsung mengatasi COVID-19, namun aromaterapi dipercaya bermanfaat sebagai antiviral, antibakterial dan membantu meningkatkan imunitas tubuh. Melihat kebermanfaatannya dan antusiasme masyarakat global untuk menjaga kesehatan, diharapkan menjadi momentum bagi eksportir untuk meningkatkan ekspornya ke negara tujuan ekspor baik yang eksisting maupun negara tujuan baru yang potensial sehingga minyak atsiri Indonesia semakin mendunia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Smesco: Fasilitas `Fulfillment Center` bantu efisienkan ongkir UMKM
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:47 WIB
Fasilitas layanan Fulfillment Center yang dihadirkan Smesco Indonesia mampu mengefisienkan biaya ...
Jamkrindo dukung pengembangan kerajinan perak di Yogyakarta
Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:01 WIB
PT Jamkrindo mendukung penuh pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta melalui berbagai program keberl...
PT Pos Indonesia beri tarif khusus pengiriman pempek
Minggu, 03 Oktober 2021 - 16:35 WIB
PT Pos Indonesia memberikan tarif khusus untuk pengiriman barang untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan ...
39 UMKM promosikan produk di `In Store Promotion 2021` Kemendag
Kamis, 23 September 2021 - 07:45 WIB
Sebanyak 39 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempromosikan produknya pada program `In \'Store P...
Pemkab Batang dorong pedagang pasar beradaptasi manfaatkan digital
Rabu, 22 September 2021 - 21:45 WIB
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendorong para pedagang pasar tradisional bisa beradaptasi...
Pemkot Depok fasilitasi pemasaran produk kerajinan ke Eropa
Rabu, 15 September 2021 - 10:25 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat memfasilitasi pemasaran produk kerajinan (craft) dari 13 p...
Program Rumah BUMN dinilai dapat lahirkan UMKM `go global`
Jumat, 10 September 2021 - 21:39 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai program Rumah BUMN dapat melahirkan UMKM yang ma...
 Tiga tahun Ganjar-Yasin mengabdi Jateng, fokus genjot digitalisasi UMKM
Senin, 06 September 2021 - 14:58 WIB
Pemprov Jawa Tengah melakukan ikhtiar digitalisasi UMKM, di tengah turbulensi ekonomi akibat pandemi...
Bupati Pamekasan: Sebagian produk UMKM tembus pasar internasional
Kamis, 02 September 2021 - 23:15 WIB
Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam menyatakan, sebagian produk usaha mikro, kecil dan meneng...
Kemenperin fasilitasi sertifikat standar bagi IKM untuk izin usaha
Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:35 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sertifikat standar bagi industri kecil dan mene...