Rusia arak peraih medali Olimpiade Tokyo di Lapangan Merah
Elshinta
Selasa, 10 Agustus 2021 - 07:15 WIB |
Rusia arak peraih medali Olimpiade Tokyo di Lapangan Merah
Atlet-atlet Rusia disumbat upacara penyambutan yang megang sekembalinya dari Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, 9 Agustus 2021. (REUTERS/EVGENIA NOVOZHENINA)

Elshinta.com - Rusia mengarak para peraih medali Olimpiade Tokyo di Lapangan Merah di Moskow setelah Komite Olimpiade Rusia (ROC) meraih jumlah medali terbanyak sejak Olimpiade Athena 2004.

Rusia mengikuti Olimpiade Tokyo di bawah panji ROC tanpa bendera dan lagu kebangsaan mereka akibat sanksi doping terhadap negara tersebut.

Para peraih medali emas Rusia dihibur dengan musik gubahan komponis Pyotr Tchaikovsky dan menyelimuti diri mereka dengan bendera putih berlambang ROC, tiga api dari tiga warna bendera Rusia dengan cincin Olimpiade di bawahnya.

ROC menyatakan Olimpiade sukses setelah atletnya mengumpulkan total 71 medali, termasuk 20 medali emas.

Untuk menebus ketidakhadirannya di Tokyo, lagu kebangsaan negara itu dimainkan di Lapangan Merah saat para atlet merayakan sukses mereka dan para Olimpian diarak mengelilingi Moskow dengan bus terbuka.

"Setiap atlet dalam delegasi kita adalah pahlawan," kata Presiden Komite Olimpiade Rusia Stanislav Pozdnyakov yang merupakan mantan pemain anggar Olimpiade, dari panggung yang didirikan di Lapangan Merah.

"Bahkan termasuk mereka yang tak meraih medali," sambung dia seperti dikutip Reuters.

Atlet Rusia yang berhasil pada Olimpiade Tokyo termasuk pesenam putra yang memenangkan emas beregu yang untuk pertama kalinya terjadi sejak 1996,perenang Evgeny Rylov yang meraih dua medali emas gaya punggung 100 dan 200 meter dan atlet lompat tinggi putri Maria Lasitskene.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
21 Oktober 1994: Suharto kalahkan Sylvester Stallone di lapangan golf
Kamis, 21 Oktober 2021 - 06:20 WIB
Olahraga golf menjadi kegemaran Presiden RI kedua, Suharto. Beberapa kali The Smiling General, juluk...
Djokovic harus divaksinasi untuk main di Australian Open
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:49 WIB
Upaya Novak Djokovic untuk mempertahankan gelar dan mencetak rekor Grand Slam dalam keraguan setelah...
Seperempat medali emas Jabar disumbangkan Kabupaten Bogor
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Atlet kontingen Jawa Barat asal Kabupaten Bogor berhasil menyumbangkan 34 medali emas atau seperempa...
 Jateng posisi ke-6 raihan medali PON XX, Wagub Taj Yasin minta ada evaluasi
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:23 WIB
Kontingen Jawa Tengah menduduki peringkat enam atas raihan medali dalam ajang Pekan Olahraga Nasiona...
Putra Nababan berharap LADI lebih profesional
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengkritik keras kinerja Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) ...
Dua atlet Sukoharjo bawa pulang dua medali emas
Minggu, 17 Oktober 2021 - 21:10 WIB
Dua atlet kontingen Jawa Tengah dari Kabupaten Sukoharjo berhasil membawa pulang medali emas di ajan...
 Gubernur Jabar apresiasi atlet peraih emas terbanyak PON XX Papua 2021
Minggu, 17 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil memberikan apresiasi kepada para atlet yqng telah mengharu...
Hasil akhir loncat indah PON Papua, DKI Jakarta dan Jatim mendominasi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 06:15 WIB
DKI Jakarta dan Jawa Timur mendominasi persaingan atlet loncat indah dalam gelaran Pekan Olahraga Na...
Maya Sheva bawa pulang emas PON Papua tanpa bertanding
Kamis, 14 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Keberuntungan berpihak kepada karateka Maya Sheva setelah membawa pulang medali emas tanpa harus be...
Paralayang itu asyik
Kamis, 14 Oktober 2021 - 19:29 WIB
Semula agak ragu ikut terbang, tapi setelah Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha Dewanto berkata `...