Penggemar bantu mimpi atlet Paralimpiade Jepang jadi kenyataan
Elshinta
Senin, 16 Agustus 2021 - 14:25 WIB |
Penggemar bantu mimpi atlet Paralimpiade Jepang jadi kenyataan
Atlet National Paralympic Committee (NPC) balap kursi roda Zaenal Arifin (kiri), angkat berat Ni Nengah Widiasih (tengah) dan menembak Bolo Triyanto (kanan) memegang bendera saat acara Pengukuhan dan Pelepasan Atlet NPC di Hotel Kusuma Sahid, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/8/2021). ANTARA FOTO/elshinta.com

Elshinta.com - Dari sekian banyak kendala yang dihadapi para atlet dalam mempersiapkan diri untuk bertanding pada Paralimpiade, masalah finansial bisa jadi salah satu isu terbesar.

Dengan peralatan khusus berkualitas tinggi yang merupakan suatu keharusan untuk mewujudkan potensi atletik mereka, sebagian besar atlet Paralimpiade Jepang telah beralih mencari dukungan secara online untuk menutupi biaya.

Melalui kampanye crowdfunding atau urun dana, mereka meminta bantuan dari pecinta olahraga yang bersedia menyumbangkan uang yang, bersama bakat dan tekad seorang atlet, sangat penting untuk mencapai impian Paralimpiade mereka.

Atlet menembak Paralimpiade Mika Mizuta adalah salah satu atlet yang telah menggunakan model pendanaan crowdfunding untuk mengumpulkan sumbangan secara online. Musim semi lalu, dia mengumpulkan sekitar 4 juta yen atau sekitar Rp524 juta untuk kursi roda yang akan digunakan dalam pertandingan.

Perempuan berusia 23 tahun itu sebelumnya puas dengan kursi roda dari rumah sakit yang dia pakai sejak dia masih di sekolah menengah pertama. Namun, untuk berinvestasi dalam kursi roda berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat Paralimpiade, dia meminta bantuan dari para penggemarnya secara online.

"Saya terkejut menerima dukungan dari banyak orang ini," kata Mizuta, dikutip dari Kyodo, Senin.

Almamaternya, Universitas J.F. Oberlin, yang mengelola proyek tersebut, membantunya tidak hanya mencapai target penggalangan dana tetapi hampir dua kali lipat dari jumlah yang awalnya ditentukan.

Setelah hasil penggalangan dana tersebut, dia berjanji untuk "memberikan hasil" di Paralimpiade Tokyo, yang akan berlangsung pada 24 Agustus hingga 5 September.

Keiko Tanaka, seorang atlet boccia dengan cerebral palsy, beralih ke crowdfunding pada 2019 dan mengumpulkan lebih dari 1 juta yen yang dia gunakan untuk, salah satunya, membeli alat bantu -- jalan untuk mendorong bola ke arah bola target.

"Saya ingin benar-benar siap ketika saya berkompetisi," kata pria berusia 39 tahun itu.

Koyo Iwabuchi, yang diunggulkan di tenis meja Paralimpiade putra, mengadakan turnamen eksibisi Iwabuchi Open di Tokyo November lalu untuk memberi para atlet Paralimpiade kesempatan agar tetap berada di puncak permainan mereka dan mempromosikan olahraga tersebut setelah kompetisi dibatalkan karena pandemi.

Atlet berusia 26 tahun itu menerima 560.000 yen (sekitar Rp73 juta) dari 100 penyumbang crowdfunding.

Takahiro Matsuzaki, perwakilan dari Athlete Flag Foundation, yang mengoperasikan layanan penggalangan dana yang berfokus pada atlet bernama Unlim, mengatakan pendekatan kolektif adalah strategi terbaik untuk atlet yang mengalami kesulitan keuangan yang diperburuk oleh pandemi.

"Karena pandemi virus corona, banyak atlet yang meminta bantuan dana terus menerus untuk berlatih dan bertanding. Kita memasuki era di mana tidak hanya perusahaan tetapi individu dan masyarakat pada umumnya mendukung atlet," kata Matsuzaki, demikian Kyodo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyalaan api Olimpiade Musim Dingin Beijing digelar tanpa penonton
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Api untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing dinayalakan, Senin, di Olympia, Yunani kuno, tanpa penonton...
KOI minta LADI selesaikan tanggung jawabnya dengan WADA
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:30 WIB
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) segera menyelesaikan t...
Ridwan Kamil ungkap skenario sport sains penunjang prestasi Jabar
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengungkap skenario sport sains yang dipersiapkan bagi seluruh atlet Jawa Bara...
Menpora: Kesuksesan PON Papua berkat kerja sama lintas instansi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:53 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengatakan kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nas...
Antrean mengular, warga antusias menonton upcara penutupan PON Papua
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Animo warga Papua yang ingin menonton langsung upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Pa...
PON Papua - KONI Pusat apresiasi pemecahan dua rekornas renang
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:39 WIB
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi adanya pemecahan dua rekor nasional (r...
PON Papua - Jawa Barat juara umum cabang atletik
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:27 WIB
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Nasional (PON)...
Laga final Rugby 7S Papua melawan Jakarta ricuh
Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Laga final cabang olahraga Rugby 7S putri antara tuan rumah Papua dan DKI Jakarta berakhir ricuh di ...
Sepuluh provinsi berburu emas pemungkas angkat berat PON Papua
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:50 WIB
Kontingen dari sepuluh provinsi berburu emas pemungkas cabang angkat berat Pekan Olahraga Nasional (...
Suami istri kompak sabet emas pencak silat PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:08 WIB
Pesilat Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang juga pasangan suami istri namun berbeda konti...