Kontingen `gendut` Cabor Dayung Sumbar menuju Papua
Elshinta
Jumat, 20 Agustus 2021 - 19:11 WIB |
Kontingen `gendut` Cabor Dayung Sumbar menuju Papua
Tim Dayung Perahu Naga nomor 22 pedayung campuran, berlatih di banjir kanal GOR H.Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Senin (24/5/2021). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Elshinta.com - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Barat akan mengirimkan kontingen "gendut" ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 yang digelar di tengah pandemi COVID-19.

Cabor dayung Sumbar kini tengah menyiapkan kontingen dengan jumlah terbanyak untuk berangkat ke Papua nantinya yakni 41 orang, terdiri dari 36 atlet dan lima pelatih serta offisial.

Para  pedayung Sumbar akan turun di sejumlah kelas. Untuk kelas canoeing ada lima atlet. Kemudian enam atlet di kelas rowing dan 25 atlet turun di kelas perahu naga.

Sementara dari catatan prediksi medali yang dimiliki KONI Sumbar, cabor dayung tidak diprediksi mampu menghasilkan medali emas di ajang PON tahun ini.

Total ada 16 emas yang dibidik KONI Sumbar di ajang olahraga tersebesar di Indonesia itu.Mulai dari atletik, angkat berat, bina raga, gulat, gantole, para layang, kempo, pencak silat, taekwondo. Kemudian tarung derajat, tinju, dan sepak takraw yang diprediksi mampu meraih medali emas di ajang PON nanti.

Ketua PODSI Sumbar Ismunandi Sofyan di Padang, Jumat mengakui kontingen yang mereka miliki sangat gemuk untuk berlaga nanti. Meski tidak masuk cabor yang diprediksi KONI Sumbar meraih medali di PON Papua, ia mengaku optimistis mampu mendulang tiga emas di ajang itu. Menurut dia banyaknya atlet dayung Sumbar yang lolos baik melalui kejurnas atau melalui keputusan PB PODSI makanya membuat cabor ini paling gemuk.

"Bahkan kalau tidak mengirim atlet maka kita diancam tidak boleh ikut ajang nasional," kata dia.

Ia mengatakan ada 30 atlet yang di SK kan Gubernur dan enam atlet yang akan dicarikan biaya melalui sponsor.

"Kita sudah berbicara dari hati ke hati dengan atlet apa yang berangkat hanya 30 saja atau 36 atlet ke Papua nantinya," kata dia.

Sementara Wakil Ketua II KONI Sumbar Ediswal mengatakan pihaknya hanya melanjutkan apa yang sudah ada dari pengurus lama dan prediksi yang dibuat tentu berdasarkan pengalaman dan pendekatan yang dilakukan.

"Bisa saja yang diprediksi dapat medali dan bisa tidak," kata dia.

Untuk cabor dayung, mereka berlaga dalam beregu dan jika atlet kurang tentu satu atau dua orang tentu tidak dapat berlaga.

"Kita mendapat nama-nama tersebut dan tidak bisa mengubah data seenaknya kecuali ada instruksi dari pimpinan. Kita tidak bisa sewenang-wenang dalam hal ini," kata dia.

Selain itu terkait anggaran, kalau mereka dinyatakan berangkat tentu harus ada anggaran yang disiapkan untuk itu.

"Tentu nanti ada aturannya terkait anggaran ini dan tidak bisa dihitung seperti itu," kata dia.

Pekan Olahraga Nasional XX 2021 Papua sendiri berlangsung di tengah pandemi COVID-19 dan hampir seluruh pemerintah provinsi melakukan refokusing anggaran di APBD mereka.

Efisiensi dilakukan pemerintah provinsi maupun kota dan kabupaten dalam melakukan penanganan pandemi ini. Dan yang terbaru cabor sepakbola Bengkulu yang juga memiliki kontingen cukup banyak resmi mengundurkan diriidan tidak ikut PON Papua meski sudah mendapatkan tiket berlaga di Papua melalui ajang Porwil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ridwan Kamil ungkap skenario sport sains penunjang prestasi Jabar
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengungkap skenario sport sains yang dipersiapkan bagi seluruh atlet Jawa Bara...
Menpora: Kesuksesan PON Papua berkat kerja sama lintas instansi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:53 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengatakan kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nas...
Antrean mengular, warga antusias menonton upcara penutupan PON Papua
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Animo warga Papua yang ingin menonton langsung upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Pa...
PON Papua - KONI Pusat apresiasi pemecahan dua rekornas renang
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:39 WIB
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi adanya pemecahan dua rekor nasional (r...
PON Papua - Jawa Barat juara umum cabang atletik
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:27 WIB
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Nasional (PON)...
Laga final Rugby 7S Papua melawan Jakarta ricuh
Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Laga final cabang olahraga Rugby 7S putri antara tuan rumah Papua dan DKI Jakarta berakhir ricuh di ...
Sepuluh provinsi berburu emas pemungkas angkat berat PON Papua
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:50 WIB
Kontingen dari sepuluh provinsi berburu emas pemungkas cabang angkat berat Pekan Olahraga Nasional (...
Suami istri kompak sabet emas pencak silat PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:08 WIB
Pesilat Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang juga pasangan suami istri namun berbeda konti...
Perwakilan Forkopimda akan ikuti penutupan PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:50 WIB
Perwakilan-perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari 34 Provinsi akan hadir...
Kementerian PUPR dukung kesuksesan PON Papua lewat sarana air bersih
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:29 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung kesuksesan PON XX Papua melal...
Live Streaming Radio Network