KSP terus berupaya mengurai persoalan pelaksanaan vaksinasi di daerah
Elshinta
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 18:11 WIB |
KSP terus berupaya mengurai persoalan pelaksanaan vaksinasi di daerah
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kantor Staf Presiden (KSP) terus berupaya mengurai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah sekaligus berusaha mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Deputi II KSP Abetnego Tarigan mengatakan bahwa pihaknya selama 3 pekan terakhir melakukan pemantauan penanganan COVID-19 di 12 provinsi.

"Salah satu isu pemantauan yang banyak mendapat perhatian tinggi adalah vaksinasi," kata Abetnego dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Abetnego menyebutkan permasalahan vaksinasi antara satu daerah dan daerah lain berbeda-beda.

Namun, dari berbagai temuan KSP, beberapa permasalahan yang kerap dihadapi daerah, antara lain: pertama, berkaitan dengan manajemen stok dan distribusi vaksin di daerah.

Dikatakan pula bahwa koordinasi antara penugasan pemerintah daerah dan penugasan TNI/Polri dalam hal distribusi vaksin masih perlu dilakukan perbaikan.

Ditemukan kejadian aliran distribusi vaksin lebih lancar pada TNI dan Polri. Hal ini, menurut dia, berbeda dengan dari provinsi ke kabupaten.

"Ada juga (provinsi) yang menginformasikan bahwa vaksin sudah habis. Akan tetapi, menurut pencatatan kementerian seharusnya masih ada di provinsi tersebut. Isu manajemen stok dan distribusi vaksin ini sangat penting," kata Abetnego.

Permasalahan kedua, lanjut dia, mengenai ketersediaan sumber daya manusia untuk pelaksanaan vaksinasi.

Adapun pemasalahan ketiga adalah mengenai distribusi vaksin di daerah yang belum mempertimbangkan secara baik faktor urgensi, wilayah mana yang perlu menjadi prioritas pelaksanaan vaksinasi.

Menurut dia, persoalan ketiga sangat dipengaruhi kekhawatiran pemimpin daerah atas pandangan berlaku tidak adil. Padahal, penentuan prioritas wilayah sangat penting di tengah keterbatasan yang terjadi saat ini.

"Misalnya, dengan kriteria wilayah dengan kasus tinggi dan mobilitas penduduk yang tinggi," ujarnya.

Untuk menjawab sejumlah persoalan tersebut, KSP telah melakukan berbagai upaya, yakni: pertama, melaporkan hasil temuan di lapangan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Selanjutnya, disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan kepada Presiden secara langsung maupun melalui rapat kabinet.

Kedua, memberikan masukan untuk skenario pelaksanaan vaksinasi dalam upaya penguatan kapasitas vaksinasi di daerah. Selain bidan dan tenaga kesehatan serta TNI/Polri yang sudah digerakkan, KSP mengusulkan adanya pengerahan tenaga medis lain, seperti dokter gigi dan tenaga farmasi yang dilatih untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi.

KSP telah melakukan berbagai pertemuan dengan organisasi profesi di bidang kesehatan untuk melihat peluang penguatan sumber daya manusia dalam pelaksanaan vaksinasi.

Abetnego mengatakan bahwa isu ini menjadi krusial karena dalam waktu-waktu ke depan vaksin dalam jumlah besar akan segera masuk ke Tanah Air.

"Jadi, harusnya sudah mempersiapkan sumber daya yang memadai," katanya lagi.

Upaya ketiga yang dilakukan KSP adalah mendukung dan menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait atas permasalahan-permasalahan vaksinasi yang terjadi di daerah agar ada respons yang lebih cepat dari pemerintah pusat.

Dalam vaksinasi ini, KSP memandang perlu terus berupaya memberikan dukungan yang maksimal kepada pemerintah daerah agar tercapai target-target vaksinasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bandara Husein sebut pesawat berputar saat cuaca ekstrem lazim terjadi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:58 WIB
Bandara Husein Sastranegara menyatakan adanya fenomena pesawat yang berputar-putar sebelum mendarat ...
Layanan aduan KPAI tidak terganggu setelah data bocor
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:00 WIB
Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan layanan pengaduan tetap berjalan setelah data lembaga ...
Peringati Hari Santri Nasional 2021, FPKB DPR RI dukung santri yatim piatu giat belajar
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:14 WIB
Antisipasi penyebaran Covid-19 dan mencegah penularannya pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ...
BMKG prakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesi...
Garuda Indonesia tanggapi putusan penolakan PKPU
Jumat, 22 Oktober 2021 - 00:11 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menanggapi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak gu...
Pemerintah tambah stok vaksin untuk kejar target akhir tahun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:59 WIB
Pemerintah menambah persediaan vaksin COVID-19 dalam rangka mengejar target vaksinasi terhadap 70 pe...
Satgas: Anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perjalanan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID menyampaikan anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perj...
Sumut ekspor pakan hewan ke Malaysia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:59 WIB
Sumatera Utara mengekspor pakan hewan \\\"kesayangan\\\" ke Malaysia setelah selama ini hanya dipasa...
Wali kota Singkawang ajak kelompok tani maksimalkan lahan kosong
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:59 WIB
Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie mengajak kelompok tani untuk bisa memanfaat...
Peneliti: Peran Bulog dalam rantai pasok beras perlu dievaluasi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menyatakan peran Pe...