Kemendag ajak pelaku UMKM tingkatkan daya saing lewat kemasan
Elshinta
Selasa, 24 Agustus 2021 - 23:59 WIB |
Kemendag ajak pelaku UMKM tingkatkan daya saing lewat kemasan
Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menunjukkan produk makanan industri rumahan yang sudah diberi lebel kemasan di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/8/2021). ANTARA FOTO/Rahmad/hp. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Elshinta.com - Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML) Kementerian Perdagangan Regional IV Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing dan nilai jual produk dengan memenuhi ketentuan pengemasan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

“Para para pelaku UMKM Indonesia memiliki produk-produk unggulan yang sangat berpotensi. Namun sayangnya, produk-produk yang dihasilkan tersebut tidak memenuhi ketentuan pengemasan yang berlaku," kata Direktur Metrologi Rusmin Amin lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ajakan itu disampaikan dalam gelar wicara yang digelar Kementerian Perdagangan secara daring yang bertema “Ngobrol BDKT”.

Acara ini digelar bagi para pelaku UMKM di regional IV yaitu wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua yang dihadiri sebanyak 204 peserta yang terdiri atas pelaku usaha, unit metrologi legal kabupaten/kota, mahasiswa, dan peserta umum.

Diharapkan, para pelaku UMKM semakin terdorong untuk mengikuti ketentuan tersebut sehingga produk-produknya semakin berdaya saing tinggi, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di mancanegara.

Rusmin menyampaikan, di masa pandemi COVID-19 ini terjadi peningkatkan konsumsi produk yang dikemas.

Rusmin menegaskan, berdasarkan hasil pengawasan, Kemendag masih menemukan banyak kemasan produk lokal yang belum memenuhi ketentuan persyaratan BDKT.

Untuk itu, Kemendag berkomitmen mendukung para pelaku usaha sebagai kontribusi nyata dalam membantu pemulihan ekonomi daerah.

“Kemendag siap mendukung para UMKM dalam mempersiapkan kemasan yang sesuai dengan ketentuan label dan kuantitas,” tuturnya.

Dari sisi metrologi legal, lanjut Rusmin, barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto.

Label produk memberikan informasi yang jelas bagi konsumen sehingga dapat memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi barang tersebut secara benar.

“Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas produk wajib memastikan produk yang dikemas tersebut memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya. Kuantitas barang tidak boleh berbeda dengan label agar tidak merugikan konsumen,” jelas Rusmin.

Produk-produk dengan kemasan yang permintaan dan konsumsinya meningkat di masa pandemi COVID-19 antara lain produk makanan, medis, dan masker.

“Meningkatnya konsumsi produk kemasan ini tentu merupakan salah satu indikator yang baik adanya peningkatan dalam program pemulihan ekonomi. Untuk itu, Kemendag akan memastikan pelabelan dan kuantitas produk kemasan sudah sesuai dengan ketentuan sehingga dapat menjamin perlindungan kepada konsumen,” imbuh Rusmin.

Kemendag juga sudah memiliki regulasi terkait ketentuan pelabelan kuantitas dan kebenaran kuantitas.

“Ketentuan ini sudah disesuaikan dengan rekomendasi internasional. Jika diterapkan dengan baik, produk- produk kemasan yang diproduksi dan dikemas di dalam negeri secara tidak langsung sudah siap bersaing secara nasional maupun internasional,” tutur Rusmin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Andi Sura Suaib menyampaikan, banyak produk lokal unggulan yang tidak dapat bersaing karena kurangnya pemahaman pada ketentuan pengemasan barang.

“Melalui acara yang diselenggarakan Kemendag ini diharapkan para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya ketentuan pengemasan produk. Sehingga, produk kemasan lokal memiliki daya saing tinggi yang nantinya akan meningkatkan perekonomian daerah,” tutup Andi Sura.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UMKM online bukan sekadar tren
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 10:01 WIB
Tren onboarding usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke platform online sedang terus naik dala...
Smesco: Fasilitas `Fulfillment Center` bantu efisienkan ongkir UMKM
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:47 WIB
Fasilitas layanan Fulfillment Center yang dihadirkan Smesco Indonesia mampu mengefisienkan biaya ...
Jamkrindo dukung pengembangan kerajinan perak di Yogyakarta
Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:01 WIB
PT Jamkrindo mendukung penuh pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta melalui berbagai program keberl...
PT Pos Indonesia beri tarif khusus pengiriman pempek
Minggu, 03 Oktober 2021 - 16:35 WIB
PT Pos Indonesia memberikan tarif khusus untuk pengiriman barang untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan ...
39 UMKM promosikan produk di `In Store Promotion 2021` Kemendag
Kamis, 23 September 2021 - 07:45 WIB
Sebanyak 39 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempromosikan produknya pada program `In \'Store P...
Pemkab Batang dorong pedagang pasar beradaptasi manfaatkan digital
Rabu, 22 September 2021 - 21:45 WIB
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendorong para pedagang pasar tradisional bisa beradaptasi...
Pemkot Depok fasilitasi pemasaran produk kerajinan ke Eropa
Rabu, 15 September 2021 - 10:25 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat memfasilitasi pemasaran produk kerajinan (craft) dari 13 p...
Program Rumah BUMN dinilai dapat lahirkan UMKM `go global`
Jumat, 10 September 2021 - 21:39 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai program Rumah BUMN dapat melahirkan UMKM yang ma...
 Tiga tahun Ganjar-Yasin mengabdi Jateng, fokus genjot digitalisasi UMKM
Senin, 06 September 2021 - 14:58 WIB
Pemprov Jawa Tengah melakukan ikhtiar digitalisasi UMKM, di tengah turbulensi ekonomi akibat pandemi...
Bupati Pamekasan: Sebagian produk UMKM tembus pasar internasional
Kamis, 02 September 2021 - 23:15 WIB
Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam menyatakan, sebagian produk usaha mikro, kecil dan meneng...