2000 Pemuda-pemudi membangun AI Chatbot untuk sekolah-sekolah Indonesia
Elshinta
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 06:01 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
2000 Pemuda-pemudi membangun AI Chatbot untuk sekolah-sekolah Indonesia
Remo: Chatbot petualangan untuk membantu dalam pendidikan moral

Elshinta.com - Ribuan pemuda-pemudi Indonesia berinovasi untuk memajukan pendidikan Indonesia di masa pandemi. Lewat insiatif sosial Revolusi Edukasi bertema “Penerapan Nilai Pancasila dalam Kurikulum Nasional” yang diadakan komunitas AI global AI4IMPACT, lebih dari 2000 pemuda-pemudi dan 170 tenaga pendidik dari seluruh pelosok Indonesia bergabung untuk membangun aplikasi pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan AI Chatbot. Kegiatan ini juga didukung oleh 10 sekolah sebagai kontributor permasalahan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. 

“Kami melihat banyak sekali sekolah yang harus mencari solusi digital baru untuk beradaptasi cepat dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Di sisi lain, banyak sekali pemuda-pemudi berbakat di Indonesia dari background non-IT yang sangat kreatif dan passionate untuk membantu pendidikan Indonesia,” kata Arnold Doray, CEO Terra AI, divisi AI perusahaan teknologi cuaca di Singapura, selaku Founding Member AI4IMPACT.

Revolusi Edukasi menjadi sebuah wadah bagi pemuda pemudi untuk membantu sekolah membangun platform pembelajaran jarak jauh menyenangkan dengan menggunakan chatbot. Dalam 4 minggu, 120 lebih chatbot berhasil dibuat oleh pemuda-pemudi di Indonesia dan dapat diaplikasikan langsung di sekolah (Source: https://chatbot.university/).

Insiatif Revolusi Edukasi ini didukung oleh ahli pendidik ternama dari Universitas Pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation, Indonesia Mengajar, International Literacy Association for Indonesia, dan Sekolah.mu.

“National movement yang diinisiasikan oleh AI4IMPACT sangat bagus untuk memobilisasi, mengajak generasi muda untuk sama-sama menguatkan gerakan digitalisasi untuk bangsa Indonesia yang lebih bermartabat, hari ini dan ke depan,” kata Prof. Dr. Dinn Wahyuddin, M.A. selaku Ketua Umum HIPKIN (Himpunan Pengembang Kurikulum) Pusat dan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia dalam penyampaian materi webinar berjudul UGD (Upaya Gerakan Digitalisasi) Pendidikan di Era New Normal (Source: https://youtu.be/DQ9C6K_CBXQ?t=966).

Sesi pemaparan Prof. Dr. Dinn Wahyuddin, M.A. dalam Webinar UGD Pendidikan di Era New Normal

Inisiatif Revolusi Edukasi dimulai dari Chatbot Bootcamp virtual yang disiapkan oleh AI4IMPACT. 2000 pemuda-pemudi, 85% dari latar belakang non-IT, dilatih untuk membangun chatbot siap pakai dari awal dalam waktu 2 minggu. Di waktu yang sama, tim AI4IMPACT mengundang 10 Case Contributor dari organisasi pendidkan seperti Scolah UNAIR Mengajar, Gajah Mada Menginspirasi, dan SMA Negeri 5 Metro yang sedang mencari solusi PJJ untuk diterapkan di organisasi masing-masing.

Sesi First Chatbot Feedback and Evaluation yang dibawakan tim AI4IMPACT (https://www.youtube.com/watch?v=kLMgRf5RE08)

Selain itu, tim AI4IMPACT mengundang guru-guru dari seluruh pelosok Indonesia untuk menjadi evaluator. Selama 4 minggu, para guru membimbing para pemuda-pemudi pengembang chatbot secara virtual untuk memastikan chatbot-chatbot yang dibuat tepat guna.

Insiatif Revolusi Edukasi berpuncak pada hari Sabtu, 21 Agustus 2021 dalam bentuk Festival Revolusi Edukasi, dimana para 12 tim pengembang chatbot terbaik diundang untuk mendemokan chatbot mereka kepada juri ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Virtual Education Academy, Penggagas Youtube Pembelajaran Sekolah Dasar, dan Terra AI.

Monte: (https://app.smojo.org/iwanglay/Monte)

Chatbot tim Pemenang Revolusi Edukasi, Monte, telah diakses sebanyak 13 ribu kali dalam waktu 4 minggu, dan mendapatkan 250 lebih review positif dari pengguna. Chatbot tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) beljaar flora dan fauna secara interaktif. Chatbot dibuat oleh Clara Citra Chandra, Istiqomariyah Indra Ningrum, Ni Putu Ayu Cintya Kencana Dewi, Sianny indra Gunawan, Shendy Setiawan yang dari latar belakang psikologi dan design.

Angan Bot: https://app.smojo.org/vaniamalinda84/Anganbot

Chatbot tim First Runner-Up Revolusi Edukasi, Tim Angan, menggunakan teknik chatbot smart context untuk membantu anak-anak Sekolah Dasar (SD) mencari tahu cita-cita berdasarkan hobi mereka. Chatbot ini dibuat oleh Daiyan Uthsa Rafif, Henry Kevin Marcelino Ratu, Odilia Ning Intan Restu Hapsari, Vania Malinda W, tim multidisiplin dari Universitas Brawijaya.

Astro Bot: https://app.smojo.org/smartindo/astrobot

Chatbot tim Second Runner-Up Revolusi Edukasi, Tim Astrobot, membantu anak-anak SD kelas 4 – 6 mempelajari tata surya dengan model petualangan dan eksplorasi. Chatbot Astrobot menggabungkan medium interaktif seperti gif dan video, dan flow percakapan natural chatbot untuk membantu anak-anak belajar tata surya seperti melakukan permainan. Chatbot ini dibuat oleh Intan Permatasari, Mohd. Jumardi, Raffa Nevia, dan Shelviani Putri Anggraeni, tim gabungan dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, Universitas Hasanuddin, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, dan SMPN 45 Bandung.

Rahmat Yudha Putra, pendiri Virtual Education Academy selaku juri Finale Revolusi Edukasi berkata, “Revolusi Edukasi ini dapat memberikan warna baru, kekayaan baru terhadap pendidikan di Indonesia, khususnya untuk membangun kesadaran literasi digital kepada para pendidik. Saya harapkan dapat terus konsisten, terus dibuat, dan dapat dilaksanakan dan menjadi contoh untuk yang lain.” (Source: Revolusi Edukasi di Mata Guru - https://www.ai4impact.org/festivalrevolusiedukasi)

Mikhellon, mahasiswa arsitektur selaku peserta Chatbot Bootcamp berkata, “Tujuan awalnya tidak memiliki alasan khusus selain ini berhubungan dengan AI. Namun setelah masuk ke dalam dan saya mengetahui bahwa tujuan Revolusi Edukasi ini sangat menarik dan bertujuan yang baik, maka saya sangat excited dan sangat senang untuk mengikuti bootcamp ini” (Source: Revolusi Edukasi di Mata Bot Rangers - https://www.ai4impact.org/festivalrevolusiedukasi)

Olvin, guru Matematika di Palembang selaku evaluator berkata, “Jika kamu adalah seorang guru, yuk gunakan dan kasih tahu rekan-rekan guru yang lain. Saya percaya melalui chatbot ini, siswa kita bisa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.” (Source: Revolusi Edukasi di Mata Guru - https://www.ai4impact.org/festivalrevolusiedukasi).

Hidup Pendidikan Indonesia!

Source: Revolusi Edukasi Finale - https://www.youtube.com/watch?v=d1thuEwUb5U)

 

 

 

 

 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
17 ribuan murid di Lumajang terima beasiswa, Komisi X DPR RI: Dua kali lipat dari sebelumnya
Senin, 25 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Mendorong semangat belajar di masa pandemi Covid-19, sekitar 17 ribu KIP atau PIP digelontorkan DPR ...
Peringati Hari Santri Nasional, siswa SMP Mutual dihibur dongeng 
Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:34 WIB
Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Jawa Tengah mengikuti kegiatan p...
Universitas Pancasila wujudkan MBKM budidaya kebun tanaman obat
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:11 WIB
 Universitas Pancasila mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka  dengan melakukan budidaya di lah...
 Masih PPKM Level 3, UMK wisuda gunakan sistem drive thru
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:36 WIB
Sebanyak 823 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah diwisuda, 10 wisudawan diantaranya ...
UNJ gelar sarasehan bahas polemik tentang statuta baru pemberian gelar kehormatan
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:10 WIB
Beberapa hari ini tidak sedikit pemberitaan mengenai perubahan Statuta Universitas Negeri Jakarta un...
Wali Kota Bandung minta santri sukseskan program vaksinasi Covid-19
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:56 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta kepada para santri agar lebih mencintai bangsa dan Tan...
 Budidaya melon dengan sistem irigasi tetes berbasis tehnologi 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:37 WIB
Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur mengembangkan sistem pertanian presisi berdasarkan I...
Evaluasi 2 Tahun Jokowi-Ma`ruf, BEMNUS kritik beberapa kementerian
Jumat, 22 Oktober 2021 - 08:57 WIB
Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Nusantara (BEMNUS) Eko Pratama ikut memberikan kritikan di...
Gaungkan Indonesia Emas 2045, PMN gelar `Kemah Kebangsaan`
Jumat, 22 Oktober 2021 - 08:46 WIB
Pergerakan Mahasiswa Nasional (PMN) yang terdiri dari ratusan mahasiswa dari berbagai universitas me...
Boyolali mulai uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat PAUD dan TK
Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:59 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan uji co...