Peluang bisnis industri animasi di Indonesia
Elshinta
Kamis, 26 Agustus 2021 - 17:58 WIB |
Peluang bisnis industri animasi di Indonesia
Seorang pelajar SMP menyelesaikan pembuatan video animasi bertema peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Badung, Bali, Jumat (13/8/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Elshinta.com - Sukses Korea Selatan menggerakkan kinerja ekonominya hingga menjadi negara maju yang diperhitungkan di tingkat global melalui sektor ekonomi kreatifnya patut menjadi acuan tersendiri.

Tak berhenti sampai di situ, K-Pop bahkan membudaya menjadi genre tersendiri yang begitu diminati generasi muda di berbagai belahan dunia. Infiltrasinya seperti virus yang menginfeksi dan menular.

Korsel nyatanya memang tangguh dalam mengemas seni dan budayanya menjadi industri kreatif yang layak untuk “dijual” dan disukai siapapun.

Melihat sukses negeri ginseng itu, Indonesia pada dasarnya memiliki potensi yang sama untuk mencapai level serupa dengan Korsel dari sisi ekonomi kreatif mempertimbangkan potensi yang dimiliki termasuk generasi muda kreatifnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini kaum milenial pelaku usaha kreatif sangat mampu membantu Pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif tanah air.

Apalagi saat ini industri kreatif merupakan merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus untuk menjadi lokomotif pendorong kebangkitan ekonomi yang terdampak pandemi.

Menko Airlangga meyakini, dunia melihat Asia Tenggara sebagai potensi pasar yang besar dan didukung dengan jumlah penduduk serta stabilitas ekonomi maupun politik. Potensi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam upaya pengembangan industri kreatif dan digital.

Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, ada produk teknologi “magic box” bernama smartphone. Kebutuhan hiburan makin tinggi sehingga itu harus dimanfaatkan dengan masuknya konten-konten kreatif. Maka produk-produk virtual harus segera didorong, bukan hanya yang sifatnya fisik.

Ia pun menerangkan, Pemerintah telah mengakomodasi dan mengamanatkan upaya pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi digital melalui sejumlah kebijakan/peraturan.

Salah satunya, melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, dengan turunannya berupa PP 7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM melalui penguatan inkubator wirausaha.

Menciptakan Peluang
Beberapa strategi pengembangan kebijakan kewirausahaan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha; meningkatkan penciptaan peluang usaha dan start-up; serta meningkatkan nilai tambah usaha sosial.

Sebagai gambaran, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, subsektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan menyumbangkan 7,44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 14,28 persen tenaga kerja, dan 13,77 persen ekspor.

Data pun mencatat, ada sekitar 8,2 juta usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fesyen, dan kriya, sehingga 3 subsektor ini juga memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif. Selain itu, ada 4 sub sektor dengan pertumbuhan tercepat yaitu TV dan radio; film, animasi, dan video; seni pertunjukan; dan Desain Komunikasi Visual.

Sebagai contoh industri kreatif, sektor animasi pun memiliki kesempatan besar dalam membuka dan menyerap tenaga kerja dengan tuntutan kompetensi yang bisa dilakukan oleh SDM keluaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keadaan di atas berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala usaha berdasarkan jumlah SDM lebih dari 50 pekerja.

Dari 120 studio animasi Indonesia tercatat mempekerjakan 5771 tenaga kerja kreatif yang didominasi oleh generasi muda. Diperkirakan terdapat kurang lebih 24.000 pekerja yang bergerak di sektor industri animasi. Artinya, animasi merupakan salah satu industri kreatif yang padat karya dan padat modal.

Melihat angka-angka peluang tersebut, Menko Perekonomian menegaskan bahwa pemerintah perlu serius menggarap industri kreatif di Indonesia. Pelaku usaha tentunya lebih memahami dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga Pemerintah nantinya akan lebih berperan sebagai fasilitator dan pemungkin (“enabler”) bagi terciptanya ekosistem yang kondusif.

Pihaknya berupaya mewadahi usulan pelaku industri animasi untuk kemudian dapat lebih dikonkretkan. Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah akan mendukung, apalagi hal ini juga terkait dengan pengembangan SDM dan sesuai dengan momentum digitalisasi.

Semua kemudian berharap agar bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini dengan baik dan saling bertukar pikiran dalam membahas upaya-upaya bersama untuk lebih mengembangkan lagi sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Para pelaku usaha kreatif pun berharap agar Pemerintah bisa mengoordinasikan berbagai instansi yang terkait dengan ekosistem industri kreatif Indonesia agar dapat merumuskan kebijakan bersama untuk mendukung pertumbuhan positif sektor ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.

Gandeng Korsel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong bangkitnya industri animasi di tanah air.

Sandiaga Uno menjelaskan, pihaknya saat ini ingin mengembangkan ekosistem ekonomi digital terutama yang awalnya dari animasi lalu diaplikasikan ke dalam industri mainan.

Ia pun mengapresiasi kerja keras pelaku ekonomi kreatif tanah air, khususnya animasi yang tetap produktif dan kreatif berkarya meski di tengah pandemi.

Sejumlah upaya untuk mendorong perkembangan industri kreatif animasi di tanah air pun dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, tapi pihak lain di antaranya oleh Korea Creative Content Agency (KOCCA) Indonesia yang menyelenggarakan K-Content BizWeek 2021.

Ajang itu untuk mempertemukan pelaku bisnis industri animasi Korea Selatan dan Indonesia pada 24-25 Agustus 2021 yang dilakukan secara daring (virtual).

Sebanyak 25 perusahaan animasi Korea Selatan menghadiri pertemuan ini. Sebagian besar perusahaan yang menghadiri pertemuan ini memproduksi animasi anak diantaranya adalah ANYZAC dengan karyanya “Zombie Dumb”, DOFALA dengan salah satu karyanya “Nano Ranger TV Series”, Tak Toon Enterprise dengan karyanya “Big Five”, dan STUDIO GALE dengan dua karyanya yang terkenal yaitu “Pororo The Little Penguin” dan “Tayo The Little Bus”.

Adapun perusahaan Indonesia yang turut hadir dalam K-Content BizWeek 2021 sebanyak 29 perusahaan.

Tentunya, perusahaan yang turut hadir memiliki ketertarikan yang sama terhadap Intellectual property (IP) dan animasi.

Lebih lanjut, pada Selasa, 24 Agustus 2021 ada enam perusahaan animasi Korea yang melakukan IP Screening secara daring. Live streaming dilakukan di akun YouTube K-Content Pavilion dengan dipandu Kim Young Soo sebagai host.

Pada puncak acara akan dilakukan nota kesepahaman (MOU) antara, PT. Hidayah Insan Mulia dengan PANDE dan PT. Lingkar Media Kreatif Indonesia dengan DOFALA.

Tidak hanya perusahaan, asosiasi juga melakukan nota kesepahaman diantaranya adalah KAIA (Korea Animation Industry Association) dan AINAKI (Association of Indonesia Animation Industry).

Kemudian perusahaan yang akan melakukan penandatangan kontrak diantaranya adalah PT. Triyakom dengan PANDE dan PT. Lingkar Media Kreatif Indonesia dengan DOFALA.

Kegiatan serupa juga pernah diselenggarakan KOCCA Indonesia beberapa bulan yang lalu. Perubahan gaya hidup dan konsumsi konten sejak pandemi menjadi salah satu faktor pendukung adanya pertemuan bisnis ini.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong pelaku kreatif animasi lokal agar memanfaatkan peluang yang besar pada industri kreatif animasi yang begitu besar peluangnya di tanah air.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kompetensi utama yang diperlukan dalam membangun startup
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:58 WIB
Penelitian dari Universitas Tennessee di Amerika Serikat tahun 2013 yang menyatakan bahwa lebih dari...
Justice Indonesia perkenalkan komunitas `Heart of Justice`
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Jenama fesyen untuk pra-remaja (tween) putri, Justice Indonesia, memperkenalkan komunitasnya bertaju...
Pangeran William kritik miliader yang berwisata ke luar angkasa
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:45 WIB
Pangeran William mengecam para miliarder yang terlibat dalam `perlombaan` pariwisata luar angkasa, d...
`Reseller` peluang bisnis online yang menarik selama pandemi COVID-19
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:15 WIB
Profesi agen atau \"reseller\" menjadi peluang bisnis yang menarik seiring dengan tingginya transak...
Tips aman pakai pembayaran digital
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:01 WIB
Penelitian terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan penggunaan pembayaran digita...
Survei Markplus: Produk fesyen lokal jadi favorit di `e-commerce`
Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:45 WIB
Head of High-Tech, Property & Consumer Goods MarkPlus, Rhesa Dwi Prabowo, menilai produk fesyen menj...
Instagram uji coba stiker berbalas konten di Stories
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 16:15 WIB
Instagram mengumumkan fitur stiker Balasan Anda atau Add Yours yang sedang diuji coba di Indonesia ...
Edukasi keuangan digital jadi fokus industri
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 13:30 WIB
Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Susilo Sudjono mengatakan bahwa e...
BTS Hangeul Message Chocolate bisa dipesan mulai 11 Oktober
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:22 WIB
BTS Hangeul Message Chocolate Official Merchandise hadir ke Indonesia secara eksklusif melalui Ralal...
Sebelas daerah di Indonesia jadi inspirasi motif gamis batik
Kamis, 07 Oktober 2021 - 10:55 WIB
Produsen gamis Mayra Indonesia meluncurkan koleksi gamis batik yang terinspirasi dari motif khas 11 ...
Live Streaming Radio Network